KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Curahan hati Aisyah


__ADS_3

"Sebenarnya tadi Saya tidak sedang makan siang, tuan." jawab Aisyah.


DEG..


seketika jantung Ivan terhenti saat mendengar jawaban dari Aisyah.


"Jika tidak dari makan, lalu kamu dari mana?" tanya Ivan.


"Heh..," terlihat Aisyah menghela nafasnya dengan sangat kasar. wanita itu menatap Ivan sembari menghela nafasnya kembali. Ivan berdiri pria itu menarik salah satu kursi kemudian duduk di depan meja Aisyah.


"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang terjadi denganmu?" tanya Ivan.


Aisyah terdiam, sesaat kemudian wanita itu menatap Ivan.


"Aku tadi bertemu dengan mbak Zaskia, Tuan." jawab Ivan.


"Zaskia?" tanya Ivan.


"Iya, saya tadi bertemu dengan mbak Saskia dan wanita itu benar-benar marah kepada saya." jawab Aisyah.


"Memangnya Apa yang kamu lakukan sehingga membuat kakakmu marah?" tanya Ivan yang membuat Aisyah menggelengkan kepalanya.


"Dari dulu sampai sekarang Mbak Zaskia selalu bersikap semena-mena terhadap saya, tuan. dia selalu menganggap saya lebih rendah, selalu menganggap saya sebagai pembantu atau apapun yang bisa dia tindas." jawab Aisyah.


DEG...,


Ivan benar-benar sangat terkejut dengan perkataan Aisyah, pria itu tidak pernah memikirkan kalau kekasihnya tersebut selalu memperlakukan adiknya dengan begitu buruk. walaupun seperti itu Aisyah tidak pernah sekalipun berusaha untuk melawan atau melakukan sesuatu kepada kakaknya tersebut.


"Lalu, apa yang harus kamu lakukan, Aisyah?" tanya Irfan.


"Saya tidak ingin melakukan apapun, Tuan. tapi terkadang saya tidak suka dengan semua yang dia lakukan, Saya juga manusia tuan. saya juga mempunyai hati dan perasaan, saya tidak ingin disakiti seperti ini, saya tidak ingin dianggap sebagai sesuatu yang menjijikkan." ucap Aisyah yang membuat Ivan benar-benar baru mengetahui bagaimana perasaan yang dimiliki oleh Aisyah selama ini. bahkan Ivan juga baru mengetahui bagaimana sikap yang dimiliki oleh Zaskia kepada adiknya. memang terkadang dulu saat Aisyah ingin berbicara dengan Ivan, Zaskia selalu menyuruh adiknya untuk masuk seolah wanita itu adalah hama atau parasit yang harus dia usir.

__ADS_1


"Oh ya, apakah kamu sudah selesai mengatakan semua pemikiranmu?" tanya Ivan yang membuat Zaskia sedikit terkejut sekaligus takut jika tiba-tiba Ivan marah dengan semua kata-kata yang diucapkan mengenai kakaknya tersebut.


"Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan, Aisyah. namun sebagai seorang wanita kamu mempunyai hak untuk melawan Jangan biarkan orang lain menganggapmu sebagai sesuatu yang hina. Jangan mau kamu dianggap sebagai sampah oleh orang lain bahkan saudaramu sendiri. Kamu mempunyai kehidupan yang harus kamu jalani, kamu mempunyai masa depan yang harus kamu capai, Jika kamu selalu mengalah pada kakakmu maka apa yang terjadi Kamu tidak akan bisa mempertahankan semua yang kamu miliki. Kamu tidak akan pernah mendapatkan apa yang ingin kamu capai." jawab Ivan.


"Apakah Tuan tidak marah dengan kata-kataku tadi? kata-kata yang menghina Kakakku tadi?" tanya Aisyah.


"Buat apa, aku juga capek dengan semua perilaku yang dimiliki oleh kakakmu itu. aku sudah capek dengan semua keegoisannya, kami berpacaran selama 2 tahun tapi tidak pernah sekalipun dia mau mengerti Bagaimana kehidupanku dan kondisiku. yang dia tahu hanyalah mementingkan egonya semata, dia bahkan tidak pernah mencari tahu bagaimana aku kondisiku bahkan yang dia katakan hanyalah bersenang-senang dan semua keinginannya yang harus aku penuhi." jawab Ivan sembari memijat kepalanya.


Tiba-tiba Aisyah tertawa terbahak ketika mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Ivan, bukan apa-apa sih tapi apa yang dikatakan Ivan itu seperti yang ada di pikiran Aisyah juga.


"Tuan tahu, kita ini seperti orang-orang yang sedang curhat dengan semua permasalahannya. kita ini seperti dua orang yang sedang patah hati." ucap Aisyah yang membuat Ivan malah juga ikut tertawa.


Setelah kejadian itu Aisyah sudah memikirkan semua mengenai Jalan hidupnya, dia tidak akan lagi mau mengalah dengan kakaknya. dia tidak akan mau tahu bagaimana saudaranya tersebut dia tidak ingin selalu ditekan oleh Zaskia.


Beberapa hari setelah kejadian itu Ivan sudah tidak lagi menyewakan rumah susun untuk Zaskia, pria itu sudah memberitahu Zaskia kalau dirinya tidak akan menanggung semua kehidupan Zaskia di kota. apalagi Ivan juga ditelepon oleh orang tua Zaskia mengenai putrinya tersebut, orang tua Zaskia menginginkan agar Zaskia belajar menjadi seorang wanita yang luar biasa bukannya seorang wanita yang selalu berusaha untuk dimengerti oleh orang lain tanpa mau mengerti mereka.


Waktu mulai berjalan Aisyah dan Ivan juga Mulai semakin dekat, Herman yang berusaha untuk mendekati Aisyah pun dia juga berpikir kalau Ivan mempunyai perasaan kepada Aisyah.


* Satu bulan kemudian *


"Aku nggak bisa lho Mas, Hari ini aku ada acara sama Indah." jawab Aisyah.


"Memangnya Kalian mau ke mana?" tanya Herman kepada Aisyah.


"Aku mau ke tempat Pak Gunawan untuk menemani Indah ke sana." jawab Aisyah.


"Tapi itu kan Indah sama Irfan, Memangnya kenapa kamu mau ikut ke sana?" tanya Herman.


"Kasihan Indah tidak punya teman kalau di sana. Jadi dia minta padaku untuk menemaninya." jawab Aisyah.


"Oh begitu ya, Ya sudah kalau begitu." ucap Herman yang terlihat sedikit kecewa dengan kata-kata yang diucapkan oleh Aisyah. dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, karena Aisyah harus pergi ke tempat Gunawan bersama dengan temannya sekaligus kekasih dari direktur perusahaan G2.

__ADS_1


Di tempat lain terlihat Safira dan Gunawan sedang membicarakan mengenai keinginan mereka untuk melamar Indah untuk Yufan, sedangkan Gunawan mempunyai suatu pemikiran yang akan membuat Safira juga menyetujuinya.


"Oh ya sayang, sebenarnya Mas mempunyai pikiran ini sudah lama sih..," ucap Gunawan.


"Memangnya ada apa Mas?" tanya Safira.


"Bagaimana kalau kita juga melamar, Aisyah untuk putra kita Ivan?" tanya Gunawan kepada sang istri.


"Maksud mas, kita melamar Aisyah untuk Ivan?" tanya Safira.


"Iya, Papa lebih suka wanita itu daripada kakaknya. lagi pula mereka kan sudah putus lama. Jadi tidak apa-apa dong kalau kita melamar Aisyah buat Putra kita?" tanya Gunawan yang membuat Safira sedikit menganggukkan kepalanya.


"Apa yang Mas katakan itu ada benarnya juga sih, memang aku suka dengan Aisyah dengan semua tutur katanya, kebaikannya Bahkan dia selalu tersenyum kepada semua orang." jawab Safira.


"Bagaimana kalau kita melamar Aisyah setelah melamar Indah?" tanya Gunawan yang membuat Safira tersenyum.


"Tidak apa-apa sih, bagus juga itu rencananya. lagi pula Ivan sama wanita itu kan sudah putus lama kalau kita meminta Aisyah untuk menjadi menantu kita itu juga tidak apa-apa kan?" tanya Safira yang terlihat tersenyum dengan ide cemerlang yang dikatakan oleh suaminya tersebut.


Setelah mengatakan semua itu akhirnya secara sembunyi-sembunyi Safira dan Gunawan berbelanja untuk melamar Aisyah juga, mereka tahu kalau Ivan mempunyai perasaan kepada Aisyah namun pria itu selalu saja menutupi perasaannya karena takut Aisyah tidak mau menerimanya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2