
Beberapa hari setelah insiden yang ada di sekolah si kembar, dua bocah itu sudah dipindah ke sekolah lain. Safira tidak akan mengambil keputusan yang membuatnya tidak menyukai apapun yang sudah dia lakukan. siang ini Safira sudah berada di cafetaria yang ada di perusahaan, terlihat wanita itu duduk sembari melihat para pekerja yang pergi silih berganti.
"Boleh aku temani?" tanya Rudi yang sudah berdiri di depan Safira.
Safira mendongakkan kepalanya, menatap mantan suaminya yang sudah ada di depannya. "Kenapa kamu ada di sini?" tanya Safira.
"Aku kemari hanya ingin menyapamu." jawab Rudi.
"Silahkan pergi dari sini, jika tidak istrimu itu akan marah-marah padaku." ucap Safira.
Rudi terdiam, pria itu menatap wanita yang benar-benar dia cintai namun juga dia selingkuhi. "Apakah aku tidak boleh berbicara denganmu, walaupun hanya sebentar." ucap Rudi.
Sebuah rencana kejahatan kembali muncul di otak Safira, dari kejauhan wanita itu melihat Putri yang juga berjalan ke arah cafetaria.
"Boleh, duduklah kalau begitu." jawab Safira yang kemudian menyuruh Rudi duduk di depannya.
"Apa kamu sudah memesan sesuatu?" tanya Rudi.
"Belum, aku baru datang ke sini." jawab Safira.
Dengan segera Rudi memesan beberapa makanan yang memang dulu adalah kesukaan Safira, pria itu terus mencoba untuk membuat Safira memberikan dia perhatian. ketika Rudi memesan makanan Safira dapat melihat Kalau Putri berjalan semakin dekat ke arah mereka. Safira mulai berbicara kepada Rudi dengan kata-kata yang akan memancing pria itu.
"Kenapa kau selalu ingin mendekatiku?" tanya Safira.
"Aku yakin kamu mengingat sedikit mengenai diriku." jawab Rudi.
"Memangnya kenapa kalau aku mengingatmu?" tanya Safira.
Rudi sedikit menganggukkan kepalanya, pria itu yakin kalau istrinya masih mempunyai ingatan mengenai dirinya.
"Aku tidak akan mengatakan apapun kepadamu, tapi yang jelas Kamu dan Aku tidak ada hubungan sama sekali." ucap Safira.
"Tapi dulu kita pernah mempunyai hubungan," Rudi yang mencoba untuk terus mengatakan kalau dirinya adalah orang yang dekat dengan dirinya.
"Entahlah, aku tidak tahu kalau dulu kamu dan aku mempunyai hubungan. namun yang bisa aku katakan adalah aku tidak mau dan tidak ingin dekat denganmu. karena aku bukanlah wanita yang bisa mencintaimu." jawab Safira.
Perbincangan dua orang itu terlihat oleh Putri, Wanita itu benar-benar sangat marah ketika melihat suaminya dan mantan istrinya berbincang-bincang di tempat tersebut. Safira melihat Putri yang berjalan dengan raut wajah yang begitu kesal ke arah mereka.
"Bagaimana hubungan kita dulu?" tanya Safira yang secara tiba-tiba.
Rudi sedikit kebingungan saat Safira menanyakan hal itu, dia ingin mengatakan mengenai hubungan mereka tapi bagaimana menceritakannya. toh pria itu telah berselingkuh darinya dan membuat Safira benar-benar merasakan kehancuran.
"Kapan-kapan Aku ingin berbincang-bincang denganmu mengenai masa lalu kita." ucap Safira yang kemudian pergi meninggalkan Rudi.
__ADS_1
Langkah kaki Safira berjalan meninggalkan meja tempat dia dan Rudi, Putri yang melihat hal itu ingin sekali wanita itu menarik tangan Safira, namun wanita itu langsung menghindari Putri.
"Berhenti!" seru Putri.
Safira menghentikan langkah kakinya, wanita itu menoleh dan menatap Putri. "Ada apa?' tanya Safira kepada Putri.
"Kenapa kamu terus-menerus mendekati suamiku?" tanya Putri kepada Safira.
"Suamimu yang mana?" tanya Safira seolah mengejek.
"Kenapa kamu terus menerus mendekati Mas Rudi?!" seru Putri.
Safira memutar tubuhnya, menatap Putri dengan tatapan mata yang ingin mengatakan kalau aku membalasmu dan pria itu.
"Suamimu yang terus-menerus mendekatiku, dia selalu mengatakan kalau aku ini adalah istrinya. entahlah aku tidak tahu apa yang dia katakan, karena aku tidak mengenal kamu ataupun dia." ucap Safira.
"Aku yakin kalau kamu merencanakan sesuatu." ucap Putri.
Safira mendekati Putri, sesaat kemudian wanita itu membisikkan sebuah kalimat ke telinga Putri. "Jagalah suamimu baik-baik agar tidak diambil orang, karena kamu sudah mengambilnya dari seseorang." ucap Safira yang kemudian pergi meninggalkan Putri.
Raut wajah yang begitu kesal dapat dilihat dari wajah Putri, wanita itu benar-benar marah luar biasa. dia berjalan ke arah Rudi dengan nafas yang begitu memburu.
"Apa yang kamu lakukan di sini, Mas?!" teriak Putri kepada Rudi.
''Kamu ngapain terus berbicara sama wanita itu?" tanya Putri.
"Siapa?" tanya Rudi balik.
"Siapa lagi kalau bukan wanita ganjen itu!" seru Putri.
"Jaga mulutmu kalau berbicara, Kamu itu sedang membicarakan siapa sih?" tanya Rudi kepada Putri.
"Kamu jangan macam-macam, Mas. Apa yang kamu lakukan sama dia tadi?" tanya Putri dengan emosi yang semakin membesar.
"Tentu saja aku berbicara dengannya, Memangnya kenapa." jawab Rudi yang seolah tidak peduli dengan perkataan dari istrinya tersebut.
"Aku ini istrimu Mas, berani sekali kamu melakukan hal itu dengannya!" seru Putri.
"Andai saja wanita itu mengenalku dan mengingatku, pasti situasi ini menjadi terbalik, bukan?" tanya Rudi yang membuat Putri terdiam.
Dulu Memang Putri selalu menggoda Rudi, sekarang tentu saja Safira akan membalikkan situasinya. wanita itu akan jual mahal kepada Rudi, namun dia akan langsung menghancurkan dua orang yang sudah membuatnya patah Hati.
"Memangnya Apa yang ingin kamu lakukan, Mas?" tanya Putri.
__ADS_1
"Memangnya Apa sih yang aku lakukan? kamu ini terus-menerus menanyakan hal itu, memangnya apa yang aku lakukan?" tanya Rudi yang membuat Putri semakin kesal.
Walaupun sudah menjadi seorang istri, tidak pernah sekalipun Putri menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. dia tidak pernah memasak, melayani Rudi ataupun mengurus rumah tangganya. putri adalah wanita yang setengah jadi, wanita itu tidak mengerti apa pekerjaan rumah tangga, dia hanya bisanya membeli makanan matang atau makan di warung.
Di tempat lain Safira yang sudah berada di kantornya, nampak wanita itu sedikit tersenyum. dia akan membuat semua rencana yang sudah dia jalankan akan semakin luar biasa.
TOK...
TOK..
pintu kantor Safira diketuk oleh seseorang.
"Masuk!!" seru Safira.
Nia memasuki kantor Safira, sekretarisnya itu nampak ingin memberitahukan mengenai seorang tamu yang akan menjadi atasan barunya.
"Ada apa Nia?" tanya Safira.
"Bu, Apakah itu sudah tahu kalau hari ini ada rapat mendadak?" tanya Nia.
"Iya, Nia. katanya tadi ada rapat mendadak, Apakah jadi?" tanya Safira.
"Iya Bu, semua dewan direksi sudah ada di ruang rapat." ucap Nia yang kemudian mempersiapkan beberapa barang.
"Baiklah kalau begitu aku akan ke ruang rapat. kamu persiapkan laporan yang kemarin aku minta ya." minta Safira.
"Baik bu." jawab Nia.
Entah apa dan ada apa hari ini, tiba-tiba saja rapat mendadak diadakan di perusahaan otomotif tersebut. beberapa Kemudian saat berada di ruangan itu, terlihat Presdir perusahaan itu nampak membawa seorang pria masuk ke sana.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1