
"Hufff...," Putri menghela nafasnya dengan kasar.
"Lihatlah, dia sedang memegang perutnya. pasti dia kelaparan." sindir para seorang wanita muda.
"Tentu saja kamu dengar sendiri kan kalau suaminya tidak mau membelikan dia makanan, aku yakin sebentar lagi dia akan kelaparan. tidak bisa bekerja pingsan setelah itu dipecat." jawab pekerja wanita.
Putri benar-benar sangat kesal dengan semua yang terjadi, Dia sudah dicampakkan oleh suaminya. hatinya begitu terbakar dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan dengan semua yang terjadi.
"Mas Rudi benar-benar sangat mengecewakanku, dia tidak ingat denganku Apa yang dia lakukan sekarang? perutku sangat lapar." guman putri dalam hati. semuanya benar-benar sudah terjadi pada tempatnya, Putri harus merasakan apa yang harus dia lakukan.
Hari ini Putri benar-benar merasakan ganjaran dari semua yang dia lakukan, apa yang dia perbuat sekarang menuai hasilnya. nampak Putri benar-benar begitu lesu dia tidak membawa bekal makanan. Dia hanya bisa menata para karyawan satu profesi dengannya yang sedang makan. sesaat kemudian langkah kaki Putri berjalan menuju cafe yang ada di perusahaan, dia ingin membeli makanan di sana karena perutnya benar-benar sungguh sangat lapar luar biasa.
Langkah kaki Putri memasuki lift, setelah beberapa saat kemudian wanita itu berada di cafe. tatapan mata putri menatap orang-orang yang ada di sekitarnya, tatapan mata mereka menatap balik ke Putri dengan lirikan mata yang begitu menyedihkan.
Lihatlah, Bukankah itu wanita sombong yang selalu mengganggu kita?" tanya beberapa karyawan.
"Benar, yang aku dengar dia sekarang dijadikan office girl oleh Pak Satria." jawab karyawan yang lain.
"Rasain, biar dia tahu rasa. gitu aja sombong banget Lihatlah karma dibayar lunas, apalagi yang aku dengar itu kalau Bu Fira itu dulunya istri dari Pak Rudi, wanita itu berselingkuh dengannya pantes aja kalau dia keluar dia lengket banget sama Pak Rudi." cibir salah satu karyawan kembali.
"Sudah-sudah, lebih baik kita makan nanti kalau dia marah dia bisa kayak kucingnya yang bakal mencakar kita." jawab si pekerjaan .
Para karyawan terus mencemooh Putri, memang salahnya sendiri kelakuannya dulu benar-benar tidak bisa menjadi contoh bagi orang lain. sekarang terlihat Putri seperti sampah yang dilempar ke sana kemari, tatapan mata para karyawan menatap Putri seperti seorang wanita tidak tahu diri.
"Berikan aku nasi campur satu sama es teh satu." pinta putri.
__ADS_1
"Baik," jawab penjual.
Beberapa menit kemudian, di salah satu tempat yang sedikit terpojok terlihat Putri sedang memakan makanan yang sudah dia pesan.
Telinga Putri benar-benar merasa panas luar biasa, dari tadi dia mendengar cemoohan dari para pekerja yang ada di perusahaan. mereka terus-menerus mencibir Putri bahkan mengolok-olok wanita itu dengan perkataan yang sedikit kasar. sekitar 10 menit kemudian Rudi sudah keluar dari kantornya dan duduk bersama teman-temannya.
Tatapan mata putri menatap suaminya yang sedang berbincang-bincang dengan para teman satu bagian, Rudi benar-benar seperti seorang pria yang tidak mempunyai istri. dia lupa dengan istrinya dia lupa dengan wanita yang sudah dinikahinya itu. tatapan mata Putri terus menatap Rudi yang sedang berbincang-bincang dengan temannya.
Wanita itu mengerutkan keningnya sembari terus mengaduk makanan yang ada di piring. "Kamu benar-benar brengsek, Mas. kamu tersenyum di atas penderitaanku, Lihatlah aku menderita seperti ini sedangkan kamu tersenyum bahagia bersama teman-temanmu." ucap Putri sembari terus mengunyah makanannya. karena tidak tahan dengan semua cibiran orang-orang akhirnya Putri berdiri, wanita itu berjalan mendekati suaminya dengan membawa makanan yang tadi dia makan.
"Mas." Panggil Putri yang sudah mendekati suaminya.
Rudi menoleh, pria itu menatap istrinya yang sudah berada di belakang tubuhnya. "Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Rudi kepada Putri.
"Aku di sini? Tentu saja aku bekerja Mas." jawab Putri.
"Kenapa kamu memalingkan wajahmu, Mas?" Apakah kamu malu karena aku menjadi tukang bersih-bersih di perusahaan ini?" tanya Putri.
Rudi tidak ingin menghiraukan perkataan istrinya, Dia tidak ingin membuat masalah di perusahaan. "Sudahlah jangan membuat masalah di sini, lebih baik kamu makan setelah itu kembali bekerja." jawab Rudi yang terlihat benar-benar mengacuhkan istrinya.
"Kamu ini brengsek banget, Mas. aku menderita sedangkan kamu tertawa bahagia dengan teman-temanmu. kamu ini punya pikiran nggak sih? Aku menelpon memintamu untuk membelikan aku makanan, nyatanya kamu tidak menghiraukan semua permintaanku itu!" bentak Putri yang membuat Rudi hanya memejamkan matanya sembari menahan emosinya.
Teman-teman Rudi tentu saja hanya diam, mereka dulunya juga adalah teman-teman dari Putri juga. mereka memang sangat tidak menyukai sikap Putri yang begitu sok berkuasa tersebut. "Oh ya Rudi, lebih baik kamu selesaikan permasalahanmu dengan istrimu. kami akan mencari tempat lain karena kami tidak ingin ikut campur." ucap teman-teman Rudi.
Rudi menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian pria itu menatap istrinya sembari memijat dahinya. "Apakah kamu tidak pernah berubah sama sekali? kamu selalu saja membuat keributan, Apakah kamu tidak lelah dengan semua kelakuanmu itu?" tanya Rudi yang membuat Putri langsung terdiam dan mengeratkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Seperti inikah perasaan yang dirasakan oleh mantan istrimu itu ketika kamu telah berselingkuh denganku? seperti inikah perasaan yang dirasakan oleh Safira ketika aku menghianatinya?" tanya Putri yang membuat Rudi langsung tersentak.
Seketika pria itu menatap istrinya, menatap seorang wanita yang dia cintai hingga membuat dia berselingkuh dari istrinya. "Tutup mulutmu, jangan berani kamu mengatakan hal itu. kamu adalah wanita murahan kamu tidak pantas disebut sebagai istri." ucap Rudi.
Putri benar-benar merasa terhina ketika suaminya mengatakan Dia adalah wanita murahan. "Berani sekali kamu mengatakan Aku wanita murahan, Mas!" bentak Putri.
"Lalu, aku harus mengatakanmu sebagai wanita apa?" tanya Rudi yang membuat kedua mata putri langsung memerah dengan semua perkataannya.
"Seperti inikah Mas, kamu memperlakukan aku? dulu kamu bilang mencintaiku membutuhkanku, sekarang seperti inikah?" tanya Putri.
Rudi tidak menjawab, Dia lebih memilih untuk berdiri hendak meninggalkan sang istri. "Aku tidak ingin membuat keributan di sini, lebih baik kamu pergi dari sini." pinta Rudi.
"Kamu pria brengsek Mas, Kamu pria yang sangat brengsek." ucap Putri yang kemudian meninggalkan cafe yang ada di perusahaan.
Restoran plus cafe itu benar-benar tempat yang sangat strategis untuk seluruh karyawan mendapatkan sebuah informasi, seperti inilah ketika Putri dan Rudi bertengkar informasi itu langsung menyebar ke seluruh perusahaan. seorang mantan kepala bagian pemasaran bertengkar dengan suaminya dan bla bla bla, berita itu menyebar dengan begitu cepat hingga Safira yang mendengarnya pun ikut tersenyum dengan semua kejadian itu.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
__ADS_1
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian