KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Melodi mencoba menganggu Indah


__ADS_3

** Beberapa hari kemudian **


Hari ini di tempat salah satu pengusaha sedang mengadakan sebuah acara pesta, Yufan dan sang istri datang ke acara pesta tersebut begitu pula dengan Melodi yang juga datang ke tempat itu dengan dandanan super luar biasanya.


"Ada apa?" tanya Yufan.


"Tuan Satya ingin berbicara dengan anda." ucap salah satu pengusaha.


"Baik." jawab Yufan.


Sesaat kemudian Yufan menatap seorang pria yang memang sudah dia ketahui, seorang pria yang menyamar menjadi Satya. seorang pria yang menjadi musuh dari kedua orang tuanya.


"Ya, tuan Satya." Yufan yang sudah mendekati Satya. pria yang bernama asli Satria itu terlihat menatap Yufan dengan tatapan mata yang ingin mengatakan kalau kamu adalah pria tidak tahu diri. kamu adalah putra dari musuh bebuyutanku.


"Ada apa, Tuan Satya?" tanya Yufan kepada Satria.


"Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu, bisa kan?" tanya Satria kepada Yufan.


"Tentu saja bisa Tuan. Tapi sayangnya saya ke sini tidak datang sendiri, Saya harus membawa istri saya ke sini karena saya tidak akan membiarkan istri saya sendiri di sana apalagi istri saya tidak terlalu mengenal orang-orang yang ada di sini." ucap Yufan yang kemudian berpamitan kepada Satria untuk mengajak sang istri.


Melodi yang ada di tempat itu nampak wanita itu menunggu waktu yang sangat tepat untuk mendekati Indah, wanita itu ingin memanas-manasi Indah agar dia tidak percaya kepada suaminya. langkah kaki Melodi mendekati Indah wanita itu nampak menatap wanita yang menjadi istri pria yang dia sukai.


"Halo." sapa Melodi kepada Indah.


"Halo." jawab Indah yang kemudian menatap Melodi yang ada di tempat itu.


"Kamu sendirian?" tanya Melodi.

__ADS_1


"Tidak, tadi sama mas Yufan. kalau saya sendirian Mau ngapain di sini." jawab Indah yang terlihat tersenyum kepada wanita yang ada di depannya itu.


"Oh iya aku lupa kalau kamu itu bukan pengusaha, Jadi kalau kamu datang sendirian kan? jadi aneh gitu." ucap Melodi yang mulai menunjukkan lidah tajam yang dia miliki.


"Entahlah, sebelum dia pergi ke pesta itu apakah lidahnya itu diasah terlebih dahulu atau diberi racun yang banyak agar dia bisa menyakiti orang-orang yang ada di sekitarnya. lalu di mana Mas Yufan sekarang?" tanya Melodi kepada Indah.


Indah yang mendengar sebuah panggilan yang dikatakan oleh wanita itu, nampak Indah sangat yakin kalau wanita yang menjabat sebagai sekretaris dari rekan bisnis suaminya. itu memang benar-benar mempunyai perasaan kepada sang suami.


"Oh ya, apakah kamu ditinggal sendiri oleh Mas Yufan di sini?" tanya Melodi kembali.


Indah menunjukkan senyumnya, wanita itu menatap Melodi dengan tatapan mata yang sedikit menunjukkan sisi kalem sekaligus kejam. "Mas Yufan sedang menemui salah satu teman bisnisnya, sebentar lagi pria itu pasti datang ke sini. Mas Yufan tidak akan pernah meninggalkanku walau sedetik pun, apalagi di tempat para pria yang begitu banyak." ucap Indah.


"Maksudmu?" tanya Melodi.


"Aku adalah wanita yang sangat berharga, andai kata aku adalah perhiasan Aku adalah diamond number one. Aku adalah perhiasan yang tidak akan ternilai dari segi apapun, aku adalah perhiasan yang di poles dengan demikian rupa hingga dicintai dan dipuja oleh semua orang. aku bukanlah perhiasan murahan, perhiasan yang hanya bagus dari luar saja namun rusak **********. Aku adalah sebuah keindahan yang dipuja dari luar dan dari dalam. aku bukanlah sebuah keindahan yang dipuja hanya dari luaran saja, indah dari luar namun hancur dari dalam." jawab Indah. kata-kata yang ditunjukkan Indah itu benar-benar bagaikan bom nuklir yang langsung meledak dan menghancurkan Melodi.


Kata-kata yang diucapkan Indah itu ibarat kata menghina Melodi dengan habis-habisan, dia adalah wanita baik-baik dengan semua keanggunan dan semua kesopanannya. sedangkan Melodi adalah wanita yang memang cantik dari luar namun kelakuannya begitu buruk hingga tidak akan bisa dilihat dari luar saja.


"Maafkan aku, Nona melodi. aku tidak menunjukkan kata-kata ini untuk siapapun, aku hanya mengibaratkan sebuah perhiasan Aku adalah perhiasan yang paling dicintai oleh suamiku. walaupun di luar sana begitu banyak perhiasan yang menarik mata suamiku namun aku adalah perhiasan sejati dengan semua kecantikan dan keindahan yang tidak akan mungkin membuat suamiku berpaling dariku." jawab Indah.


Kata-kata yang begitu menohok seolah perkataan itu ingin mengatakan kepada Melodi kalau dia adalah wanita tidak berharga. seketika salah satu tangan Melodi mengepal begitu erat, ingin sekali wanita itu menampar atau menjotos mulut Indah. Indah bukanlah wanita pendiam Jika dia dihina akan diam saja, Indah adalah seekor singa betina jika dia diganggu maka akan dia akan menunjukkan taringnya.


"Sayang." Panggil Yufan yang sudah mendatangi sang istri.


"Mas." jawab Indah yang kemudian pergi meninggalkan Melodi.


Wanita itu benar-benar kesal luar biasa, hatinya begitu meledak-ledak seolah di dalam hatinya itu ada ruang kosong yang sudah diberi peledak yang sudah meledak. "Dasar wanita tidak tahu diri, berani sekali dia menghinaku seperti itu. dia tidak akan aku maafkan lihat saja akan kubuat, Dia merasakan penderitaan akan kubuat dia menangis karena kehilangan suaminya. berani sekali dia mengatakan Aku wanita murahan." ucap Melodi yang begitu kesal luar biasa. wanita itu tidak tahu harus melakukan apa namun jika bisa dikatakan Indah sangat kesal luar biasa, namun melodi lebih dari kesal luar biasa.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Yufan yang sebenarnya sudah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh sang istri kepada Melodi.


"Tidak ada apa-apa Mas, cuma ada nyamuk-nyamuk nakal yang berusaha menggigit." jawab Indah.


"Aku suka kepada Istriku yang sangat pemberani, Aku suka kepada wanita yang luar biasa bahkan kata-katanya lebih meledak dari bom nuklir." ucap Yufan yang membuat Indah langsung mencubit pinggang sang suami.


"Oh ya Mas, Apakah ada sesuatu?" tanya Indah.


"Aku akan mempertemukanmu dengan pria yang kemarin kita bahas." jawab Yufan.


"Benarkah? Pria tua yang menyukai Mama?" tanya Indah.


"Betul sekali, kamu ingat ya semua yang sudah kita rencanakan." ucap Yufan.


"Tentu saja Mas, aku pasti akan senang melakukan trik sandiwara ini. tapi setelah ini lihat saja wanita tidak tahu diri itu pasti akan kuberi pelajaran. dari pertama aku bertemu saja tatapan matanya itu begitu genit padamu, inginku congkel matanya itu." cerocos Indah yang membuat Yufan hanya tersenyum kemudian memeluk sang istri dengan begitu erat. Siapa yang tidak akan marah jika melihat ada wanita lain yang berusaha mengganggu suaminya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2