
"Iya, emangnya ada apa Ya?" tanya Rudi kepada perawat wanita.
"Begini Tuan Rudi, istri anda yang bernama nyonya Putri sedang mengalami kecelakaan bersama dengan putrinya." jawab perawat.
Rudi benar-benar terkejut lalu dengan jawaban dari si perawat. "Bagaimana kondisinya?" tanya Rudi.
"Kondisi Nyonya Putri lumayan parah, Tuan. tapi kondisi Putri anda...," perawatan wanita yang tidak melanjutkan perkataannya.
"Putri saya bagaimana, Bagaimana kondisinya?" tanya Rudi.
"Putri anda.., Putri anda.., maaf tuan nyawanya tidak tertolong." jawab perawat.
Mendengar jawaban dari perawat tersebut seketika Rudi melepaskan ponselnya, kabar mengenai putrinya yang sudah tiada itu membuat Rudi semakin marah. dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, seketika pria itu pergi meninggalkan sebuah apartemen yang sudah dia sewa. dia harus segera melihat kondisi putrinya.
Rudi benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan, semua keinginannya untuk mendapatkan seorang anak membuat Rudi benar-benar sangat kebingungan. anak yang begitu dia inginkan itu sudah tiada, Rudi terus memukul setir mobilnya Dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. kabar ini benar-benar sangat mengejutkannya, dua hari yang lalu Putri mengejarnya namun sekarang kabar itu benar-benar menghancurkan Rudi.
Satu jam kemudian Rudi sudah sampai di rumah sakit yang dikatakan oleh perawat, terlihat pria itu berlari dengan begitu kencang. dia menuju kamar yang sudah dikatakan oleh perawat. "Ini tidak mungkin kan, ini tidak mungkin." ucap Rudi sambil berlari.
Pria itu benar-benar tidak akan pernah mengira kalau anak hasil hubungan gelapnya bersama Putri Ternyata diambil oleh Tuhan. "Tidak, ini tidak boleh terjadi. Aku tidak boleh kehilangan putriku." ucap Rudi yang kemudian berhenti di sebuah ruangan.
Langkah kaki Rudi terasa begitu berat, dia benar-benar tidak ingin masuk ke dalam ruangan itu, suara tangisan terus terdengar di ruangan tersebut. Rudi memasuki ruangan itu perlahan-lahan, di sana terlihat Putri tubuhnya dipenuhi balutan perban. langkah kaki Rudi memasuki ruangan itu, Putri yang menangis wanita itu mendengarkan langkah kaki seseorang, seketika wanita itu menoleh dan di sana dia melihat suaminya sudah datang. Putri menangis dengan begitu keras ketika dia melihat suaminya itu.
"Apa yang terjadi?" tanya Rudi kepada Putri
Terlihat wanita itu tidak bisa menjawab pertanyaan suaminya, Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya sembari memeluk Rudi dengan begitu erat. "Putri kita Mas, Putri kita." ucap Putri.
__ADS_1
Hati Rudi benar-benar remuk redam ketika dia mendengar kata-kata yang diucapkan oleh istrinya tersebut. "Kamu sedang berbohong kan?" tanya Rudi kepada putri.
"Putri kita Mas, Putri kita sudah pergi." ucap Putri kembali.
Rudi tidak bisa menahan air matanya, pria itu meneteskan matanya, Rudi tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Dia tidak tahu apa yang harus dia katakan, terlihat Rudi langsung terduduk lemas di lantai kedua kakinya tidak mampu menopang semua perasaan sedihnya itu pria itu benar-benar terluka luar biasa.
Akhirnya hari itu Rudi membawa mayat putrinya, seorang bayi yang masih berusia 2 tahun. Rudi benar-benar menyesal dengan semua yang terjadi, seharusnya kemarin saat dia bertengkar dengan Putri dia membawa putrinya pergi dari sana. hari itu adalah hari yang begitu menyedihkan bagi Rudi, dia memakamkan putrinya dengan kondisi yang benar-benar sangat mengenaskan. dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, kondisi rumah tangganya benar-benar diambang kehancuran. Dia memutuskan tidak ingin bersama dengan Putri lagi, Dia memutuskan ingin melepaskan Putri dan memperbaiki segalanya bersama dengan Safira.
Keinginan Rudi benar-benar begitu besar untuk bisa kembali kepada Safira, namun ketika pria itu menginginkan Mantan istrinya hal itu tidak akan mungkin terjadi. terlihat Safira yang berada di pulau Dewata wanita itu sudah mendapatkan perawatan akibat kecelakaan tersebut. orang-orang yang ada di kapal itu sudah dievakuasi bersama kapal yang hampir tenggelam tersebut.
"Kamu baik-baik saja, sayang?" tanya gunawan.
"Aku baik-baik saja Mas, Lalu bagaimana kamu sama anak-anak?" tanya Safira.
"Alhamdulillah, Kamu jangan khawatir Kami semuanya baik-baik saja." jawab Gunawan.
"Ada apa Tuan?" tanya salah satu detektif
"Kamu minta beberapa anak buahmu untuk menyelidiki mengenai kecelakaan yang terjadi pada kapal yang aku naiki bersama anak-anak." ucap Gunawan.
"Saya juga berpikir sangat aneh Tuan, karena jika anda sudah memeriksa di pagi hari kenapa ketika berlayar tiba-tiba kapal itu mengalami kerusakan?" tanya si detektif kepada Gunawan.
"Karena itu kamu selidiki masalah ini dengan hati-hati, aku yakin ada seseorang yang mencoba untuk membunuh kami." pinta Gunawan.
"Baiklah, Tuan. Anda jangan khawatir saya akan mencari informasi ini secara detail, tapi anda harus tahu Tuan Jika anda ingin menghubungi saya tolong usahakan jangan memakai ponsel Anda. saya yakin kalau Kejadian ini masih akan berlanjut." ucap si detektif.
__ADS_1
"Tenang saja, kamu jangan khawatir aku juga tidak akan melakukan kebodohan seperti itu." jawab Gunawan.
"Baiklah Tuan, kalau begitu saya akan segera kembali ke tempat saya." ucap si detektif yang kemudian pergi meninggalkan tempat Gunawan.
Gunawan benar-benar yakin dengan semua pemikirannya, apalagi dia sudah mendapatkan laporan dari Sang kapten kapal kalau ada kerusakan baru yang sengaja dibuat di kapal itu. tatapan mata Gunawan menatap anak dan istrinya yang sudah tertidur.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mencelakaiku ataupun anak dan istriku." ucap Gunawan.
Kejadian hari itu membuat Gunawan berpikir untuk yang kedua kalinya, Gunawan mempunyai pikiran untuk membawa anak istrinya kembali ke Jakarta dan Gunawan juga akan mengadakan pernikahan keduanya bersama dengan Safira. Gunawan tidak ingin melakukan sesuatu kesalahan, dia akan membuktikan kepada Safira kalau dia benar-benar akan menjadi seorang suami yang bertanggung jawab. Gunawan meyakinkan Safira dengan semua permintaannya itu.
Safira hanya bisa mengiyakan apa yang dikatakan oleh suaminya, pernikahan negara mungkin tidak dilakukan karena mereka sudah melakukannya. tapi Gunawan ingin menikahi Shafira secara agama di depan anak anaknya dan keluarga. pernikahan yang akan dilakukan di rumah mereka yang ada di Jakarta.
Dua hari kemudian akhirnya Gunawan sudah kembali ke Jakarta bersama anak dan istrinya, di rumah itu ternyata sudah ada Pak penghulu serta semua perlengkapan untuk pernikahan mereka. Hal itu membuat Safira benar-benar terkejut luar biasa dengan semua yang dilakukan oleh suaminya tersebut.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian