KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Putri ke rumah Bu lurah


__ADS_3

Putri sudah memikirkan sebuah rencana untuk membuat rumah tangga Rudi hancur, dia sudah memikirkan 1000 cara untuk membuat mantan suaminya itu merasakan penderitaan yang sama seperti dirinya.


Pagi itu dengan sengaja Putri pergi ke rumah Pak lurah untuk menyapa Bu lurah, itu semuanya hanyalah akal-akalan dari Putri dia ingin melihat reaksi Rudi setelah bertemu dengannya. Rudi akan membuat sebuah rencana untuk mendekati istri dari mantan suaminya itu, dia akan membuat wanita itu menderita sama seperti dirinya.


"Selamat pagi Bu lurah?!" seru Putri yang sudah berada di rumah.


Pagi di hari Minggu itu terlihat Bu lurah sedang menyiram tanaman yang ada di rumahnya, wanita itu menatap pendatang baru yang ada di desanya. "Kamu mau ke mana?" tanya Bu lurah.


"Ini loh Bu, sebenarnya tadi mau jalan-jalan tapi karena melihat ibu sedang asyik menyiram tanaman jadi aku malah belok ke sini." jawab Putri. Mulut berbicara tapi mata mencari seseorang. "Kok sepi banget Bu?" tanya Putri.


"Iya, kalau hari Minggu seperti ini Suamiku sama anak dan menantuku itu sedang jalan-jalan. kalian tahu kan kalau hari Minggu itu hari yang sangat istimewa bagi mereka semuanya." ucap Bu lurah.


"Kenapa bu lurah ada di rumah?" tanya Putri.


"Males ah capek lari-lari keliling desa, mending ibu ada di rumah memasak sama menyiram tanaman." jawab Bu lurah.


Untuk menunggu kedatangan dari Rudi tentu saja Putri mengajak Bu lurah berbincang-bincang untuk menghabiskan waktu.


"Masuk dulu, Putri. ngapain di luar pagar kayak, ibu ini tidak punya tata krama tamu kok disuruh berdiri di luar." ucap Bu lurah.


"Enggak deh bu, masak pagi-pagi udah ke rumah orang." jawab Putri.


"Nggak papa masuk aja, lagian di rumah enggak ada orang sepi banget." ucap Bu lurah.


Sebuah senyum ditunjukkan Putri ketika Bu lurah mempersilahkan dirinya untuk masuk, tentu saja dengan senang hati Putri langsung masuk ke dalam rumah Bu lurah. dia menatap pekarangan yang masih terlihat luas tersebut.


"Kamu mau teh atau apa? ibu mau buatkan." ucap Bu lurah.


"Nggak usah Bu, Aku mau lihat-lihat tanaman milik ibu." jawab Putri.


Sekitar satu jam kemudian sepasang suami istri tertawa begitu bahagia, sedangkan di belakang mereka Pria tua yang tidak lain Pak lurah nampak tersenyum ketika melihat anak dan menantunya begitu bahagia.


"Rudi, gimana sama tempatmu mengajar?" tanya Pak lurah.


"Alhamdulillah Pak, semuanya dalam kondisi baik." jawab Rudi.

__ADS_1


"Kamu sudah dengar berita mengenai Mas Gunawan yang akan membangun sekolah itu?" tanya Pak lurah.


"Iya Pak sudah, kemarin juga Mas Gunawan sudah berbicara sama saya." jawab Rudi.


"Bagaimana menurutmu? Apa kamu punya teman yang bisa mengajar di sekolah itu?" tanya Pak lurah.


"Insyaallah akan saya bantu Pak, lagi pulang Di sana banyak pengangguran Jadi kalau mereka diberi kesempatan untuk mengajar di sini mungkin mereka mau, Pak." jawab Rudi.


Tatapan mata putri menatap Rudi yang sedang berbincang-bincang begitu santai dan begitu akrab dengan mertuanya tersebut.


"Kelihatannya kamu bahagia sekali mas, kamu bahagia di atas penderitaanku. lihat saja aku pasti akan membuatmu menderita sama sepertiku, kamu dan Safira benar-benar orang-orang brengsek kalian meninggalkanku dalam penderitaan sedangkan kalian mencari kebahagiaan sendiri." guman putri dalam hati.


"Ayo masuk dulu Pak, Mas. aku sudah lapar mau mandi setelah itu makan." ucap Fenty yang kemudian mencium tangan ibunya.


"Lho ada tamu, Bu?" tanya Pak lurah yang membuat Fenty dan Rudi menatap ke arah seorang wanita yang sedang melihat tanaman.


"Iya Pak, Ini tetangga baru kita itu loh yang pendatang baru beberapa hari yang lalu." jawab Bu lurah.


"Oh..., yang beberapa hari lalu memberikan KTP itu ya?" tanya Pak lurah.


Entah mengapa Rudi menatap seorang wanita yang berjongkok sembari menatap tanaman Ibu mertuanya itu. "Siapa wanita ini kenapa aku sepertinya mengenal dia." guman Rudi dalam hati yang terus menetap wanita yang sedang menatap tanaman tersebut.


"Putri, kenalin ini anak dan menantu saya." ucap Bu lurah yang membuat Putri tersenyum dan berdiri menatap pria yang sudah menceraikannya beberapa tahun yang lalu.


Tatapan mata putri dan Rudi saling beradu pandang, Rudi benar-benar sangat tersentak ketika melihat wanita yang ada di tempat mertuanya tersebut. "Ya Allah.., Apa yang dilakukan wanita ini di sini." guman Rudi dalam hati sembari menatap Putri yang sudah ada di tempatnya.


"Oh, jadi kamu namanya Putri?" tanya Pak lurah.


"Bapak ini gimana sih, di ktp-nya aja namanya Putri Masa mau ganti sih." jawab Bu lurah sambil tersenyum.


Fenty menjabat tangan putri sembari tersenyum begitu lebar, sedangkan Rudi yang melihat Mantan istrinya itu tentu saja jantungnya berdebar begitu kencang. Rudi yakin kedatangan Mantan istrinya ke desanya tersebut pasti wanita itu ingin melakukan sesuatu.


"Halo Mas, perkenalkan namaku Putri." Putri yang terlihat mengulurkan tangannya kepada Rudi. sedangkan Rudi sendiri nampak pria itu terdiam dia tidak menyambut uluran tangan putri namun dia hanya mematung serta membisu.


Tatapan mata Rudi menatap Mantan istrinya itu, pria itu melihat wanita yang begitu dia benci.

__ADS_1


"Oh ya Mas, ayo mandi dulu aku sudah gerah nih." ucap Fenty.


"Iya Ayo, Mas juga udah gerah." jawab Rudi yang kemudian berpamitan kepada ibu dan bapak mertuanya.


Tak ada senyum yang ditunjukkan Rudi saat melihat Mantan istrinya tersebut. Namun Putri menunjukkan senyum yang mengisyaratkan dia akan memberikan sesuatu kepada Rudi.


"Oh ya Bu, saya mau pulang dulu ya. Saya mau beli makanan." ucap Putri.


"Makan aja di sini, Ibu sudah selesai masak kok." ucap Bu lurah.


"Tidak Bu, masak nanti sore aku ke sini lagi minta makanan. aku mau beli makanan nanti buat Sore juga." jawab Putri yang kemudian berpamitan kepada Bu lurah dan Pak lurah.


Pak lurah nampak menatap wanita yang ada di rumahnya tersebut, tatapan matanya seolah menelisik pria tua itu melihat sorot mata putri yang menunjukkan ada sesuatu yang dimiliki oleh wanita itu ketika melihat menantunya.


"Mandi dulu sana Pak, baunya ini loh kecium sampai di mana-mana." sindir bu lurah yang membuat Pak lurah malah menggoda istrinya tersebut.


"Nih bau ketiak Bapak lo Bu malah wangi banget." ucap pak lurah yang membuat Bu lurah langsung menyiram suaminya tersebut.


"Bapak itu dari dulu sampai sekarang joroknya itu loh nggak ilang-ilang!!" seru Bu lurah yang membuat Pak lurah langsung berlari begitu kencang dan meninggalkan istrinya.


Suara canda tawa yang terdengar dari rumah Pak lurah benar-benar menyakiti telinga Putri, wanita itu tidak senang dengan semua kebahagiaan yang sudah diperoleh mantan suaminya. ada rasa yang begitu menyakitkan ketika dia mendengar suara canda tawa itu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2