KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Putri marah, Safira bahagia


__ADS_3

"Kamu mau pesan apa?" tanya Rudi kepada Safira.


"Apa saja pokoknya yang bisa aku makan." jawab Safira.


Rudi sedikit tersenyum saat mendapat jawaban dari Safira, wanita itu benar-benar bisa membuat Rudi kembali mabuk kepayang padanya lagi. "Dulu kamu suka sekali dengan makanan yang selalu aku bawakan." ucap Rudi.


"Memangnya aku dulu suka makan apa?" tanya Safira yang berpura-pura.


Sesaat kemudian Rudi memesan dua makanan yang akan dia pesan bersama dengan Safira. ketika mereka sedang bercanda gurau ada seorang wanita yang benar-benar merasakan kebakaran yang sangat luar biasa.


"Lihat saja, aku pasti akan membuat wanita itu merasakan bagaimana rasanya aku gampar dengan kedua tanganku ini." ucap Putri yang kemudian berjalan mendekati Rudi dan Safira.


Hatinya benar-benar terbakar luar biasa, dia sangat marah karena suaminya bersama seorang wanita. padahal dulu dia sendiri menggoda suami orang dan membuat rumah tangga orang lain juga merasakan tersiksa dan hancur.


"Apa kamu yakin kalau istrimu tidak akan marah, Mas Rudi?" tanya Safira.


"Biarkan saja, kalaupun dia marah itu urusannya." jawab Rudi.


"Tapi kalau dia marah dan marahnya itu di depan umum seperti ini, bisa-bisa aku yang marah yang malu." ucap Safira.


"Kalau dia memarahimu aku pasti akan melakukan sesuatu padanya." jawab Rudi.


"Apa kamu yakin? nanti kalau kalian bertengkar, bagaimana? aku tidak enak lho kalau membuat kalian bertengkar." ucap Safira yang kemudian mengambil segelas jus yang sudah diantar oleh seorang pelayan.


"Kalau dia marah aku yang akan marah balik sama dia, kenapa dia harus marah." jawab Rudi yang benar-benar membuat Safira tersenyum.


Sekitar 5 menit kemudian terlihat Putri sudah berada di depan meja tempat Safira dan Rudi, Mas Rudi seru Putri.


"Kamu ngapain ke sini." jawab Rudi yang begitu tenang.


"Kamu ini gimana sih, Mas. kamu bilang aku lagi ngapain, Tentu saja aku mau memarahi wanita gatal yang terus-menerus menggodamu ini!!" seru Putri.


"Jaga bicaramu, Putri." ucap Rudi.


"Bagaimana aku harus menjaga kata-kataku, Lihatlah wanita itu terus menggodamu!" teriak Putri yang membuat orang-orang yang ada di cafe perusahaan langsung menoleh menatap mereka bertiga.


"Pergilah, jangan buat kekacauan di sini." pinta Rudi.


"Kenapa kamu membelanya, Mas?!" seru Putri.


"Aku tidak membelanya, jangan buat masalah di sini." ucap Rudi yang membuat Putri semakin marah.

__ADS_1


Salah satu tangan putri handak menarik rambut Safira, namun Rudi yang melihat hal itu seketika pria itu menepis tangan istrinya yang hendak menjambak rambut Safira.


PLAKK..


"Apa yang kamu lakukan, Mas!" teriak Putri. ketika tangannya ditepis oleh sang suami.


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, apa yang kamu lakukan, berani sekali kamu mau membuat keributan." ucap Rudi.


"Aku tidak membuat keributan, Mas. Seharusnya aku yang bertanya kepada wanita ini dan sekali dia mengganggumu?!" teriak Putri yang membuat Safira hanya menunjukkan senyumnya.


"Kamu akan merasakan apa yang telah aku rasakan, kamu akan sakit seperti sakit yang aku rasakan." guman Safira dalam hati.


"Sudahlah, lebih baik aku pergi dulu jika tidak istrimu itu akan marah dan melakukan sesuatu padaku." ucap Safira yang kemudian berdiri dan meninggalkan Rudi yang sudah memesan makanan.


Langkah Safira pergi meninggalkan meja tempatnya dan putri, namun ketika dia berada di samping Putri wanita itu menunjukkan senyumnya yang seolah senyum itu benar-benar mengejek.


"Kamu akan merasakan sakit yang lebih parah daripada sakit yang aku rasakan." bisik Safira yang kemudian pergi meninggalkan Putri yang benar-benar kesal dengannya.


"Ayo kita pergi, Mas!" seru Putri.


"Pergilah, Aku mau makan dulu." jawab Rudi yang kemudian memakan makanan yang sudah dia pesan.


Putri benar-benar kesal, ingin hati dia memiliki Rudi mala sekarang mantan istri dari suaminya itu kembali dengan semua siasatnya yang begitu licik.


BRAKKK...


pintu kantor Safira yang didorong oleh Putri dengan sangat keras.


"Ada apa denganmu?" tanya Safira kepada putri.


"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, kenapa kamu selalu mengganggu aku dan Mas Rudi?!" seru Putri.


"Mengganggu, memangnya siapa yang mengganggumu?" tanya Safira sembari menunjukkan senyumnya.


"Kamu tidak usah mengatakan hal itu, kenapa kamu terus menggangguku dan Mas Rudi?!" teriak Putri.


Setelah mendengar perkataan seperti itu tentu saja Safira hanya tersenyum sembari menatap wanita itu. "Memangnya kenapa aku tidak boleh mengganggu suamimu? yang aku dengar dari rumor beberapa pekerjaan yang ada di sini kalau kamu itu suka mengganggu suami orang lain." jawab Safira.


Putri benar-benar kesal dengan semua perkataan Safira, wanita itu ingin sekali menjambak Safira atau melakukan sesuatu kepada wanita itu. "Aku pasti akan melakukan sesuatu kepadamu?!" teriak Putri.


"Terserah kamu mau melakukan apapun, tapi yang jelas aku tidak akan membiarkanmu berusaha untuk melakukan sesuatu padaku." jawab Safira.

__ADS_1


Putri ingin sekali melakukan sesuatu kepada Safira, namun jika dia melakukan hal itu bisa-bisa dia langsung dipecat hari itu juga karena kedudukan Safira lebih tinggi dari dia.


"Lihat saja, aku pasti akan membalasmu." ucap Putri.


"Memangnya kamu ingin melakukan apa?!" seru seorang pria yang sudah berada di belakang tubuh Putri.


Seketika Putri menoleh menatap seorang pria yang sekarang mempunyai status pemilik perusahaan tersebut. "Pak Satria." ucap Putri.


"Memangnya apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Satria kepada Putri.


Putri tidak ingin mencari masalah, tentu saja wanita itu langsung diam kemudian meninggalkan kantor Safira.


"Apa dia mengganggumu, Safira?" tanya Satria kepada Safira.


"Tidak Tuan, hanya ada kesalahpahaman saja." jawab Safira.


Seketika Satria duduk di ruangan Safira, pria itu nampak menatap Safira dengan tatapan mata yang begitu intens. "Apa Anda ada keperluan dengan saya, Tuan?" tanya Safira kepada Satria.


"Tidak, aku hanya ingin berbincang-bincang denganmu kalau kamu punya waktu." jawab Satria.


"Memangnya ada apa, Tuan?" tanya Safira kembali.


"Bisakah kamu ikut denganku keluar sebentar?" tanya Satria.


Sebagai seorang atasan dan bawahan Safira tidak bisa menolak apa yang diminta oleh bosnya tersebut.


"Baik Tuan." jawab Safira.


Akhirnya Satria mengajak Safira pergi ke suatu tempat, pria itu ingin berbincang-bincang dengan Safira. dia ingin menghabiskan waktu bersama wanita yang ada di depannya tersebut, saat mereka sudah berada di sebuah restoran yang tidak jauh dari perusahaan terlihat Satria berusaha untuk memberanikan diri untuk mencari tahu mengenai Safira.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


__ADS_2