
"Kamu akan membusuk di penjara." ucap Melodi yang menatap wajah Indah seolah mengejek.
"Jangan khawatirkan aku, khawatirkan saja dirimu sendiri." jawab Indah.
"Hem.., sebentar lagi kamu pasti akan membusuk di penjara." ucap Melodi.
Indah tidak akan termakan oleh kata-kata yang diucapkan oleh Melodi. sebentar lagi wanita itu akan mendapatkan sebuah serangan balik dari Indah.
"Pastikan wajahmu yang sudah jelek itu tidak terkejut dengan kejutan yang sebentar lagi aku berikan." jawab Indah yang kemudian duduk di ruang tunggu.
Sesaat kemudian dengan raut wajah yang begitu bahagia terlihat, Melodi menunggu Indah yang pasti akan dipenjara namun beberapa menit kemudian salah satu petugas kepolisian malah meminta Melodi untuk masuk ke ruang interogasi. wanita itu dicerca begitu banyak pertanyaan.
"Pak, Kenapa saya harus diinterogasi? saya kan yang melaporkan permasalahan ini?" tanya Melodi.
"Beberapa saat yang lalu ada seseorang yang melaporkan anda mengenai kasus penghianatan dan percobaan pembunuhan kepada seseorang." jawab Pak polisi.
"Maksud Anda?" tanya Melodi.
"Anda akan ditahan di tempat ini karena bukti-bukti yang sudah di berikan oleh korban." jawab Pak polisi.
Betapa terkejutnya Melodi ketika dirinya mendengar jawaban seperti itu, sebuah pernyataan yang membuat Melodi benar-benar seperti mendapatkan sebuah kejutan luar biasa.
"Maksud pak polisi apa, Saya tidak mungkin melakukan hal itu. lagi pula Kenapa saya harus melakukan hal itu?" tanya Melodi.
"Maafkan saya, Nona Melodi. tapi anda tidak bisa melakukan apapun karena Mulai detik ini Anda tidak bisa pulang ke rumah karena anda akan langsung masuk ke dalam jeruji penjara. anda akan di tahan." jawab Pak polisi yang membuat Melodi benar-benar seperti diberikan kejutan luar biasa.
__ADS_1
Maksud hati ingin menjebloskan Indah ke kantor polisi, malah dirinya sendiri yang langsung dimasukkan oleh para polisi ke penjara.
"Memangnya siapa yang melaporkan saya pak polisi!" seru Melodi.
"Satu dari Nyonya Indah, kedua dari Nyonya Mirasti. seorang wanita yang sudah membesarkanmu namun Kamu sudah berulang kali mencoba untuk membunuhnya." jawab Pak polisi yang membuat Melodi sangat terkejut luar biasa.
Salahnya sendiri kenapa dia harus melakukan hal itu, mirasti sudah memberikannya tempat memberikannya kehidupan namun melodi sendiri menghancurkannya dengan cara menghianati dan berselingkuh dengan Satria.
"Tidak, saya tidak bisa dipenjara. Saya tidak melakukan semua tuduhan itu!" teriak Melodi.
"Maafkan saya, Nyonya Melodi. Tapi semua bukti-bukti sudah terkumpul dan Anda tidak bisa bersilat lidah." jawab Pak polisi.
Seketika Melodi sudah berada di sel penjara kantor polisi, wanita itu benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan. entah Tadi malam dia mimpi apa hingga membuat dia benar-benar seperti mendapatkan pukulan luar biasa.
Suara tangis ditunjukkan oleh Melodi, sedangkan senyum bahagia ditunjukkan oleh Indah dan Mirasti. kedua wanita berbeda umur itu sudah bertekad untuk menghancurkan Melodi bagaimanapun caranya.
"Tentu saja wanita itu harus mendapatkan pelajaran Karena dia sudah berusaha untuk membunuhku. Aku selama ini diam saja tapi ketika aku melihat videomu tadi aku benar-benar berpikir untuk membalas dendam, aku bertekad untuk memberikan wanita itu pelajaran. Aku tidak akan membiarkan kehilangan segalanya, setelah ini aku pasti akan membalas dendam kepada suamiku. suami keduaku yang sudah membuatku seperti wanita tidak punya harga diri sama sekali." ucap Mirasti yang kemudian tersenyum mengejek kepada Melodi.
Di tempat lain seorang pria masih belum mendapatkan informasi kalau Melodi sudah dipenjara, dalam pikiran Satria berpikir kalau menantu dari Gunawan sudah masuk penjara. pria itu masih belum tahu kalau kekasih gelapnya malah sudah masuk penjara terlebih dahulu.
"Aku yakin pria itu menangis karena menantunya sudah masuk penjara." ucap Satria yang begitu bahagia ketika dia membayangkan kalau Indah sudah masuk penjara. namun sekitar satu jam kemudian Satria berusaha untuk menelpon Melodi namun yang ditelepon tidak ada kabar sama sekali. bahkan tidak mengangkat sambungan telepon tersebut.
"Dasar wanita brengsek, di mana wanita itu Kenapa dia tidak menjawab teleponku." ucap Satria yang kemudian mematikan ponselnya. terlihat Satria keluar dari kamarnya pria itu melangkah turun dari anak tangga menuju dapur. dia harus segera membuat pesta untuk perayaan menantu Gunawan yang dipenjara.
"Apa yang sedang kau lakukan di sini?" tanya Mirasti saat melihat Satria berjalan ke dapur.
__ADS_1
"Aku ingin makan, Aku ingin merayakan sesuatu." jawab Satria.
"Oh ya aku lupa, mulai besok aku minta kamu untuk angkat kaki dari rumahku ini. Pergilah dari rumahku karena aku tidak ingin melihatmu." ucap Mirasti yang begitu tiba-tiba hingga membuat Satria sedikit terkejut.
"Maksudmu apa?' tanya Satria.
"Aku sudah bilang kan karena Ini rumahku mulai besok pindahlah dari rumah ini dan tinggalkan seluruh barang yang kamu ambil dari rumahku." jawab Mirasti dengan begitu tegas.
Satria benar-benar tidak tahu apa yang dibicarakan oleh istrinya itu, sesaat kemudian terlihat pria itu menatap Mirasti dengan tatapan mata yang penuh dengan pertanyaan.
"Apakah kamu mengusirku dari rumahmu?" tanya Satria.
"Tentu, kamu kan kaya kamu bisa kembali ke rumahmu yang mewah itu. jadi mulai besok aku minta padamu untuk angkat kaki dari rumahku, perusahaanku dan semua properti yang aku miliki." jawab Mirasti dengan kata-kata yang begitu tegas luar biasa dan perkataan itu memperjelas kalau Mirasti akan melawan kepada Satria.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan