
Safira keluar bersama Satria, Terlihat wanita itu sedang berada di salah satu restoran.
Satria ingin mencari tahu mengenai Safira pria itu memberanikan diri untuk menanyakan mengenai kehidupan pribadi Safira.
"Ada apa ya Pak?" tanya Safira kepada Satria.
"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin aku tanyakan, Semoga saja kamu tidak marah, Fira." ucap Satria.
"Memangnya ada apa ya Pak, kok saya sedikit takut seperti ini." jawab Safira.
"Sebenarnya aku mau menanyakan mengenai hubunganmu dengan Rudi." ucap Satria yang terlihat harus mengalihkan pembicaraannya.
"Hubungan saya sama Mas Rudi?" tanya Safira.
"Benar, sebenarnya apa hubunganmu dengan Rudi. karena yang aku dengar kalau kalian ada hubungan masa lalu?" tanya Satria.
Safira terlihat tersenyum, sesaat kemudian wanita itu menatap Satria dengan tatapan mata yang seolah ingin mengatakan itu adalah urusannya.
"Kalau kamu tidak mau menjawabnya tidak apa-apa, aku hanya ingin menanyakan hal itu." ucap Satria.
"Sebenarnya dia adalah mantan suami saya, dulu Dia adalah seorang pria yang sangat baik, begitu sayang kepada saya. namun semuanya itu harus hilang ketika ada tanaman lainnya yang merambat ke pagar rumah saya." jawab Safira.
Satria bisa mengertikan tanaman merambat itu artinya wanita lain di dalam rumah tangga mereka. "Jadi, Apakah wanita lain itu adalah Putri?" tanya Satria.
Safira menganggukkan kepalanya.
"Lalu, apakah kamu ingin kembali sama dia?" tanya Satria kembali.
"Ada sebuah cerita yang begitu kelam, sebuah kisah yang harus sedikit saya lupakan, namun sebuah kisah yang harus saya terima dengan lapang dada karena Dulu mereka adalah orang-orang terdekat saya." ucap Safira.
Satria sedikit lega setelah mendengar jawaban dari Safira, itu artinya dia tidak perlu merasa khawatir jika Safira bersama dengan Satria. wanita itu mendekati mantan suaminya hanya ingin membalaskan dendam atas semua rasa sakit yang sudah dia rasakan.
"Baiklah kalau begitu, ayo kita makan dulu." ucap Satria. terlihat Satria begitu lega dengan semua yang sudah dia dengarkan.
"Oya pak, Apakah ada sesuatu?" tanya Safira.
"Tidak apa-apa, aku cuma ingin tahu mengenai hubunganmu dengan Rudi. takutnya mereka membuat kabar bohong." ucap Satria yang terlihat begitu bingung dengan semua perkataan yang harus dia katakan.
"Maaf ya tuan, kalau saya membuat masalah." ucap Safira.
__ADS_1
"Tenang saja, aku sudah mengerti." jawab Satria.
"Sebenarnya saya bingung. karena pria itu telah melukai saya." jawab Safira.
"Seorang pria yang tidak bisa mencintai seorang wanita apa adanya memang lebih baik jika dia tidak kita cintai." ucap Satria.
Safira sedikit tersenyum saat mendengar jawaban dari Satria. "Dulu saya mencintai pria itu dengan sepenuh hati saya, tuan." jawab Safira.
"Jadi wanita itu adalah sahabatmu?" tanya Satria kepada Safira.
"Iya Tuan, dia adalah sahabat saya semenjak sekolah SMA. namun semuanya berubah drastis, rasa sakit dan cinta itu semuanya terasa menghilang. saya percaya kepadanya selama bertahun-tahun namun ketika saya mendapatkan sebuah kebahagiaan tapi kebahagiaan itu telah dihancurkan." ucap Safira.
Satria baru mengerti Bagaimana kehidupan Safira, wanita itu begitu sakit dengan semua yang terjadi.
* Satu Minggu Kemudian *
BRAKKK...
Putri terlihat menarik barang yang di bawa Safira.
"Ada apa dengannya." ucap beberapa pegawai yang melihat putri menarik barang yang dibawa oleh Safira.
"Kalian tidak tahu ya kalau wanita kurang ajar dan wanita brengsek ini terus menerus mengganggu suamiku." teriak Putri dengan suara yang begitu keras.
"Kamu itu ngomong apaan sih, Putri?!" seru para karyawan.
"Dengarkan aku baik-baik, kalian harus berhati-hati dengan pasangan kalian. kalian tidak tahu kan kalau wanita yang ada di depanku ini adalah seorang pengganggu, dia itu adalah pelakor, pelakor!!" seru Putri yang terlihat menunjuk Safira. wanita itu hanya diam saja, Safira tidak ingin dirinya terlihat seperti orang bodoh. Namun karena perlakuan Putri seperti itu hal itu membuat Safira memutuskan untuk memberikan pelajaran kepada Putri.
"Siapa yang seharusnya dipanggil sebagai pelakor, aku atau dirimu?" tanya Safira yang membuka suara.
"Kamu, kamulah wanita pelakor yang berusaha untuk mengambil suami orang lain." jawab Putri.
Safira kembali tersenyum, sesaat kemudian wanita itu terlihat berjalan mendekati Putri. "Seorang wanita yang sudah menghianati sahabatnya, seorang wanita yang sudah berbohong kepada sahabatnya, seorang wanita yang ternyata adalah seorang pelakor sejati, berpura-pura baik namun di belakang kau begitu busuk. berpura-pura baik namun di belakang kau berhubungan dengan suami orang." ucap Safira yang membuat para pegawai yang ada di perusahaan itu nampak kebingungan.
Memang benar para pegawai yang ada di perusahaan itu masih belum mengetahui kalau Safira adalah mantan istri dari Rudi.
"Dasar pembohong, tidak tahu diri!" seru Putri.
"Karena kamu sudah mengatakan hal itu.., baiklah. apa aku harus mengatakan mengenai kebenaran itu?" tanya Safira yang membuat Putri terdiam.
__ADS_1
"Memangnya kebenaran mengenai apa, Bu Fira?" tanya para pegawai.
"Sebenarnya aku ingin menutupi semua masa lalu ini karena aku tidak ingin membuat masalah dan keributan. Namun ternyata wanita ini lebih memilih untuk membuat keributan di perusahaan." ucap Safira.
"Bohong, dia ini pembohong!!" teriak Putri.
"Buat apa aku berbohong, Aku tidak sepertimu seorang wanita yang sudah membohongi temannya. seorang wanita yang mengaku sebagai sahabat Namun ternyata kamu sudah membohongiku, kamu mengatakan kalau dirimu itu adalah seorang sahabat namun nyatanya kamu membohongiku." ucap Safira.
"Memangnya Bu Vira Ini siapa?" tanya para karyawan.
"Namaku adalah Safira, Aku adalah sahabat wanita itu dan aku dulunya adalah mantan istri dari Rudi." jawab Safira yang membuat para karyawan benar-benar sangat terkejut.
"Safira, istrinya Mas Rudi?" tanya para karyawan Wanita.
"Benar, namaku adalah Safira. Aku adalah mantan istri dari Rudi, seorang teman yang begitu Aku percaya ternyata menikungku, membohongiku bahkan mengambil suamiku. mereka berhubungan selayaknya seorang suami istri sebelum mereka menikah, mereka melakukan hal buruk itu di belakangku. Aku percaya namun karena kepercayaan bodoh itu membuat aku terluka."'ucap Safira yang membuat para pegawai yang ada di perusahaan otomotif benar-benar sangat terkejut.
Mereka tidak pernah mengetahui siapa sebenarnya istri dari Rudi, namun sekarang mereka tahu kalau Putri adalah orang ketiga dalam hubungan Rudi dan istrinya.
"Bohong, Dasar pembohong!" teriak Putri.
"Kenapa aku harus berbohong, bahkan aku melihat dengan kedua mataku kalian telah berhubungan di rumahku. aku melihat bagaimana kalian membohongiku bahkan kalian telah berzina berulang kali. kalian membuatku tertekan kau membuatku hampir kehilangan nyawa, Kau adalah wanita brengsek kau adalah iblis, kau adalah pelakor binal!!" seru Safira yang membuat para karyawan yang ada di perusahaan itu seketika mengetahui siapa sebenarnya Putri.
"Dasar wanita pembohong!!" seru Putri.
"Kaulah yang pembohong, dasar wanita pelakor." jawab Safira yang kemudian memberikan sebuah tamparan kepada Putri.
PLAKK..
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian