
Tangis, sakit, dan derita. itulah yang sekarang di rasakan oleh putri. dadanya terasa sesak luar biasa, kata-kata itu terus membekas di hatinya. Rudi seolah mencampakkan Putri, rumah tangga yang begitu bahagia itu hanyalah angan yang ada di pikiran Putri. setiap pulang kerja Rudi tidak pernah mau menyentuh anak atau masuk ke rumahnya. pria itu hanya bisa keluar dari rumah yang dulu dia tempati bersama dengan Safira.
Sekarang Putri hanya bisa menangis menahan air matanya agar tidak keluar dengan sendirinya, salahkan saja dirinya sendiri karena merusak kebahagiaan sahabatnya. sekarang pembalasan itu lebih menyakitkan dari kehancuran yang diakibatkan untuk orang lain.
Dari hari ke hari Rudi seolah ingin mengatakan kepada putri dia akan memperbaiki segalanya bersama Safira. namun Safira tidak akan pernah mau menerima permintaan maaf dari mantan suaminya itu, karena sekarang Safira lebih memilih untuk berdamai dengan hatinya berdamai dengan Gunawan untuk memperbaiki rumah tangga yang mungkin dulu hanyalah sebatas perjanjian saja.
** Satu bulan kemudian **
"Mama!!" seru Yufan dan Ivan.
"Hai, sayang." jawab Safira.
"Sayang," Gunawan yang mendekati sang isteri sembari memberikan ciuman di pipi.
Ini adalah awal dari perjalanan kehidupan Safira, mungkin juga ini adalah awal dari perasaan kehidupan Safira dan segala Lika likunya.
"Bagaimana, Apakah kamu Jadi resign dari perusahaan?" tanya Gunawan kepada sang istri.
"Iya Mas, aku sudah bilang sama Pak Satria kalau aku harus resign dari perusahaan dan fokus pada anak-anak." jawab Safira.
"Ya sudah kalau begitu, mungkin saja bosmu itu tidak akan melepaskanmu karena yang aku tahu dia sama sepertiku. dia juga mengharapkan perasaan yang dia miliki kamu terima." ucap Gunawan.
"Ya tidak mungkin lah Mas, aku kan sudah mempunyai suami. tidak mungkin aku membagi hatiku." jawab Safira.
Gunawan nampak tersenyum dengan semua jawaban yang dikatakan oleh Safira, pria itu tidak bisa mengatakan apapun namun satu kata yang bisa dia katakan adalah Terima kasih karena kamu memberikan aku kesempatan. Terima kasih karena kamu memberikan aku kebahagiaan yang mungkin belum bisa di balas oleh Gunawan.
"Ayo, mama!!" seru Yufan dan Ivan.
"Ayo kita berangkat." jawab Safira.
Kebahagiaan sekarang sudah ada di tangan Safira dan Gunawan, namun di tempat lain seorang pria terlihat benar-benar tidak terima dengan semua kebahagiaan yang sekarang didapatkan oleh Safira.
"Kamu tidak boleh bahagia bersama pria lain selain denganku, Aku benar-benar menginginkanmu Aku tidak akan membiarkan kamu hidup bahagia bersama pria itu." ucap Satria yang ternyata begitu menginginkan Safira untuk menjadi istrinya. pria itu tidak berpikir jernih masih banyak wanita yang ada di dunia yang mungkin bisa menerimanya. namun cinta yang dimiliki oleh Satria untuk Gunawan membuat pria itu seperti buta buta akan segalanya, Bahkan dia tidak pernah berpikir untuk mencintai wanita lain.
__ADS_1
Satria adalah orang yang luar biasa namun dibalik sikapnya yang sederhana dan bijaksana, ternyata pria itu memiliki jiwa seorang pria kejam. "Jika aku tidak bisa memilikimu maka kamu tidak akan bisa dimiliki oleh orang lain, Jika kamu tidak bisa berbahagia denganku maka akan ku rusak kebahagiaanmu." ucap Satria yang kemudian berdiri sembari menatap cermin.
PRANGGG...
kaca yang ada di kamar Satria sudah pecah dan berantakan, pria itu tidak menyukai sebuah kabar yang mengatakan kalau Safira akan resign dari perusahaan.
"Aku tidak akan membiarkanmu lepas dariku, Aku mencintaimu kamu hanya akan menjadi milikku!!" teriak Satria dengan suara yang begitu keras. pria itu berteriak seperti orang gila menghancurkan barang-barang yang ada di kamarnya bahkan melukai dirinya sendiri.
"Aaaaa!!!" suara teriakan Satria.
"Tuan!" panggil salah satu pelayan yang ada di rumah Satria.
"Ada apa?" tanya Satria kepada pelayannya tersebut.
"Tuan, anak buah Anda ada di luar Mereka ingin bertemu dengan Anda." jawab si pelayan sembari menatap dua tangan Satria yang sudah mengeluarkan darah begitu banyak.
"Suruh mereka untuk menungguku, minta juga pada para pelayan wanita untuk menyiapkan air hangat serta obat-obatan." pinta Satria.
Setelah mengatakan hal itu si pelayan nampak keluar dari kamar Satria. langkah kaki satria terlihat keluar dari kamarnya, pria itu menatap 5 anak buahnya yang sudah ada di ruang tamu rumahnya.
"Ada apa? Apakah kalian memiliki kabar yang baik, jika kalian tidak memiliki kabar yang baik lebih baik kalian pergi dari sini aku tidak suka kabar yang tidak baik!!" seru Satria yang terlihat menatap kelima anak buahnya tersebut.
"Kami memiliki kabar Baik, tuan." jawab Salah satu anak buah Satria.
"Katakan." perintah Satria.
"Mereka akan pergi ke salah satu negara untuk berlibur, Tuan." jawab anak buah Satria.
"Persiapkan semuanya, aku ingin pria itu mati di tanganku." ucap Satria yang meminta anak buahnya untuk segera mempersiapkan segalanya.
Satria memiliki pikiran yang begitu jahat, pria itu merencanakan untuk membunuh Gunawan dan mengambil Safira. satu tempat sedang berbahagia satu tempat lagi merencanakan pembunuhan dan di tempat lain Rudi sedang bertengkar dengan Putri dengan semua penyesalan yang dialami oleh Rudi.
"Kamu mau ke mana, Mas?!" seru Putri.
__ADS_1
"Aku mau pergi dari sini, aku sudah tidak betah hidup denganmu." jawab Rudi.
"Kamu tidak bisa melakukan hal itu, mas!!" teriak Putri.
"Kenapa memangnya, aku tidak bisa melakukannya?" tanya Rudi yang membuat Putri benar-benar sangat marah.
"Apakah kamu tidak melihat anakmu itu, Lihatlah dia akan kehilangan kamu?!' seru Putri.
"Itulah yang dulu aku pikirkan, Aku tidak memikirkan kehidupanku. Aku hanya tergoda dengan semua bujuk rayumu, Aku kehilangan kebahagiaanku Kamu hanyalah seorang wanita yang tidak bisa merawatku Tidak bisa merawat anakmu. kamu hanya bisa bersenang-senang kamu hanya bisa berfoya-foya dan menghabiskan uang!!" seru Rudi yang terlihat mengambil koper yang sudah dia keluarkan dari rumahnya.
Sesaat kemudian seorang bayi kecil yang berumur sekitar dua tahun lebih itu menangis dengan begitu keras. "Lihatlah Mas, anak kita menangis!" seru Putri.
"Rawat dia dengan semua keinginanmu, Aku tidak akan mau hidup bersamamu aku akan memberikan dia tunjangan hidup. tapi aku tidak akan mau hidup Satu atap dengan wanita sepertimu!" seru Rudi yang kemudian memasukkan koper ke dalam mobil kemudian melajukan mobilnya.
Putri benar-benar merasakan kehancuran, wanita itu tidak tahu apa yang harus dia lakukan. langkah kaki Putri berjalan keluar dari rumahnya. namun tanpa melihat kanan kiri Putri mengejar mobil Rudi yang sudah melaju kencang. sesaat kemudian....,
BRAKK...
tiba-tiba saja Sebuah mobil melaju kencang dan menabrak Putri hingga membuat wanita itu terpental bersama putrinya. beberapa orang yang melihat hal itu seketika mereka berteriak dan membantu seorang wanita bersama dengan anaknya yang sudah berlumuran darah.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1