
Rudi benar-benar sangat nekat ingin mencari keberadaan Safira, pria itu bertekad untuk membuat Safira kembali kepadanya, Rudi masih belum mengetahui kalau sekarang Mantan istrinya tersebut hidup bahagia walaupun tidak kaya.
Sekitar 8 jam lamanya Rudi menempuh perjalanan ke Jogja, pria itu benar-benar memikirkan mengenai keberadaan dari mantan istrinya itu. Rudi berpikir kalau sekarang ini kondisi dari Safira dan Rudi benar-benar mengenaskan, mungkin juga dalam tekanan yang begitu luar biasa Gunawan sudah meninggalkan Safira. seribu pemikiran yang ada di otak Rudi benar-benar membuat pria itu bahagia, Rudi berpikir Safira berada di rumahnya sendiri dia tidak pernah berpikir kalau Gunawan akan berada di sana dengannya.
Rudi yakin kalau Gunawan tidak akan mampu bertahan di sebuah desa yang memang terpencil, apalagi berada di tempat yang jauh dari keramaian. "Aku ingin segera sampai di tempat itu, aku yakin Safira merasakan kesedihan yang sangat luar biasa karena sudah berpisah dengan suaminya." ucap Rudi dengan semua pemikirannya. Pria itu akan terkejut ketika dia sudah sampai di tempat Safira, Entahlah Apa yang akan terjadi kepada Rudi namun yang jelas pria itu sekarang memikirkan sebuah kebahagiaan yang mungkin belum diketahui.
Beberapa jam kemudian akhirnya Rudi sudah sampai di sebuah desa yang ada di Jogja, terlihat pria itu tersenyum dengan kenangan pertamanya ketika bertemu dengan mantan istrinya dahulu. tempat yang terlihat masih sama, pria itu menggunakan mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang rendah.
Sekitar beberapa jam kemudian Rudi sudah sampai di sebuah rumah yang terlihat sedikit berubah. "Aku yakin di sini tempatnya, tapi kenapa rumah ini berubah tidak seperti yang dulu." ucap Rudi yang menatap rumah sederhana milik Safira. sesaat kemudian pria itu keluar dari mobil dia bertanya kepada seorang pria tua yang baru keluar dari rumahnya.
"Pak." Panggil Rudi.
Pria tua menoleh sembari menatap pria agak muda di depannya. "Iya ada apa ya, nak?" tanya pria tua.
"Maaf Pak, saya mau bertanya Bukankah itu dulu rumah dari bapak Warsito?" tanya Rudi.
"Iya benar, Memangnya ada apa Ya?" tanya pria tua.
"Oh ya pak, Kenapa rumahnya sudah berubah. apakah rumah ini sudah dijual?" tanya Rudi kepada pria tua.
"Tidak." jawab pria tua.
"Oh ya Pak, saya mau bertanya ini rumah apakah masih ditempati oleh Putri pak Warsito?" tanya Rudi.
"Benar rumah ini masih ditempati oleh Safira putri dari bapak Warsito. Memangnya ada apa Ya?" tanya Pria tua yang membuat Rudi sedikit tersenyum.
Belum selesai mengatakan sesuatu, seketika Rudi menutup pintu mobilnya. Dia berjalan dengan tergesa-gesa menuju rumah milik Safira, rumah berpagar hitam dengan beberapa tumbuhan yang ada di depan rumah tersebut. memang rumah Safira tanahnya sangat luas, rumahnya sederhana maklumlah rumah orang-orang desa.
terlihat Rudi benar-benar begitu bersemangat saat berada di depan pagar hitam yang menutupi tempat itu sekarang rumah ini dikasih pagar ya Dulu Rumah ini begitu asri dan begitu menyenangkan ucap Rudi yang kemudian mengetok pagar rumah tersebut walaupun pagar rumah itu tidak besar tapi Rudi menatap rumah itu dengan tatapan mata yang begitu mengharap.
TOK..
__ADS_1
TOK..
Rudi yang memukul pagar rumah Safira dengan kunci mobilnya.
"Ya, ada apa ya mas?" tanya seorang pria.
"Pak, apa mbak Fira ada di rumah?" tanya Rudi kepada seorang pria tua.
"Mbak Fira?" tanya bapak tua.
"Iya, apa Mbak Fira nya ada di rumah?" tanya Rudi.
"Mbak Fira pemilik Rumah ini ya?" tanya bapak tua.
"Benar." jawab Rudi.
"Kalau Mbak Fira lagi tidak ada di rumah, Mas. Mbak Fira itu lagi keluar." jawab bapak tua.
"Mbak Fira itu lagi keluar mas, lagian ini sudah malam." jawab bapak tua.
Akhirnya Rudi benar-benar kecewa karena saat dia berada di sana Safira sedang keluar, Ya tentu saja Safira sedang keluar hari ini kan Gunawan dan yang lain sedang mengadakan acara makan-makan bersama di lapangan yang tidak jauh dari tempat mereka. Gunawan berjanji kepada para warga untuk mengadakan makan bersama masak bersama dan Gunawan juga akan membagikan sembako dari hasil panen.
Rudi akhirnya mencari sebuah tempat untuk menginap di sana, akhirnya Rudi menginap di sebuah tempat yang ada di tempat itu. Rudi menginap di rumah Pak lurah. "Oh ya Mas, kamu itu dari mana?" tanya Pak lurah.
"Itu loh Pak, saya dari Jakarta. saya ke sini ingin bertemu seseorang." jawab Rudi.
"Oh begitu ya, kalau begitu menginap aja di sini. lagian di sini ada tempat yang memang khusus untuk para tamu dari jauh yang mencari keluarganya." ucap pak lurah yang kemudian mempersilahkan Rudi untuk beristirahat. Setelah itu Pak lurah langsung pergi ke tempat para warganya berkumpul.
Seorang gadis muda yang tidak lain putri dari Pak lurah namanya Fenty, terlihat Gadis itu menatap Rudi dengan tatapan mata yang begitu memuja. "Oh ya Mas maaf sebelumnya." ucap Fenty.
"Ya, ada apa ya mbak." jawab Rudi.
__ADS_1
"Memangnya Mas ke sini itu mau mencari siapa sih?" tanya Fenty.
Sesaat kemudian seorang wanita yang berusia sekitar 40 tahun lebih keluar dari rumahnya. "Fenty, ini sudah malam cepat kembali ke ruanganmu. tidak baik anak gadis berbicara dengan orang asing." ucap Bu lurah yang meminta Fenty untuk segera masuk ke tempatnya.
Rudi yang mendengar perkataan seperti itu tentu saja pria itu sedikit malu, memang Sekarang dia ada di desa jadi dia harus menjaga tata krama yang masih sangat kental.
Di lapangan terlihat para warga begitu ramai dan begitu bahagia. "Mas Gunawan, sering-sering ya ngadain tasyakuran seperti ini!!" seru ibu-ibu.
"Ya pastilah Bu, pasti aku sering-sering ngadain tasyakuran seperti ini. asalkan ibu-ibu doain peternakan, sawah sama ladangnya hasilnya baik, biar kita bisa saling berbagi." jawab Gunawan.
"Iya Mas Gunawan sama Mbak Fira itu baik banget, kalau sudah panen Kami semuanya dibagi sembako, di kasuh uang sama sering-sering tasyakuran seperti ini." ucap ibu-ibu.
"Iya Mas Gunawan sama Mbak Fira berada di sini desa ini jadi lumayan rame." ucap bapak-bapak.
"Terima kasih ya Pak, karena bapak semua sama ibu-ibu mau menerima kehadiran Kami. mau menolong kami di saat kami susah." ucap Safira.
"Iya, Tante Fira, Tante Fira baik banget deh Kalau kami ada acara sekolah tante Fira selalu membantu kami bahkan si kembar juga sangat baik sama kami!!" seru para anak-anak warga.
"Hahahaha...," suara canda tawa itu terdengar begitu luar biasa, Mereka terlihat memasak bareng makan bareng dan bercanda gurau bersama.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian