
BRAKK...
"Bodoh!!" seru Satria.
Satria benar-benar sangat marah dengan semua berita yang dibawa oleh beberapa anak buahnya. "Bagaimana kalian tidak bisa melakukan tugas yang sekecil itu?!" seru Satria.
"Maafkan kami, tuan. wanita itu ternyata membawa salah satu pengawal." jawab anak buah Satria.
"Hanya satu pengawal dan kamu tidak bisa mengalahkannya, kamu biarkan temanmu itu masuk penjara? jika sampai temanmu mengeluarkan sepatah kata atau menuding diriku maka lihat saja Aku akan membunuhmu bersama keluargamu!!" seru Satria.
"Maafkan saya, tuan. saya akan melakukan sesuatu agar pria itu tidak mengatakan mengenai Anda." jawab anak buah Satria.
"Kamu ini benar-benar tidak becus sama sekali, aku memberimu tugas seperti ini tapi kamu tidak bisa menjalankannya sama sekali. kamu ini bagaimana sih, sebenarnya kamu mampu tidak melakukan perintah yang aku minta!!" seru Satria.
"Saya akan melakukannya, Tuan." ucap anak buah Satria.
"Kalian jangan melakukan apapun untuk saat ini." jawab Satria.
Sesaat kemudian salah satu anak buah Satria masuk ke dalam ruangan Satria. "Bos." panggil anak buah Satria.
"Ada apa." jawab Satria.
"Bos, Kenapa anda tidak melakukan sesuatu yang lebih terlihat normal." ucap si pria
"Maksudmu?" tanya Satria.
"Pria itu mempunyai beberapa perusahaan, jika anda menyerang salah satu perusahaan itu dan membuat salah satu perusahaannya gulung tikar atau pun membuat perusahaannya bangkrut. itu akan lebih membuat pria itu hancur, Dengan begitu anda bisa dengan mudah membuat istrinya tidak mau bersama pria itu. seorang wanita tidak akan mau bersama seorang pria yang miskin, tentu saja saya bisa mengatakan pria itu jatuh miskin Dan istrinya meninggalkannya." ucap si pria yang membuat Satria langsung tersenyum.
"Idemu bagus juga, masalah kekayaan tidak akan ada yang bisa menandingi. kalau aku bisa membuat pria itu miskin maka aku akan mendapatkan wanita itu, dengan begitu perlahan-lahan aku akan membuatnya tidak mempunyai sepeser uang pun. akan ku buat dia menjadi gelandangan dengan begitu istrinya akan meninggalkannya karena tidak mampu hidup menderita." ucap Satria.
"Benar sekali Bos, dengan begitu anda tidak perlu bersusah payah untuk menculiknya. dengan menggunakan kekuatan yang anda miliki anda bisa membuat Gadis itu bertekuk lutut pada anda." ucap anak buah Satria yang membuat Satria tersenyum.
Kakak dari Satria nampak begitu mengkhawatirkan adiknya, dari semua wanita yang pernah dikencani oleh adiknya Entah mengapa adiknya benar-benar begitu tergila-gila kepada seorang wanita yang sudah menjadi istri orang lain.
"Apa sebenarnya yang kamu inginkan, Satria. dia itu adalah seorang wanita yang bersuami Mengapa kamu terus-menerus mengejarnya, apakah kamu tidak takut jika kebahagiaan yang kau rebut itu akan menghancurkanmu." guman kakak Satria.
** beberapa hari kemudian **
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Andira.
"Andira, Apa kamu tahu mengenai dua perusahaan yang sudah aku kelola itu?" tanya Gunawan.
"Iya, memang ada apa." jawab Andira.
"Barusan aku mendapatkan informasi kalau tiba-tiba saja dua perusahaan itu sahamnya hancur total." jawab Gunawan.
"Kamu gila ya, tidak mungkin kan? beberapa waktu lalu saham Perusahaan kita baik-baik saja." ucap Andira.
"Lihatlah." jawab Gunawan yang kemudian memperlihatkan kurs saham yang dimiliki oleh Gunawan.
"Bagaimana mungkin kita langsung hancur total seperti ini?" tanya Andira.
"Entahlah, Tapi menurut detektif yang aku sewa kalau sahamku hancur Mungkin karena ada sesuatu mengenai percobaan pembunuhan yang terjadi padaku beberapa waktu lalu." jawab Gunawan.
"Lalu, apa yang terjadi? kalau perusahaanmu seperti ini bisa-bisa perusahaanmu akan hancur." ucap Andira.
"Bisa aku minta tolong padamu sesuatu?" tanya Gunawan.
"Ada apa." jawab Andira.
"Maksudmu?" tanya Andira.
Gunawan menceritakan semua rencana yang ada di pikirannya, pasti ada seseorang yang sudah berencana untuk menghancurkan Gunawan. karena hal itu mereka menggunakan sebuah permasalahan untuk menghancurkan saham perusahaan hingga hancur seperti itu.
Berita mengenai saham perusahaan Gunawan yang tiba-tiba hancur membuat Satria benar-benar merasa bahagia. "Hahaha.., sebentar lagi kamu akan hancur. seluruh kekayaan mu itu tidak akan kamu memiliki lagi." ucap Gunawan.
Memang secara kekayaan Gunawan tidak bisa menandingi Satria, pria itu adalah pengusaha yang sangat kaya dengan semua bisnis yang dia miliki.
Gunawan benar-benar sangat kebingungan dengan semua kejadian yang secara tiba-tiba ini, Gunawan harus mencari waktu untuk memberitahukan permasalahan perusahaan kepada istrinya. Gunawan tidak tahu apa yang akan terjadi kepada mereka, namun Gunawan yakin akan ada waktu ketika seseorang dalam masa kejayaan kemudian dia hancur dan berdiri kembali.
Terlihat pria itu harus memikirkan 1000 cara untuk berbicara kepada anak dan istrinya, tidak mungkin Gunawan memecat seluruh pelayan yang ada di rumahnya, pria itu hanya bisa meminta tolong kepada Andira dan pamannya untuk mempekerjakan seluruh pelayan dan pekerja yang ada di rumahnya. hari ini Gunawan dan Andira memutuskan untuk memberitahukan kepada Safira mengenai kabar yang benar-benar tidak menyenangkan tersebut.
Malam itu terlihat Gunawan benar-benar sangat kebingungan, dia tidak tahu apakah istrinya akan bisa menerima semua kenyataan ini atau istrinya akan pergi meninggalkannya.
"Ada apa mas, kenapa kok kamu benar-benar kebingungan seperti ini?" tanya Safira.
__ADS_1
"Bisakah kita berbicara sebentar, Sayang?" tanya Gunawan.
"Tumben sekali Mbak Andira juga ada di sini? apa Mbak Andira mau menginap?" tanya Safira.
"Begini Safira, ada sesuatu yang harus aku katakan kepadamu." jawab Andira.
"Memangnya ada apa sih, Kok tiba-tiba serius sekali?" tanya Safira.
Gunawan dan Andira saling memandang satu sama lain, terlihat kedua orang itu memikirkan cara untuk berbicara kepada Safira.
"Ada apa Mbak, Apakah ada sesuatu?" tanya Safira.
Andira terus memainkan jarinya, sesaat kemudian akhirnya Gunawan membuka suara. "Sayang, bolehkah Mas bertanya?" tanya Gunawan.
"Iya Mas, ada apa." jawab Safira.
"Sayang, jika tiba-tiba perusahaan Mas hancur dan Mas tiba-tiba jatuh miskin. apa yang akan kamu lakukan?" tanya Gunawan yang membuat Safira tersenyum.
"Apaan sih Mas, kamu ini ngomong apaan?" tanya Safira yang membuat Gunawan semakin kebingungan.
"Aku serius sayang, jika suatu saat tiba-tiba Mas mengalami kebangkrutan. Apakah kamu akan tetap sama Mas?" tanya Gunawan.
Safira terlihat tersenyum, wanita itu nampak menatap Gunawan sambil memegang tangannya. "Kita ini adalah suami istri, Mas. kamu bahagia aku bahagia, kamu menderita Aku ikut. Jika kamu dalam kesulitan aku akan selalu menemanimu, kita akan bersama dalam suka dan duka. Lalu kenapa kamu menanyakan hal itu?" tanya Safira.
Akhirnya Gunawan menceritakan semuanya yang terjadi di perusahaannya, Safira yang Mendengar hal itu tentu saja wanita itu sedikit terkejut, bukannya Safira takut akan miskin namun wanita itu terlihat memberikan kekuatan kepada suaminya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian