KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Mencari kebahagiaan


__ADS_3

Kalau orang jahat tidak berubah dialah tetap seorang penjahat, terlihat Putri hidupnya benar-benar sangat berantakan. Rudi tidak pernah memperdulikan Putri mereka sudah bercerai, kehidupan Rudi sedikit demi sedikit berangsur membaik walaupun pria itu sekarang tidak berada di Jakarta. namun Rudi sudah menemukan ketenangan hatinya Rudi lebih memilih tinggal di Jogja, Dia benar-benar meminta maaf kepada Gunawan dan Safira. Rudi memilih menjadi guru di salah satu sekolah swasta yang ada di tempat tersebut.


"Selamat pagi, Mas!!" seru Fenty.


"Selamat pagi dik, Ada apa Ya?" tanya Rudi kepada sang isteri.


"Ini loh mas, mau memberi Mas makanan. apa Mas Rudi sudah makan?" tanya Fenti.


"Belum, Kamu tahu lah kalau pria sendiri sepertiku nggak mungkin masak pagi-pagi. ya..soalnya isteri mas pulang blm kembali." jawab Rudi sambil tersenyum.


"Ih mas ini." ucap Fenty.


"Nanti kalau agak siangan aku mau beli makanan di warung yang ada di dekat sekolah atau beli makanan di kantin sekolah." jawab Rudi.


"Maaf deh Mas habis Ibu kan sakit jadi aku harus sering-sering ke tempat ibu." jawab Fenti sambil tersenyum.


"Iya gak papa." ucap Rudi.


"Oya mas, aku membawakan nasi kuning untuk Mas." ucap Fenti.


"Beneran?" tanya Rudi.


"Iya Mas, nggak papa kan? Oya mas, kita kan bekerja di sekolah yang sama kita berangkat bareng yuk." minta Fenty.


"Aiya, ayo." jawab Rudi.


Sudah 2 tahun Rudi tinggal di tempat yang tidak jauh dari tempat Safira, pria itu akan membuktikan kepada Safira kalau dia benar-benar sudah berubah. dia sudah mengikhlaskan Safira bersama dengan suaminya apalagi anak-anaknya sudah dewasa dan Rudi juga ingin mempunyai kebahagiaan sendiri.


Pak lurah yang melihat Rudi dekat dengan putrinya terlihat pria itu langsung menikahkan putrinya dan Rudi. Pak lurah tahu kalau Rudi adalah mantan suami dari Safira dan juga pria itu sudah menikah setelah bercerai dengan Safira. Pak lurah yakin kalau Rudi bukanlah pria jahat karena hal itu Pak lurah ingin Rudi menjalani hubungan bersama dengan putrinya.

__ADS_1


Rudi yang berusaha untuk menjalani kehidupannya Setelah dia dengan tulus meminta maaf kepada Safira dan mengakui semua kesalahannya. di tempat lain Putri masih tidak berubah juga, wanita itu selalu saja mencari cara untuk menghancurkan siapapun, Putri sudah mengetahui kalau Rudi sudah menikah dan tinggal di dekat tempat Safira. karena hal itu wanita itu benar-benar sangat marah dia tidak akan membiarkan Rudi ataupun Safira bahagia sementara dirinya hidup menderita dengan semua yang sudah dia alami.


"Lihat saja Mas, aku pasti akan membuatmu hancur. Aku tidak akan pernah membiarkanmu bahagia ataupun wanita itu, kalian berdua bahagia sedangkan aku disini menderita. lihat saja aku pasti akan membuat kalian merasakan penderitaan yang sama sepertiku, kita lihat saja apa yang akan kalian dapatkan aku tidak akan tinggal diam dengan semua yang telah kalian lakukan. cintaku kepadamu benar-benar begitu besar Mas, tapi kenyataannya kamu mencari wanita lain kamu tidak menghiraukan ku. aku sudah kehilangan semuanya aku benar-benar hancur tapi sekarang kamu ingin bahagia dengan wanita lain." ucap Putri panjang lebar. wanita itu benar-benar tidak akan membiarkan Safira ataupun Rudi bahagia. karena hal itu Putri memikirkan rencana untuk menghancurkan Rudi dan pergi ke Jogja.


** Keesokan hari **


Pagi ini terlihat Safira sudah bersiap-siap dengan seluruh aktivitasnya, dia akan pergi ke balai desa untuk mendengarkan penyuluhan mengenai sekolah bagi para penduduk yang tidak mampu alias sekolah gratis. Safira yang mendengarkan pembicaraan itu nampak Wanita itu benar-benar sangat bersemangat.


"Mama, ayo kita pulang!!" pinta Sheila.


"Bentar-bentar dulu dong sayang, masa baru datang ke sini kok minta pulang." jawab Safira.


"Pulang, Mama pulang. aku lapar!" ucap Sheila kembali.


"Tunggu sebentar, Mama belikan makanan. kamu ini kecil kok cerewet banget sih, kamu ini mirip siapa sih...," gerutu Safira yang membuat Sheila langsung memanyunkan bibirnya.


Sesaat kemudian terlihat Safira meminta tolong kepada Delina untuk membawa Sheila ke peternakan. "Delina bahwa Sheila ke peternakan ya, nanti kalau kamu di sana kan ketemu Irfan." ucap Safira yang membuat Delina langsung semangat 45.


"Aduh Mbak Fira benar-benar pengertian deh, aku udah nggak ketemu Mas Irfan beberapa hari. soalnya dia repot banget di peternakan." ucap Delina.


"Karena itu ajak dia ke peternakan jangan dibawa pulang kalau nggak dibawa pulang sama papanya." pinta Safira yang membuat Delina langsung menggendong Sheila dan menaikkan gadis kecil itu di motor.


"Mau ke mana sih Mbak Delina?" tanya Sheila kepada Delina.


"Mau lihat sapi melahirkan, mau ikut nggak?" tanya Delina.


"Mau-mau." jawab Sheila yang langsung menurut kepada Delina. tanpa menunggu waktu yang lama akhirnya Sheila pergi bersama Delina sedangkan Safira nampak wanita itu begitu antusias untuk mendirikan sekolah gratis bagi anak-anak tidak mampu.


"Bagaimana Bu lurah?" tanya beberapa warga.

__ADS_1


"Kalau begitu kita voting saja, menurut kalian Bagaimana? di sini kan ada tanah yang memang sudah diwakafkan oleh pemilik terdahulu untuk membangun sekolah. tapi karena dana tidak kunjung datang Jadi kita tidak punya uang." jawab Bu lurah.


"Bukankah di sana ada bangunan kosong, lalu Kenapa tidak kita rehab saja. kita kerahkan seluruh warga nanti kalau urusan mengajar aku bisa membantu, nanti aku juga akan meminta bantuan kepada teman-temanku yang ada di kota." ucap Safira yang membuat bu lurah langsung bersemangat.


"Apa benar Bu?" tanya Bu lurah.


"Iya Bu, nanti masalah makan buat orang-orang sama biaya perbaikan aku yang nanggung. nanti kita kerja bakti aja urusan pembayaran untuk pengajar nanti aku bicarakan sama Mas Gunawan, Bagaimana?" tanya Safira.


"Beneran Mbak? kalau anak kami bisa sekolah gratis, mbak tahu kan kalau kami ini kerjanya hanya petani pemulung dan kami ini tidak mempunyai gaji tetap loh." ucap beberapa warga.


"Ya sudah kalau begitu, kita tanyakan mengenai lahan itu, serta ibu-ibu sekalian bilang sama suami-suami kalian untuk kerja bakti. kita semuanya kerja bakti untuk membersihkan tempat itu, lagian mubazir kan tempat itu sudah kosong selama puluhan tahun. kalau kita bersihkan kita cat kita rawat pasti itu bisa buat sekolah gratis. nanti kalau masalah iuran itu seikhlasnya saja tidak dibebankan kok, Bu." ucap Safira yang membuat para ibu-ibu langsung berhamburan tanpa mendengar kelanjutan dari perkataan Bu lurah. mereka langsung mencari keluarganya masing-masing.


"Kok pada bubar, kita itu belum selesai bicara loh." ucap Bu lurah.


"Iya Bu, mereka main bubar aja." jawab Safira sambil tersenyum melihat ibu-ibu yang berhamburan entah ke mana.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian

__ADS_1


__ADS_2