
** Keesokan hari **
Entah darimana Melodi mendapatkan no ponsel Yufan, wanita itu begitu berambisi untuk menjadi seorang isteri pria kaya.
"Bagaimana, Nona?" tanya dua pria.
"Lakukan seperti yang aku minta." jawab Melodi.
"Baiklah nona, Tenang saja aku pasti akan melakukan perintahmu. kamu jangan khawatir sebentar lagi kamu akan mendapatkan sesuatu yang ingin kamu miliki." ucap dua pria yang kemudian menunggu dari sebuah tempat.
Siang ini Yufan sedang berada di luar perusahaan, pria itu terlihat sedang berbicara dengan beberapa temannya di luar perusahaan. tatapan mata melodi terus menatap yufan dengan penuh gairah, wanita itu sudah memikirkan sesuatu yang sangat luar biasa. dia mulai memikirkan bagaimana cerita cinta ini akan dia buat.
BRAKK...
"Aaaaaa!!!" suara teriakan seorang wanita.
Ivan dan teman-temannya ada di luar restoran yang ada di dekat perusahaannya, nampak pria itu melihat beberapa orang yang sedang berlarian untuk membantu seseorang yang ditabrak oleh sebuah mobil yang sudah melarikan diri.
"Ada apa?" tanya Yufan yang sedikit kebingungan.
"Cepat tolong aku, cepat!!" teriak salah satu teman Yufan.
"Memangnya ada apa?" tanya Yufan.
"Ada seorang wanita yang ditabrak dan mau yang menabraknya sudah kabur." jawab teman Yufan.
"Lalu?" tanya Yufan.
"Kenapa kamu tenang saja, cepat bantu aku untuk membawa wanita itu ke rumah sakit!" teriak teman Yufan yang seketika berdiri kemudian membantu temannya untuk menggendong wanita yang tadi ditabrak oleh seseorang.
"Cepat Tuan, tolong wanita ini. bawa dia ke rumah sakit kasihan dia!!" seru beberapa pejalan kaki.
"Sudah." ucap Yufan yang sudah menggendong melodi dan membawa masuk wanita itu ke dalam mobil.
"Gila ya Kamu, cepat ikut aku. aku nggak mau masuk rumah sakit sendirian!!" teriak teman Yufan yang membuat Yufan mengambil ponselnya untuk menelpon sekretarisnya dan memberitahu dia kalau sekarang pria itu keluar untuk menolong seorang wanita yang tiba-tiba ditabrak.
"Cepat!!" teriak teman Yufan.
"Iya, aku sedang menelpon." jawab Yufan yang kemudian masuk ke dalam mobil. terlihat Yufan menatap gadis wanita yang ditabrak oleh mobil yang tidak dia kenal. tatapan mata Yufan menatap seorang wanita yang sepertinya pernah dia lihat tapi entah di mana.
__ADS_1
"Aku tidak bisa menemanimu di rumah sakit karena kamu tahu kan aku tadi ada urusan." ucap Yufan.
"Ya, aku tahu." jawab teman Yufan.
Setelah mengantarkan seorang wanita yang mengalami kecelakaan, Yufan harus segera pergi ke perusahaan. pria itu harus menyelesaikan beberapa pekerjaannya karena tidak mungkin dia meninggalkan sebuah rapat yang benar-benar sangat penting.
** Beberapa hari kemudian **
Hari ini terlihat indah sedang tidak berada tempat kost Aisyah, kedua Wanita itu sudah berada di rumah Gunawan untuk membuat sebuah tasyakuran kecil-kecilan untuk si gembul yang hari ini sedang ulang tahun.
Kita kembali ke perusahaan G2.
TOK..
TOK..
TOK..
Pintu kantor Yufan di ketok.
"Masuk!!" seru Yufan.
"Ya, ada apa?" tanya Yufan.
"Tuan, ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan anda." jawab sekertaris Yufan.
"Apakah dia sudah membuat janji?" tanya Yufan.
"Belum, tuan." jawab sekertaris Yufan.
"Ya sudah, bilang saja kalau aku sedang sibuk." pinta Yufan.
"Tapi, tuan. wanita itu bilang kalau dia ingin berterima kasih kepada anda karena sudah menolong dia." jawab sekertaris Yufan.
"Maksudmu?" tanya Yufan.
"Katanya dia adalah wanita yang kemudian tuan tolong, wanita yang mengalami kecelakaan." jawab sekertaris Yufan lagi.
"Ooo.., wanita itu ya. baiklah kalau begitu, suruh saja dia masuk." perintah Yufan.
__ADS_1
"setelah memberikan perintah kepada anak buahnya akhirnya sekretaris Yuan memberitahu wanita itu kalau dia boleh bertemu dengan yufan melodi yang mendapatkan kabar seperti itu tentu saja Wanita itu sangat bahagia luar biasa sedikit demi sedikit dia akan mendekati yufan bagaimanapun caranya dia tidak peduli sekejal apapun namun pria itu adalah target yang harus diajarkan suami tidak peduli seperti apapun namun pemikiran yufan adalah untuk memiliki pria itu bagaimanapun caranya.
Tuan Panggil melodi kepada yovan masuk melodi untuk duduk ada apa Nona ada yang bisa saya bantu tanya yufan sembari tersenyum kepada wanita itu melodi menatap yufan dengan begitu intens pria tampan kaya mempunyai karir masa depan cemerlang itulah yang ada di pikiran melodi setelah bertemu dengan yufan tidak peduli apapun pria itu punya kekasih mau punya istri punya tunangan atau punya apapun dia tidak peduli yang dia inginkan adalah bertemu dengan yufan dan dia ingin pria itu menjadi miliknya.
Saya kemari Karena saya hanya ingin berterima kasih kepada anda Tuhan saya berterima kasih karena Anda sudah membantu saya menolong saya dan membawa saya ke rumah sakit ucap melodi yovan tersenyum kepada melodi kemudian menetap wanita itu sebenarnya bukan saya yang menolongmu Nona sebenarnya temanku yang menolongmu Jadi kalau kamu mau berterima kasih Seharusnya kamu berterima kasih sama dia bukan sama aku jawab yufan dengan kata-kata yang begitu bersahaja melodi terus menatap Ivan dengan tatapan mata yang begitu memuja bukan hanya tampan kaya dan menawan pria itu bisa menghargai seorang wanita dengan semua cerita cinta yang dia miliki tuan Panggil melodi Iya ada apa Nona jawab Irfan kata-kata yang ingin dikatakan oleh melodi seolah kata-kata itu seolah terbungkus di tenggorokan melodi wanita itu tidak bisa mengatakan apapun namun sesaat kemudian pintu kantor yufan di ketok.
"Masuk!" seru Yufan yang meminta orang itu untuk masuk.
Seorang wanita masuk ke dalam kantor Yufan, wanita itu tersenyum begitu cantik dengan pakaian sederhana yang sudah melekat di tubuhnya.
"Selamat siang, Mas!!" seru Indah yang sudah berada di kantor, Selamat siang Sayang." jawab Yufan sembari tersenyum kepada sang kekasih.
"Kamu ada tamu ya Mas, maaf ya aku tidak tahu." ucap Indah.
"Tidak apa-apa, duduklah Sayang." jawab Yufan yang kemudian menyambut sang kekasih.
Tatapan mata Melodi menatap Yufan yang bersikap begitu romantis kepada sang kekasih. Walaupun Apa yang dilakukan terbilang sederhana tapi pria itu mampu membuat orang yang melihatnya benar-benar ikut merasakan cinta mereka.
"Siapa wanita ini, apa hubungannya dengan pria itu." guman Melodi dalam hati.
Wanita itu terus menetap Yufan dengan begitu seksama, bahkan wanita itu juga menatap indah yang membawakan makanan untuk calon suaminya tersebut.
"Oh ya Mas, tadi Mama bilang kalau pulang jangan terlalu malam. kasihan si gembul menunggu hadiah dari kamu." ucap Indah.
"Tentu saja tidak, sayang. nanti sore aku akan langsung memberikan hadiah itu, Tunggu aku sekitar satu atau dua jam lagi, Setelah itu kita pulang, oke." jawab Yufan yang membuat Indah tersenyum.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1
- Terlempar ke dimensi kerajaan