KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Wanita bernama Andira


__ADS_3

"Selamat siang!" seru pak Hengky.


"Selamat siang." jawab para dewan direksi dan staf.


"Hari ini saya akan memperkenalkan kalian kepada CEO baru perusahaan ini." ucap pak Hengky.


"CEO baru?" orang-orang yang sedikit kebingungan.


"Mulai saat ini, perusahaan ini akan di pimpin oleh pak Salim Hendrawan." ucap pak Hengki yang memperkenalkan seorang pria yang akan menjadi pemimpin baru di perusahaan tersebut.


Sekitar beberapa jam kemudian rapat itu telah selesai, mulai dari hari ini Safira akan bekerja di bawah pimpinan Salim Hendrawan.


Malam ini Safira terlihat kembali ke rumahnya, wanita itu terlihat menatap Gunawan yang sudah berada di sana.


"Ada tamu ya, mbok?" tanya Safira kepada salah satu pembantu.


"Iya, tadi ada mbak Andira kemari." jawab seorang pembantu bernama mbok Rum.


"Oooo..," jawab Safira.


Saat Safira masuk ke ruang tengah, tatapan mata Safira menatap seorang wanita yang sedang berbincang-bincang dengan Gunawan.


"Kau tahu, Gunawan. kemarin aku senang karena kamu mau keluar sama aku." ucap seorang wanita yang bernama Andira.


"Benarkah?" tanya Gunawan.


"Tentu." jawab Gunawan sambil tersenyum.


Tak pernah sekalipun Safira melihat Gunawan tersenyum kepada siapapun. namun saat ini Safira melihat pria itu tertawa begitu lepas.


"Ada tamu rupanya." ucap Safira yang mendekati Gunawan dan Andira.


"Hai, Safira." panggil Andira.


"Hai." jawab Safira sambil tersenyum.


"Baru pulang, Fir?" tanya Andira kepada Safira.


"Iya, hari ini lembur, soalnya tadi ada Presdir baru di perusahaan." jawab Safira yang kemudian pergi meninggalkan Gunawan dan Andira.


Tatapan mata Andira nampak menatap seorang wanita yang begitu luar biasa.


"Kamu tahu Gunawan, wanita itu sangat luar biasa. bodoh sekali Jika kamu mau melepaskan wanita itu." ucap Andira yang kemudian menatap Gunawan.


Tak ada perkataan yang keluar dari mulut Gunawan, pria itu hanya tersenyum kepada Andira. "Apakah kamu benar-benar tidak mempunyai perasaan sama sekali kepada wanita itu, Gunawan?" tanya Andira.


"Memangnya kenapa aku harus mengatakannya padamu." jawab Gunawan.


"Wanita itu adalah wanita spesial, wanita yang sangat luar biasa. jangan sampai kau melepaskannya, jika kau melakukannya berarti kau adalah pria bodoh." ucap Andira kembali.


"Sudahlah, kamu tidak usah terlalu memikirkan hal itu. lagi pula dia hanyalah wanita yang aku nikahi untuk menjadi Ibu dari anak-anakku." jawab Gunawan.

__ADS_1


"Pernikahan adalah sesuatu yang sakral, Gunawan. Jangan hanya menggunakan alasan itu untuk menikahi seorang wanita, Aku adalah sepupumu aku tahu bagaimana perasaan seorang wanita karena aku juga seorang wanita." ucap Andira.


"Sudahlah, jangan membahas masalah ini. cepat kamu kerjakan pekerjaan yang aku minta kemarin." ucap Gunawan.


"Kamu ini susah sekali diajak berbicara, Gunawan. tapi jika suatu saat wanita itu benar-benar menghilang darimu mungkin saja kamu akan menyesal sampai akhir hayatmu." ucap Andira.


"Sudahlah jangan mengatakan apapun." Gunawan yang terlihat membelokkan kata-katanya.


"Aku tidak bercanda, Gunawan. wanita itu adalah wanita yang spesial, Tuhan mengirimnya untukmu, jagalah dia baik-baik jika ada seorang pria yang sudah mengambilnya darimu maka kamu sendiri akan merasa kehilangan dan bahkan Kamu tidak akan bisa memaafkan dirimu sendiri." ucap Andira.


Gunawan hanya terdiam, pria itu mencoba mengerti apa yang dikatakan oleh Andira. namun terkadang rasa sakit itu membuat Gunawan mencoba untuk tidak memiliki perasaan apapun.


* Satu jam kemudian *


Di ruang makan terlihat Gunawan dan Andira sudah berada di tempat itu, Sedangkan Safira bersama dengan Yufan dan Ivan.


"Mama, buatin masakan seperti ini lagi ya." pinta Yufan.


"Ok." jawab Safira sambil tersenyum.


Tanpa sengaja Andira menatap Gunawan yang sedang memperhatikan Safira yang sedang menyuapi Yufan dan Ivan.


"Fira." panggil Andira.


"Ya." jawab Safira.


"Apa kamu kok cuma menyuapi anak-anak?" tanya Safira.


"Kok papanya anak-anak gak di suapi juga?" canda Andira.


"Hem..," ucap Safira.


"Tuh..," Andira yang menunjuk wajah Gunawan.


"Uhuk..Uhuk..," Gunawan yang tersedak saat Andira mengatakan hal itu.


"Kamu ini ngapain sih, Dira?" Gunawan yang terlihat kesal.


"Jangan bicara gitu, mbak Dira. Nanti tuan Gunawan marah loh...," jawab Safira sambil tersenyum menatap Safira.


"Tuan? kok manggilnya gitu?" tanya Andira.


"Tentu aja, memangnya harus manggil apa?" tanya Safira.


perkataan yang diucapkan oleh Safira membuat Andira mengerti Bagaimana posisi Safira di tempat tersebut. "Kamu bodoh sekali, Gunawan. karena kamu akan melepaskan wanita luar biasa luar biasa Seperti, Dia lihat saja kalau sampai dia diambil orang kamu akan menyesal seumur hidupmu." guman Andira dalam hati.


"Oh ya Safira, atasan barumu itu laki-laki atau perempuan?" tanya Andira yang pura-pura lupa.


"Laki-laki Mbak." jawab Safira.


"Dia masih bujang atau sudah menikah?" tanya Andira yang membuat Safira sedikit bingung.

__ADS_1


"Ya nggak tahu mbak, Dia sudah menikah atau belum. karena aku cuma tahu dia itu atasanku." jawab Safira.


"Aku doain aja kalau pria itu masih lajang, setelah itu..., aku juga berdoa agar pria itu jatuh hati padamu lalu kamu bisa pacaran sama dia." canda Andira yang membuat Gunawan kembali tersedap.


"Uhuk-uhuk." Gunawan yang tersedak makanan akibat terkejut dengan perkataan Andira.


Seketika Safira memberikan segelas air putih kepada Gunawan. "Kalau makan itu jangan terlalu terburu-buru, nanti tersedak." ucap Safira yang membuat Gunawan memalingkan wajahnya.


Setelah beberapa menit kemudian ritual makan mereka sudah selesai, terlihat Safira mengajak anak-anak untuk segera beristirahat.


"Oh ya Mbak, aku mau ngajak anak-anak tidur dulu ya." ucap Safira.


Andira menganggukkan kepalanya, wanita itu nampak melihat kepergian Safira.


"Kamu ini bicara apa sih." ucap Gunawan.


"Memangnya aku bicara apa? aku kan nggak bicara apa-apa." jawab Andira yang kemudian pergi meninggalkan Gunawan.


Gunawan terlihat menghela nafasnya dengan sedikit kasar, kata-kata yang diucapkan oleh Andira serasa masuk ke dalam otaknya. kata-kata Andira terus terngiang di telinganya, seandainya Safira tiba-tiba menemukan seorang pria lalu tiba-tiba juga wanita itu meninggalkan anak-anaknya.., lalu apa yang akan terjadi.


" Satu bulan kemudian *


Dibawa kepemimpinan pria yang bernama Satria Hendrawan, Safira sekarang disibukkan dengan begitu banyak kegiatan.


"Bagaimana menurutmu, Safira?" tanya Satria kepada Safira.


"Pemasaran yang ada di beberapa kota sudah lumayan bagus, Tuan." jawab Safira.


"Besok aku ingin mengajakmu ke salah satu tempat atau yang lebih tepatnya anak perusahaan yang ada di wilayah Batam." ucap Satria.


"Bukankah Batam sangat dengar dekat dengan negara Singapura?" tanya Safira kepada Satria.


"Benar, Memangnya kenapa?" tanya Satria kepada Safira.


"Apa tidak sebaiknya kalau kita melakukan peninjauan di beberapa tempat, Tuan. Dengan begitu kita akan tahu di wilayah mana saja yang mengalami penurunan dan di wilayah mana saja perusahaan ini pemasukannya besar?" tanya Safira yang membuat Satria menganggukkan kepalanya.


"Idemu bagus juga." jawab Satria yang terlihat menyukai apa yang dikatakan oleh Safira.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


__ADS_2