
Setelah dari perusahaan sore itu akhirnya Yufan menjemput sang isteri di minimarket.
"Mas." panggil Indah.
"Sayang." panggil Yufan.
"Aku kira Kamu tidak akan menjemputku, Mas." ucap Indah.
"Kok tidak dijemput sih, Memangnya kamu mau dijemput siapa?" tanya Yufan sembari tersenyum kepada Indah.
Sesaat kemudian datanglah sepasang suami istri yang lain yang juga masih dalam posisi berbunga-bunga, Siapa lagi kalau bukan Aisyah dan Ivan. "Kamu belum pulang, Indah?" tanya Ivan.
"Belum Mas, ini mau pulang sama Mas Yufan." jawab Indah.
"Kalian lagi ngapain di sini?" tanya Yufan kepada Aisyah dan Ivan.
"Tentu saja mau belanja, mau apa lagi di minimarket? kamu kira kami mau menculik istrimu apa." jawab Ivan sambil mencibir kan bibirnya.
"Kalau kamu mau menculik istriku, lalu istrimu mau di kemanain?" tanya Yufan yang membuat Aisyah mencubit pinggang sang suami.
Suara canda tawa dan perbincangan ringan kedua orang itu nampak membuat suasana semakin hidup. setelah itu akhirnya yufan dan indah kembali pulang, sedangkan Aisyah dan Ivan melanjutkan berbelanja. ketika mereka berada di dalam mobil ponsel Yufan terus menerus berdering. Hal itu membuat Indah menatap ponsel sang suami yang dari tadi berbunyi tanpa henti.
"Siapa yang menelpon sih, Mas?" tanya Indah.
"Nggak tahu sayang, kamu jawab saja. Mas kan lagi nyetir." jawab Yufan.
Sesaat kemudian indah menjawab panggilan telepon dari seseorang dan ternyata orang yang menelpon itu adalah melodi.
"Iya, halo selamat sore." indah yang menjawab panggilan telepon dari seseorang.
"Kenapa kamu yang menjawab, Di mana pemilik ponsel ini?" tanya Melodi kepada Indah.
"Yang punya ponsel lagi menyetir, Mbak. ini siapa ya, saya istri dari yang punya ponsel ini. Apakah ada sesuatu yang ingin dibicarakan?" tanya Indah dengan kata-kata yang begitu lembut.
"Kalau begitu nanti saja aku telepon satu jam lagi." ucap melodi yang kemudian mematikan ponselnya.
Terlihat Melodi yang berada di sebuah tempat Wanita itu benar-benar sangat kesal luar biasa, karena yang menjawab telepon tersebut bukan Yufan melainkan istrinya.
"Siapa yang telepon, Sayang?" tanya Yufan kepada sang istri.
"Entahlah Mas, kelihatannya seorang wanita." jawab Indah. ya sudah kalau begitu Jangan terlalu dihiraukan, matikan saja ponselnya." ucap Yufan.
"Sudah dimatikan sama orangnya." ucap Indah yang kemudian menatap sang suami.
__ADS_1
"Mas, Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Indah kepada sang suami.
"Iya Sayang, ada apa." jawab Yufan.
"Wanita yang menemuimu di perusahaan tadi siapa namanya, Mas?" tanya Indah kepada Yufan.
"Oh, wanita yang kamu temui tadi?" tanya Yufan kembali.
"Iya Mas." jawab Indah.
"Namanya Melodi." jawab Yufan.
"Melodi?" tanya Indah.
"Iya, namanya Melodi. Memangnya ada apa, Sayang?" tanya Yufan yang membuat Indah hanya menggelengkan kepalanya.
"Kalau dari yang aku lihat sorot matanya mengatakan kalau wanita itu menyukaimu ya Mas?" tanya Indah yang membuat Yufan menggelengkan kepalanya.
"Entahlah Sayang, memangnya ada apa?" tanya Yufan yang sedikit kebingungan sekaligus takut jika sang istri memiliki perasaan curiga kepadanya.
"Sebagai seorang wanita aku dapat melihat sorot mata penuh dengan kekaguman juga sorot mata penuh dengan pengharapan di mata wanita itu, Mas." jawab Indah.
"Kenapa kamu mengatakan hal itu?" tanya Yufan kembali.
"Aku kan sudah bilang sebagai sesama wanita aku bisa melihat wanita itu ketika menatapmu, tatapan mata yang penuh kekaguman. ada cinta juga ada perasaan ingin memiliki." jawab indah yang membuat Ivan seketika tersenyum.
Sesaat kemudian akhirnya mereka berdua sudah berada di rumah, nampak Indah dan Yufan membersihkan diri mereka kemudian ke ruang tamu.
"Mas mau ke rumah Papa sama Mama, kamu mau ikut tidak?" tanya Yufan.
"Iya mau Mas." jawab Indah.
"Ya sudah, Ayo kita ke rumah Papa. karena ada sesuatu yang ingin aku katakan sama Papa." jawab Yufan yang kemudian menggandeng tangan sang istri ketika berada di rumah Gunawan.
"Papa, mama!" seru Yufan ketika berada di rumahnya.
"Kalian sudah datang." seru Gunawan.
"Iya, pa." jawab Indah.
"Kalian masuklah terlebih dahulu karena di dalam sudah ada Aisyah sama Ivan." ucap Gunawan.
"Aku kira mereka belum datang, pak. soalnya tadi kami ketemu di minimarket." ucap Yufan.
__ADS_1
"Sudah masuk sana bantu Mama masak, lagi pula ada tamu spesial yang datang hari ini." ucap Gunawan yang membuat Ivan sedikit tersenyum.
"Oh ya Pa, nanti aku akan membicarakan sesuatu dengan Papa sama Mama, bisa kan?" tanya Yufan.
"Bisa, kamu masuk dulu Papa mau cuci tangan Setelah itu kita bicara di kantor." jawab Gunawan yang kemudian membersihkan tangannya.
Aisyah dan indah berada di dapur untuk membantu Safira sedangkan Gunawan Yufan dan Ivan sedang berada di kantor yang ada di rumah.
"Ada apa Ivan?" tanya Gunawan.
"Kelihatannya apa yang Papa pikirkan itu benar adanya." ucap Yufan.
"Memangnya ada apa?" tanya Gunawan kembali.
"Orang yang berkerjasama dengan kita itu kemungkinan besar dia adalah tuan Satria, kalau dari beberapa foto lama kita dan tulisan tangan yang aku lihat kelihatannya dia benar-benar Tuan Satria, pa." jawab Yufan.
"Apakah kamu yakin?" tanya Gunawan.
"Benar Pak saya yakin, bahkan pria itu sudah memasukkan orang kepercayaannya untuk bekerja sama dengan kita." jawab Yufan.
"Maksudmu?" tanya Gunawan.
"Dia memasukkan seorang wanita yang katanya sebagai sekretarisnya, namanya Melodi Wanita itu sangat pandai berbicara sangat pandai mengambil hati orang bahkan wanita itu bisa dibilang wanita licik." jawab Yufan.
"Kalau itu benar maka kamu harus berhati-hati dengan pria itu, Yufan. aku yakin dia ingin menghancurkan dirimu, jika tidak dia pasti akan membuat anak buahnya untuk mendekatimu." ucap Gunawan.
"Kemungkinan besar sudah, Dia memasukkan anak buahnya untuk mendekatiku agar bisa mendapatkan kepercayaanku." jawab Yufan.
"Dari dulu sampai sekarang pria itu tidak berubah, entah apa kesalahan Papa sudah hampir 20 tahun ini dia selalu menyerang Papa. Papa tidak ingin tinggal diam untuk sekarang ini, Papa tidak akan membiarkan rumah tangga Papa ini hancur. Oh ya Yufan kamu harus berhati-hati untuk menghadapi pria itu, pria itu bukanlah pria sembarangan. Dia mempunyai kekayaan luar biasa Jadi jika kamu menghadapi pria itu kamu harus membuat strategi yang bagus. jika kita hanya menggunakan strategi asal-asalan kemungkinan besar kita tidak akan bisa mengalahkan orang itu karena Satria adalah orang licik, bahkan pria itu bisa melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan." ucap Gunawan.
"Tenang saja Pa, aku sudah bisa membaca rencana pria itu, jadi nanti kita akan kumpulkan para istri kita untuk membahas masalah ini." jawab Yufan.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan