KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Kok aku di sini


__ADS_3

"Apa kamu yakin tidak mau makan apa apa atau makan sesuatu yang kamu inginkan?" tanya Safira.


"Sudah, kita makan yang ada aja." jawab Gunawan yang kemudian menarik tangan Safira.


Pernikahan selama 1 tahun lebih itu tanpa interaksi sama sekali, namun sekarang terlihat Gunawan bersikap begitu aneh kepada Safira hingga membuat Safira kebingungan untuk menerima sikap yang dilakukan oleh Gunawan.


"Kita punya makanan apa Papa?" tanya Ivan.


"Ada popcorn, kue sama jus jeruk." jawab Gunawan.


Entahlah Safira tiba-tiba saja menatap Gunawan terus-menerus, ada sesuatu yang aneh nggak membuat wanita itu menatap Gunawan tanpa mengedipkan Mata sama sekali.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu terus, Apakah ada yang aneh?" tanya Gunawan.


Tentu saja ada yang aneh, perlakuan Gunawan seharian ini begitu berbeda dari biasanya. Entahlah Safira tidak ingin tenggelam dalam suasana hari ini hingga membuat besok suasana yang begitu indah itu akan hilang dalam sekejap mata.


"Ya sudah kalau begitu, kalian lihat televisi sama papa ya. Mama ngantuk banget." ucap Safira yang kemudian hendak berdiri.


"Kamu mau ke mana?" tanya Gunawan.


"Mau tidur." jawab Safira.


"Nggak usah pergi, tidur aja di sini." ucap Gunawan yang kemudian menarik tangan Safira hingga membuat Safira terduduk di pangkuannya.


DEG..


DEG..


jantung Safira dan Gunawan berdebar begitu kencang saat kedua orang itu saling menatap satu sama lain, kedua pasang mata mereka saling berpandangan. Hal itu membuat si kembar langsung tersenyum sembari menjahili papa dan mamanya.


"Cie, cie..,Papa dan Mama pacaran ya!!" seru Yufan dan Ivan yang membuat kedua orang itu bersikap malu-malu kucing.


"Apaan sih, kalian ini masih kecil kok bicara seperti itu." ucap Safira yang kemudian duduk di samping Gunawan.


"Sini tidur," Gunawan yang kemudian menaruh Safira kepala Safira di pundaknya.


Entahlah ketika pria itu berangkat ke puncak apa yang dia minum hingga membuat sikatnya benar-benar berubah 100 derajat. Safira yang benar-benar begitu mengantuk akhirnya wanita itu tidak mampu lagi untuk membuka matanya, dalam sekejap saja Safira sudah memejamkan matanya Gunawan yang melihat hal itu tentu saja pria itu langsung tersenyum.


"Kalian kalau berteriak jangan keras-keras, Mama sudah tidur." ucap Gunawan yang memperingatkan kedua putranya.


"Cepet banget sih Mama udah tidur, Pa?" tanya si kembar.

__ADS_1


"Tuh Mama udah tidur mau diapakan lagi." jawab Gunawan yang kemudian meminta si kembar untuk tidak berteriak.


Terlihat Gunawan menatap Safira dengan tatapan mata yang begitu lembut, Baru kali ini Gunawan bisa melakukan hal itu. salah satu tangan Gunawan nampak mengalihkan posisinya, pria itu menaruh Safira di dadanya.


DEG..


nafas yang begitu memburu jantung yang berdebar begitu kencang, karena baru kali ini Gunawan merasakan sesuatu yang begitu berbeda.


"Aku tidak akan membiarkanmu lepas dariku, aku akan memperjuangkan mu. aku akan membuatmu mencintaiku." ucap Gunawan yang kemudian mencium kening Safira.


Entahlah, Safira sekarang ini sedang bermimpi atau apa, karena sifat Gunawan yang begitu berbeda membuat Safira juga sedikit kebingungan.


"Papa, kami mau tidur ya!!" seru si kembar.


"Kalian tidur saja, Nanti mama biar tidur sama papa." ucap Gunawan yang membuat si kembar langsung terdiam.


"Papa mau tidur sama mama?" tanya si kembar yang juga sedikit kaget karena papanya mau tidur dengan mamanya.


"Sudah, kalian tidur aja masak udah besar nggak berani. Memangnya Kalian mau tidur sama mama terus ya, Lalu kapan giliran papa tidur sama mama." ucap Gunawan yang membuat si kembar nampak terdiam.


"Oke deh, kalau begitu kami tidur berdua ya. Jaga mama ya, Pa!" seru si kembar yang kemudian berlari ke kamarnya.


"Seperti inikah jatuh cinta, seperti inikah mencintai." ucap Gunawan yang terus tersenyum tanpa henti.


Semilir angin malam yang begitu dingin membuat Gunawan meletakkan Safira di ranjangnya. senyum yang begitu menawan membuat Gunawan merasa bahagia, entahlah apa yang terjadi ketika pagi sudah menjelang.


yang penting sekarang mereka berada di kamar yang sama.


KUKURUYUKKKK.....


suara ayam berkokok di pagi hari yang membuat Safira membuka matanya perlahan-lahan.


"Emmmm...," Safira menggerakkan tubuhnya.


"Sayang, ayo bangun." ucap Safira yang meraba tempat tidurnya untuk mencari keberadaan si kembar.


"Yufan, Ivan....," panggil Safira. salah satu tangan Safira terlihat meraba ranjang tempatnya, sesaat kemudian salah satu tangan Safira meraba sesuatu.


"Kenapa tangannya anak-anak kok jadi besar?" guman Safira yang masih memejamkan matanya.


"Ukhhh..," Gunawan yang menggerakkan tubuhnya.

__ADS_1


"Yufan, Ivan." panggil Safira sembari menoleh menatap anak-anaknya yang masih belum bangun. tatapan mata Safira menatap seorang makhluk yang ada di sampingnya, seseorang yang bukan si kembar melainkan ayah dari si kembar.


Safira mencoba untuk memperjelas pandangannya, wanita itu benar-benar melihat Gunawan ada di sampingnya. "Kok dia sih." ucap Gunawan yang terlihat terdiam. Gunawan sendiri yang sudah membuka matanya nampak pria itu tersenyum sembari menatap Safira dan sesaat kemudian...,


"AAAAAAA!!" suara teriakan Safira langsung menggema ketika Safira benar-benar melihat Gunawan berada di tempatnya. "Kok kamu sih!" teriak Safira.


Gunawan membuka matanya, pria itu sudah melihat Safira yang sudah terbangun dari tidurnya. "Kamu sudah bangun?" tanya Gunawan yang bersikap begitu biasa sedangkan Safira benar-benar terkejut dengan kejadian ini.


"Kenapa kamu ada di sini, di mana anak-anak?" tanya Safira yang kebingungan.


"Kenapa harus tanya anak-anak, kamu itu ada di kamarku bukan kamarnya anak-anak." jawab Gunawan yang membuat Safira langsung terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Aku? Lalu kenapa aku di sini?" tanya Safira yang kebingungan sembari menatap ruangan tersebut.


"Mana aku tahu, kamu tiba-tiba udah ada di sini Kok." jawab Gunawan yang terlihat ingin menjahili Safira.


"Tidak mungkin, Seharusnya aku ada di kamar anak-anak." jawab Safira.


"Apa kamu lupa kalau kemarin kamu itu tidur di ruang keluarga lalu ketika aku bangun tiba-tiba kamu ada di sini." ucap Gunawan yang membuat Safira benar-benar begitu panik luar biasa.


"Tidak mungkin kan aku tidur sambil berjalan?" tanya Safira.


"Mana aku tahu." jawab Gunawan sambil tersenyum menatap Gunawan.


Sesaat kemudian Safira langsung meloncat dari kamar tidur itu, wanita itu langsung berlari keluar dari kamar Gunawan hingga membuat Gunawan sendiri tersenyum malu dengan semua yang telah dia perbuat kemarin.


"Lihat saja, setelah ini kamu tidak akan bisa berkutik sama sekali." ucap Gunawan yang kemudian memeluk ranjang bekas Safira tertidur tadi.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


__ADS_2