KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Hatiku telah mati


__ADS_3

Sore ini terlihat Safira kembali ke rumahnya, wanita itu benar-benar menatap nyalang rumahnya. Safira memasuki rumahnya dengan perasaan yang bercampur aduk, dia sudah melihat dengan kedua bola matanya sang suami sedang bercinta dengan selingkuhannya di kamar mereka. nampak Safira memasuki rumah sembari menata ruang tamu yang selalu menjadi tempat bagi Safira untuk bercanda gurau dengan sang suami.


"Hufff...," Safira menghembuskan nafasnya, menatap dinding rumahnya yang memang dicat dengan warna putih cerah. Safira ingin menunjukkan warna putih itu sebagai cintanya yang begitu suci, namun ketika Safira memasuki ruang tengah tatapan matanya tertuju pada sang suami yang sedang bersama dengan Putri.


DEG..


Jantung Safira benar-benar tersentak ketika melihat pemandangan yang ada di depannya, kelihatannya mereka berdua sekarang sudah Tidak segan untuk memperlihatkan kemesraannya di rumah.


"Kamu sudah pulang Mas?" tanya Safira.


Saat melihat sang suami bersama putri di rumahnya Rudi yang mendengar suara istrinya seketika dia langsung menoleh dengan begitu cepat. tatapan matanya menatap Safira yang melihat dirinya bersama putri di ruang tengah dengan kondisi mereka saling merangkul.


"Sayang, kamu sudah pulang?" tanya Rudi yang langsung tersentak saat melihat sang istri sudah berada di belakang tubuh mereka.


"Fira..," ucap Putri dengan nada suara yang sedikit gelagapan.


Tentu saja siapa yang tidak akan terkejut dan kebingungan ketika melihat orang yang mereka selingkuhi sudah berada di belakang tubuh mereka. seketika Rudi berdiri dan mengikuti Safira yang berjalan ke dapur.


"Sayang, Tumben kok kamu udah pulang?" tanya Rudi dengan nada suara yang sedikit kebingungan.


"Tentu saja aku sudah pulang mas, ini itu jam berapa. kalau kamu mau melakukan sesuatu itu lihat jam dinding yang ada di ruang tengah, hari ini tuh pukul berapa? Tentu saja aku pulang seperti biasanya, memang kamu sudah lupa aku pulang kerja jam berapa." jawab Safira dengan nada suara yang benar-benar sedikit kesal.


"Sayang...," Panggil Rudi yang sedikit kebingungan. entah apa Safira melihat apa yang mereka lakukan atau tidak. "Sayang!" Panggil Rudi kembali.


"Aku mau mandi dulu, Mas. aku capek." jawab Safira yang kemudian masuk ke dalam kamarnya. terlihat wanita itu memasuki salah satu kamar yang jarang mereka gunakan, saat berada di dalam kamar itu seketika Safira meneteskan air matanya. Hatinya benar-benar tidak bisa menerima semua kejadian ini, hatinya benar-benar sangat tersakiti dengan kehadiran Putri di rumah tangga mereka.


"Apakah harus seperti ini, ya Allah. Apa salahku? Kenapa engkau memberikan cobaan seperti ini padaku, kenapa harus ada parasit di dalam Rumah tanggaku." ucap Safira yang terduduk di sudut ruangan. wanita itu menangis, dia terus-menerus merasakan sakit yang sangat luar biasa. Rudi yang hendak masuk ke dalam kamar itu nampak pria itu berusaha untuk membuka pintu kamarnya. namun sayangnya pintu kamar itu sudah dikunci oleh Safira dari dalam.


CEKLEK...


CEKLEK...

__ADS_1


Rudi terus berusaha untuk membuka pintu kamar itu, namun sayangnya pintu kamar itu tidak bisa terbuka sama sekali. "Sayang, sayang." Panggil Rudi. pria terus berusaha untuk membuka pintu kamar itu, tidak ada sambutan dari Safira seketika wanita itu memasuki pintu kamar mandi sembari menatap nyalang ke dalam kamar mandi yang ada di kamarnya.


Safira mengguyur tubuhnya dari ujung kepala sampai ujung kaki, rasa sakit itu benar-benar sangat luar biasa. hatinya tidak bisa merasakan kebahagiaan setelah berulang kali melihat perselingkuhan suaminya itu.


Sekitar 20 menit kemudian


CEKLEK..


pintu kamar Safira sudah terbuka, wanita itu menata sang suami yang sudah tidak ada di depan pintu kamarnya. langkah kaki Safira berjalan mendekati ruang tengah, di sana juga sudah tidak ada Putri.


"Sayang." panggil Rudi.


Terlihat Safira menoleh, menatap pria yang begitu dia cintai itu. seorang pria yang selalu membuatnya merasakan cinta yang sangat luar biasa.


"Sayang." Panggil Rudi sembari mendekati Safira.


"Ada apa mas?" tanya Safira yang bertanya seolah-olah dia tidak tahu apa-apa.


"Sayang." Panggil Rudi sembari mendekati Safira.


"Langkah kaki Rudi mendekati istrinya, pria itu seolah menyesali semua perbuatannya.


"Sayang, aku...," ucap Rudi.


Seketika Safira langsung menatap suaminya dengan tatapan mata yang begitu tajam. "Apakah ada sesuatu yang ingin kamu katakan, Mas?" tanya Safira.


DEG..


jantung Rudi seketika tersentak saat istrinya mengatakan hal itu, ada sebuah rasa kebingungan, rasa bersalah dan semua perasaan itu bercampur aduk. Safira terus berusaha untuk menahan hatinya, Namun semua perasaan itu seketika pecah saat melihat wajah suaminya.


"Sayang, aku bisa menjelaskan sesuatu." ucapan Rudi kepada Safira.

__ADS_1


"Apa yang harus aku dengarkan, Mas? Apakah ada sesuatu yang perlu kamu jelaskan mengenai kejadian tadi?" tanya Safira dengan nada suara yang benar-benar menohok di hati Rudi.


Kata-kata Rudi langsung hilang ketika melihat raut wajah istrinya yang menunjukkan kalau dia mengetahui segalanya, mulut Rudi serasa terdiam. kata-katanya terasa tidak bisa keluar sama sekali.


"Aku bisa menjelaskan semuanya, tadi sayang...," ucap Rudi.


"Apa yang perlu dijelaskan Mas? Apakah kamu akan menjelaskan kalau selama ini kamu sudah membohongiku?" tanya Safira sembari menahan debaran yang ada di jantungnya.


Terlihat wanita itu tegar namun di dalamnya Dia benar-benar merasakan sakit yang sangat luar biasa. kata-kata Rudi terasa terhempas oleh angin saat Safira mengatakan sebuah perkataan membohongi.


Seketika Safira langsung meninggalkan suaminya, rasa sakit yang ada di hati Safira benar-benar sungguh luar biasa. "Aku bisa menjelaskannya!" seru Rudi yang kemudian menarik tangan Safira dengan begitu kasar.


"Tidak perlu mas, tidak perlu kamu menjelaskannya padaku?!" teriak Safira yang kemudian meneteskan air matanya.


Dua bola mata indah itu sudah melepaskan air mata yang dari tadi dia tahan, kata-kata yang terucap dari mulut Safira bagaikan sambaran petir di hati Rudi. seketika Safira keluar dari rumahnya, dia benar-benar tidak tahan, dia menatap rumahnya menatap kamar yang ternyata sudah dipakai oleh suaminya untuk melakukan Zina yang sangat luar biasa.


Rudi tidak bisa kehilangan wanita yang begitu dia cintai, dia berusaha untuk menghentikan Safira. namun sekitar 5 menit kemudian terlihat Amel dan Bu Esti sudah berada di depan rumah Safira, dua wanita itu menatap Rudi yang sedang menarik tangan Safira dengan sangat kasar.


"Apa yang telah kamu lakukan?!" teriak Bu Esti kepada Rudi.


"Apa yang kalian lakukan di rumahku?!" tanya Rudi kepada Bu Esti.


"Tentu saja aku akan membawa Safira, aku akan membawa seorang wanita yang sudah dinanti oleh suaminya. akan aku bawa wanita malam ini!!" seru Bu Esti yang kemudian membawa Safira pergi dari rumah itu.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Janji di bawah rembulan

__ADS_1


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


__ADS_2