KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Menikah lagi


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, Safira di kejutkan dengan semua persiapan pernikahan yang ada di rumah Gunawan.


"Ada apa ini mas?" tanya Safira.


"Hari ini mas ingin melamar dan menikahimu dengan sewajarnya, mas ingin pernikahan ini terjadi karena cinta." jawab Gunawan.


Safira tidak akan pernah mengira kalau Gunawan akan melakukan hal itu, terlihat wanita itu benar-benar begitu bahagia, Safira tidak akan pernah mengira kalau Gunawan akan melakukan hal itu. pria itu mengadakan acara pernikahan bersama dengan orang-orang terdekat mereka.


Apakah kamu yakin Mas?" tanya Safira kepada Gunawan.


"Kita akan menikah untuk yang kedua kalinya secara agama, Aku ingin mengikrarkan janji suci ini dari hati ke hati. mungkin dulu kita menikah hanya sebatas perjanjian saja, walaupun kita menikah di hadapan penghulu dan catatan sipil tapi kita tidak mempunyai ikatan sama sekali, Namun karena sekarang kita sudah mempunyai ikatan cinta aku ingin kamu mau melakukannya." ucap Gunawan.


Safira nampak tersenyum, wanita itu menatap Gunawan dengan tatapan mata yang benar-benar tidak percaya. langkah kaki Safira dan Gunawan memasuki rumah mereka, para pekerja Gunawan nampak bersorak gembira saat melihat wanita yang selama ini memanggil Gunawan dengan sebutan tuan sekarang akan menjadi istri sahnya.


"Ayo Mama, Papa!!" seru Yufan dan Ivan.


Gunawan dan Safira masuk ke dalam kamar mereka masing-masing, terlihat mereka berdua memakai pakaian yang harus mereka pakai. Safira menggunakan kebaya berwarna putih dengan motif brokat yang begitu indah. sedangkan Gunawan pria itu hanya memakai kemeja putih sederhana. Akhirnya proses ijab kabul itu dilakukan Safira benar-benar terenyuh dengan semua yang dia rasakan.


** beberapa menit kemudian..


"Baiklah para saksi, Apakah sah?!" tanya Pak penghulu kepada orang-orang yang hadir di ruang itu.


"Sah." jawab serentak para pekerja Gunawan.

__ADS_1


Akhirnya pernikahan itu dilangsungkan dengan sederhana namun begitu khidmat, acara tasyakuran hari itu mengundang para tetangga dengan semua cerita yang luar biasa tersebut. hari ini Safira mendapatkan kebahagiaan yang bisa dikatakan mulai utuh, wanita itu akan menerima Gunawan sebagai suaminya. Sedangkan di tempat lain Satria benar-benar ingin melakukan sesuatu kepada Safira dengan semua rencana yang selalu dia rancang. Safira sudah resign dari Perusahaan Satria jadi tidak ada kesempatan bagi pria itu untuk mendekati Safira.


"Aku harus mencari cara untuk membuat wanita itu kembali padaku." ucap Satria.


"Kamu ini kenapa Satria, begitu banyak wanita di dunia ini yang bisa memberikanmu kebahagiaan. Lalu kenapa kamu harus memaksakan kebahagiaan orang lain untuk menjadi kebahagiaanmu?" tanya seorang wanita yang mungkin usianya sekitar 35 tahun.


"Aku tidak akan membiarkannya, Kak. aku akan membuat wanita itu menjadi milikku, tidak seharusnya pria yang sudah menyakitinya itu berusaha untuk mendapatkannya." jawab Satria.


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan ini tidak akan menyakitinya? Wanita itu sudah mempunyai keluarga dan bahagia dengan keluarganya. Apakah kamu masih ingin mengambil kebahagiaan itu?" tanya kakak Satria yang bernama Lina.


"Sudahlah Kak, jangan urusi urusanku. lebih baik kakak urus urusan Kakak sendiri." ucap Satria yang membuat Lina terdiam.


Berusaha berbicara seperti apapun dengan Satria, kakaknya itu tidak akan bisa merubah pikiran Satria sama sekali. "Lebih baik kamu pikirkan apa yang kakak katakan, kamu tidak akan mendapatkan kebahagiaan Jika kamu mengambil kebahagiaan orang lain." ucap Lina.


Seribu perbuatan buruk akan menghasilkan karma yang sangat luar biasa, Seperti itulah yang dirasakan oleh Rudi dan Putri. mereka sudah kehilangan anak yang sudah mereka inginkan, seorang anak yang menjadi senjata untuk menyakiti orang lain. sudah 3 hari Putri menangis karena kehilangan anaknya, sedangkan Rudi nampak pria itu tidak mau pulang ke rumahnya sendiri. Putri masih berada di rumah Rudi tempat yang dulu dia tinggali bersama Safira. Terlihat wanita itu menatap rumah kosong tanpa kehidupan sama sekali.


"Kenapa aku harus menderita sendiri? kenapa aku harus merasakan sakit ini sendiri." ucap Putri yang menatap kosong ke dalam rumahnya.:suara tangis itu hilang, canda tawa itu hilang. panggilan mama juga hilang, Putri benar-benar merasakan sakit yang luar biasa terlihat wanita itu menatap dirinya di cermin. kecantikan yang dulu dia banggakan seolah luntur tersapu oleh kelamnya keegoisan.


Putri menatap dirinya di cermin sembari tersenyum. "Inilah aku, aku yang dulu bangga dengan diriku sendiri, aku menghianati temanku. aku menghianati sahabatku dan aku membuat diriku semakin percaya dengan semua yang kulakukan. Aku bangga pada setiap apa yang aku lakukan, sekarang aku merasakan sakit sendiri, tidak ada orang yang mau menemaniku tidak ada orang yang mau memberikan aku ketenangan. Inilah aku wanita brengsek yang sudah menghancurkan kehidupan orang lain, sekarang aku hancur sendiri karena ulah ku sendiri." ucap Putri sembari menatap dirinya di cermin. mungkin saja Putri sudah merenungi semua kesalahannya. mungkin juga wanita itu benar-benar merasakan rasa bersalah yang besar kepada Safira.


Entahlah apa yang ada di pikiran Putri, wanita itu hanya berdiri kemudian tersenyum sembari menatap dirinya sendiri di cermin, sekitar 5 menit kemudian senyum yang terpampang di cermin itu seketika berubah.


"Aaaaaa!!!!"

__ADS_1


tiba-tiba Putri berteriak begitu kencang, air matanya mengalir begitu deras. kedua tangannya terus memukul pipinya berulang kali, rasa sakit itu ternyata benar-benar merusak pikiran Putri, dia menjerit dia berteriak dia terus menetap wajahnya di cermin kemudian menangis sejadi-jadinya.


"Aku ingin kebahagiaan, Aku juga ingin bahagia!!" teriak Putri.


Tak ada kata tak ada suara, beberapa orang yang menjadi tetangga Putri memang tidak menyukai sikap dari istri kedua Rudi. sikap yang ditunjukkan Putri selalu membuat orang lain benci, mereka selalu jengkel dengan kata-kata yang terucap dari mulut Putri, hanya kata yang bisa terucap namun semuanya benar-benar sudah terlambat. Putri tidak tahu apa yang harus dia lakukan dengan pernikahannya, Rudi tidak mau kembali ke rumahnya pria itu lebih memilih untuk tinggal di apartemen kecil yang sudah dia sewa.


Kehidupan Rudi sama seperti halnya putri, pria itu terus menangisi semua kebodohannya. mempunyai istri yang begitu setia mempunyai kebahagiaan yang begitu indah, namun dengan kebodohannya sendiri Rudi menghancurkan semuanya. mimpi-mimpi indah itu dihancurkan dengan kedua tangannya sendiri, sekarang Rudi hanya bisa meratapi dirinya. dia sudah bertekad akan meninggalkan Putri dan mengejar Mantan istrinya kembali. Rudi selalu memimpikan kebahagiaan bersama Safira, walaupun kebahagiaan itu hanya semu dan tidak akan dapat diarai kembali.


"Aku akan mengurus surat perceraian ini, aku tidak ingin hidup bersama wanita itu lagi wanita yang sudah menghancurkan semua mimpi indahku. wanita yang sudah menghancurkan semua yang aku miliki." ucap Rudi yang terlihat terduduk di ruang tamu..


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


__ADS_2