KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Satria di usir warga


__ADS_3

"Pergi dari sini!!" seru para tetangga.


"Safira, kamu harus pergi denganku. kalau kamu terus berada di sini kamu akan menderita." ucap Satria.


"Pergilah Tuan Satria, walaupun Kami tidak kaya raya Kami bahagia. aku suamiku dan anak-anakku kami semua hidup bahagia." ucap Safira.


"Kamu di sini tidak mempunyai apa-apa, lebih baik kamu ikut aku." ucap Satria.


Para warga yang geram dengan semua yang dilakukan oleh Satria seketika mereka meminta Satria untuk segera pergi dari tempat itu. "Pergi Kalian jangan pernah mengurus urusanku!!" seru Satria.


"Pergi dari sini, Tuan. jika tidak kami akan menyeret kalian semua dari sini, kalian itu adalah orang-orang yang tidak tahu diri kamu pria pembinor pria yang suka bini orang!!" seru para pria yang ada di desa tersebut karena Satria terus-menerus berusaha untuk melakukan sesuatu.


Akhirnya para warga sangat geram, seketika mereka menarik paksa orang-orang yang tiba-tiba datang dan membuat keributan, Irfan menarik tubuh Satria sedangkan ketiga bodyguard-nya tentu saja melindungi tuannya.


"Kita Hajar saja rame-rame, sekalian kalau perlu kita buat sekarat Mereka!!" seru para warga.


Sesaat kemudian terlihat Pak lurah datang ke tempat tersebut, karena beberapa warga takut jika terjadi sesuatu. "Sebaiknya anda pergi dari sini, tuan. Anda datang-datang membuat keributan." ucap pak lurah.


"Diam kalian, kalian itu para orang-orang miskin!!" seru Satria.


"Memang kami miskin tapi kami mempunyai malu, tidak sepertimu seorang pria yang tidak mempunyai malu sama sekali. sudah datang tiba-tiba setelah itu ingin mengambil istri orang lain!!" seru ibu-ibu yang membuat Satria nampak terdiam.


Semuanya seperti cerita dalam sinetron seorang pria mencoba untuk mencari perhatian si wanita.


"Pergi dari sini, jika tidak aku akan melaporkan kalian ke polisi!!" seru Pak lurah dan para warga yang menarik Satria dan anak buahnya. mereka berempat benar-benar dipermalukan.


Irfan adalah orang pertama yang mengancam bodyguard Satria. "Tuan, lebih baik kita pergi dari tempat ini. Apakah Tuan tahu pria yang ternyata bersama mereka itu adalah bodyguard yang sangat disegani di kalangan kami." ucap anak buah Satria.


"Memangnya kenapa? kalian takut sama dia, Kalian takut dibunuh sama mereka?" tanya Satria.


"Pria itu adalah pria yang berbahaya, Tuan. lebih baik kita pergi dari sini Jika anda masih bersih kuku di sini maka anda akan menyesal di kemudian hari." ucap tiga anak buah Satria yang kemudian meminta bosnya untuk segera masuk mobil.


Safira benar-benar tidak pernah menyangka kalau Satria tiba-tiba datang dan mengatakan semua perkataan yang tidak bermutu tersebut. "Kamu tidak apa-apa, Fira?" tanya para warga.


"Tidak apa-apa, Bu." jawab Safira.


"Itu orang mulutnya minta diplester sama lem lalat apa." ucap salah satu wanita.


"Iya itu orang tampan-tampan tapi mulutnya itu seperti tong sampah." cibir ibu-ibu yang lain Irfan mencoba untuk menenangkan Gunawan karena yang terlihat Gunawan dari tadi menahan emosinya.

__ADS_1


"Lebih baik Tuan jangan menghiraukan semua ini, kita hanya perlu waspada Saya yakin pria itu suatu saat akan kembali ke sini dengan semua rencana liciknya." ucap Irfan.


"Entah mengapa ya Beberapa hari ini ada orang-orang yang sangat aneh." ucap pak lurah.


"Memangnya ada apa Pak lurah?" tanya salah seorang ibu.


"Kemarin ada seorang pria yang katanya kemarin mau menemui seseorang di rumah Safira, tapi setelah sampai di sini dia langsung pulang." jawab pak lurah.


"Siapa dia Pak lurah?" tanya Safira.


"Nggak tahu sih, Tapi kalau bapak mencoba mengingatnya dulu dia pernah ke sini cuma sekali. waktu membawamu ke Jakarta itu loh." jawab Pak lurah.


Safira mencoba untuk mengingat siapa pria yang dimaksud oleh Pak lurah. "Apa Mas Rudi?" tanya Safira.


"Maksudmu sayang?" tanya Gunawan kembali .


"Mungkin yang datang ke sini itu mas Rudi, Mas." ucap Safira.


"Jadi Satria datang ke sini pasti diberi tahu oleh pria brengsek itu." ucap Gunawan.


"Entahlah Mas, aku tidak tahu." jawab Safira.


Akhirnya setelah hari itu Safira benar-benar harus waspada dengan semua keadaan.


** Lima tahun kemudian **


5 tahun sudah berlalu Safira dan Gunawan masih berada di desa kelahiran Safira. sekarang si kembar sudah sekolah SMP, terlihat kedua bocah itu sudah mendapatkan seorang adik perempuan yang diberi nama Sheila seorang bocah berusia 4 tahun.


"Mama!!" seru Sheila yang baru masuk ke rumah Ada apa Sayang jawab Safira Sheila nampak memanyunkan bibirnya bocah kecil itu membawa dua biji pisang.


"Ada apa Sheila, Kenapa tiba-tiba mukanya seperti itu?" tanya Safira.


"Mama, Paman Irfan ada di mana?" tanya Sheila.


"Paman Irfan ada di peternakan, Sayang. memangnya ada apa sih?" tanya Safira kembali.


"Aku benci sama abang Yufan dan abang Ivan!" seru Sheila.


"Memangnya kenapa?" tanya Safira.

__ADS_1


"Masa tadi kakak abang Ivan dan abang Yufan bilang kalau mau mengajak Sheila main-main. tapi sekarang mereka menghilang!!" seru Sheila yang membuat Safira tersenyum.


"Jangan seperti itu, sayang. Kakak kan lagi ada acara di sekolah mereka, jika mereka bermain sama kamu nanti kakak dimarahi sama bu guru." Safira yang mencoba untuk menjelaskan kepada putrinya.


"Kalau begitu Sheila mau ke tempat Papa saja, Sheila mau bermain sama papa!" seru Sheila yang terlihat ngambek kepada ibunya.


Sudah 5 tahun kehidupan berjalan dengan semua lika-liku dan cerita mereka, hari ini Safira kedatangan seorang tamu istimewa, seorang wanita bersama beberapa wanita ke tempat tersebut.


"Assalamualaikum!!" seru beberapa orang yang sudah berada di depan rumah Safira.


"Waalaikumsalam." jawab Safira.


"Siapa ma?" tanya Sheila.


"Mama Kurang tahu, Mama keluar sebentar biar tahu." jawab Safira.


Sesaat kemudian terlihat Safira keluar dari rumahnya, wanita itu menatap tiga wanita yang sedang memunggungi dirinya. "Iya ada apa Ya?" tanya Safira.


Salah satu dari tiga wanita itu nampak menoleh, dia tersenyum kepada Safira sembari melambaikan tangannya. "Ya Allah, Bu Esti!!" seru Safira yang kemudian membuka pagar rumahnya. di sana sudah ada Bu Esti Amelia dan Lala.


"Halo Safira!!" seru Amel yang sudah masuk ke dalam rumah Safira.


Sheila yang melihat hal itu nampak gadis kecil itu menoleh menatap ibunya. "Siapa Mereka Mama?" tanya Sheila.


"Masuk dulu, ayo!!" seru Safira yang mempersilahkan Bu Esti, Amel dan Lala untuk segera masuk. saat berada di dalam rumah tatapan mata ketiga wanita itu menatap rumah sederhana yang pernah mereka kunjungi bersama Safira dahulu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


__ADS_2