
Di sebuah tempat Sheila dan paman Ferdi sedang berada di sebuah tempat.
"Bagaimana, paman?" tanya Sheila.
"Kelihatannya kita akan mendapatkan masalah yang cukup luar biasa, Sheila." jawab Paman Ferdi.
"Memangnya ada apa, paman? kenapa wajah Paman seperti itu?" Shela yang melihat wajah Paman Ferdi benar-benar kebingungan.
"Kamu tahu siapa pria yang akan kita hadapi sebagai musuh?" tanya Paman Ferdi dengan tatapan mata yang begitu memusingkan.
"Memangnya siapa, Paman? Kenapa kelihatannya paman ketakutan seperti itu?" tanya Sheila.
Paman Ferdi memberikan beberapa informasi yang sudah dia dapat. "Kalau tidak besok pagi atau siang kita harus segera kembali ke Jakarta, Sheila." jawab Paman Ferdi yang begitu kebingungan dengan kasus yang sekarang sedang dia tangani.
"Kita harus menemui istri dari pria itu terlebih dahulu, paman. kita selidiki masalah ini secara sembunyi-sembunyi, Jangan biarkan musuh-musuh kita menang dan kita kalah." Sheila yang terus berusaha untuk membuat paman Ferdi berubah pikiran.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan? kamu tahu sendiri kan kasus ini ternyata berhubungan dengan salah satu pejabat pemerintahan." ucap Paman Ferdi.
"Kenapa memangnya kalau kita harus melawan pejabat pemerintahan, Paman. jika mereka bersalah mereka harus dihukum. jika mereka tidak bersalah Kenapa kalau kita harus memberikan hukuman kepada mereka. Paman harus tahu kita ini bukanlah orang yang akan takut dengan semua yang sudah mereka lakukan, Paman harus ingat kita berjuang Bukan untuk dikalahkan. kita berjuang untuk memenangkan orang yang tidak bersalah agar tidak dihukum." Sheila yang terus-menerus meyakinkan Paman Ferdi untuk tidak berhenti di tengah jalan.
"Baiklah kalau begitu, Sheila. jika menurutmu seperti itu Paman akan lakukan. Aku yakin apa yang kamu pikirkan itu benar adanya." jawab Paman Ferdi.
"Ya sudah kalau begitu paman, aku akan mencari tahu mengenai wanita itu di rumahnya. paman ingat jangan melakukan apapun sebelum aku kembali." pinta Sheila.
Di sebuah tempat Sheila bertemu dengan seorang wanita sekaligus istri dari seorang pembunuh. "Apa kamu yakin tidak ada yang mengikutimu, Nyonya?" tanya Sheila.
"Tentu saja tidak, Mbak. Tidak akan ada yang mengikutiku karena mereka tidak terlalu memperdulikan aku." jawab si wanita.
"Baiklah kalau begitu, Bisakah kita pergi ke suatu tempat? karena aku tidak ingin kamu dalam bahaya." minta Sheila yang kemudian mengajak si wanita ke sebuah tempat.
__ADS_1
Shela terus berbicara kepada wanita itu mengenai suaminya, wanita itu yakin kalau suami si wanita tidak pernah melakukan pembunuhan ataupun perselingkuhan itu. namun tuduhan yang diberikan kepada suami si wanita membuat suaminya harus mendekam di penjara. apalagi status suaminya hanyalah seorang pekerja kantoran sedangkan suami dari korban adalah seorang pria yang mempunyai status pejabat negara.
"Apa kamu yakin, Nyonya?" tanya Sheila.
"Tentu saja Mbak, aku sangat yakin suamiku tidak akan pernah melakukan hal itu. dia mempunyai penyakit phobia darah, tidak mungkin pria yang mempunyai penyakit seperti itu akan membunuh." jawab si wanita.
"Apakah kamu yakin ataukah itu kata-kata yang diucapkan oleh suamimu?" tanya Sheila.
"Tidak, pertama kali aku bertemu dengan suamiku ketika bus yang dia naikin mengalami kecelakaan. Dia benar-benar sangat ketakutan ketika teman-temannya terluka dan mengeluarkan darah, kedua ketika kami menikah dan aku mengalami kecelakaan, ketiga Ketika aku melahirkan suamiku selalu saja pingsan saat melihat darah hingga anaknya yang terjatuh dan memerlukan perawatan di dahinya pun dia langsung pingsan." jawab si wanita.
Sheila yang mendengar apa yang dikatakan oleh si wanita tentu saja Sheila tidak akan percaya begitu saja, wanita itu meminta bukti-bukti otentik seperti laporan dari rumah sakit atau apapun. si wanita mengeluarkan beberapa laporan medis dari rumah sakit mengenai penyakit yang diderita oleh suaminya tersebut.
"Bisakah kamu mengantarkan aku ke tempat kejadian?" tanya Sheila yang membuat si wanita menganggukkan kepalanya.
Sekitar beberapa menit akhirnya mereka sudah sampai di tempat kejadian pembunuhan. Sheila menatap tempat itu wanita itu berjalan kemudian menyentuh barang-barang yang ada di sana, sebuah pemandangan mengerikan seolah dapat melihat kejadian yang terjadi waktu itu.
"Apakah polisi sudah menyelidiki tempat ini?" tanya Sheila.
Mendengar penjelasan dari si wanita, Sheila langsung memikirkan mengenai sesuatu.
"Bisakah kamu memberikan padaku informasi mengenai suami dari wanita itu." pinta Sheila.
"Baiklah aku akan memberikannya padamu." jawab si wanita.
Seorang pria yang melihat Sheila masuk ke tempat itu, nampak dia menatap Sheila sembari tersenyum.
Seorang pria yang berada di tempat itu, pria itu terus melihat semua yang dilakukan oleh Sheila. "Tempat kejadian ini adalah tempat yang sangat ramai. jika suamimu benar-benar membunuh wanita itu di sini Kenapa tidak ada yang melihatnya? itu sangat tidak masuk akal." ucap Sheila yang terus memikirkan begitu banyak kejanggalan.
"Kamu benar Mbak, kenapa aku tidak memikirkannya, ini adalah tempat ramai pasti ada orang lalu lalang di tempat ini, jika suamiku benar-benar membunuh wanita itu kenapa tidak ada yang melihatnya? tapi setelah kejadian itu menyeruak seorang pria mengatakan kalau dia melihat suamiku membunuh wanita itu." jawab si wanita.
__ADS_1
"Tidak mungkin suamimu membunuh di tempat seperti ini , ni adalah area public, Jika dia ingin membunuh kenapa dia tidak mencari tempat yang sepi. tapi jika suamimu dijebak maka pastinya tidak ada rekaman CCTV atau CCTV dimatikan hari itu." pemikiran Sheila yang mulai meraba tempat tersebut .
"Benar Mbak, kata orang-orang yang ada di tempat ini waktu itu CCTV mengalami konslet dan rusak." jawab si wanita.
Melihat ruangan itu akhirnya Sheila mengajak Wanita itu pergi dari sana. "Lebih baik kita pergi dari sini, jika tidak kemungkinan besar ada orang yang tahu mengenai dirimu." ucap Sheila yang kemudian membawa Wanita itu pergi ketika mereka hendak keluar dari ruangan itu tiba-tiba seorang pria muncul di hadapan Sheila dan si wanita.
"Apakah sudah selesai?" tanya Reno yang tiba-tiba sudah berada di tempat itu.
"Mas Reno, Apa yang kamu lakukan di sini, Mas?" Sheila yang begitu bingung ketika melihat Reno tiba-tiba berada di sana.
"Sebenarnya aku mengikutimu." jawab Reno jujur.
"Ya sudah kalau begitu, kami mau keluar sebentar." ucap Sheila yang mengajak si wanita.
"Lebih baik aku pulang sendiri, Kamu pulang saja sama pria ini agar kita bisa memutus pergerakan orang jika mereka mengikuti kita." pinta si wanita.
"Baiklah kalau begitu, ingat kalau ada apa-apa langsung telepon aku dan Jangan bertindak sendiri." pinta Sheila yang diangguki oleh si wanita.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan