
Di salah satu perusahaan yang sudah dipilih oleh Safira tentu saja tujuan wanita itu hanyalah ingin membuat suaminya merasakan apa yang pantas dirasakan. kesunyian pagi itu seketika menjadi riuh saat beberapa karyawan mengatakan kalau ada jenderal manager baru di perusahaan mereka.
Manajer pemasaran dan beberapa manajer yang lain hanya bisa terdiam karena yang mereka tahu jenderal manager Yang lama sudah meninggal. "Apa kamu yakin kalau jenderal manager yang baru itu akan datang kemari?" tanya salah satu pekerja.
"Tentu saja, Bahkan yang aku dengar kalau dia adalah seorang wanita." jawab pekerja yang lain.
"Lalu, seperti apa dia?" tanya Rudi kepada teman-temannya.
"Mana aku tahu, katanya hari ini dia akan datang untuk melihat satu persatu para pegawai yang ada di perusahaan ini." jawab seorang staf.
Senyum Yang terukir di bibir para pekerja yang ada di tempat itu membuat orang-orang yang ada di perusahaan otomotif itu sedikit tersenyum, Seorang Wanita masih muda. tentu saja mereka seolah mendapatkan sesuatu yang baru. Sekitar 1 jam kemudian seorang wanita terlihat menatap seorang pria yang sedang tertawa begitu bahagia.
"Dengarkan aku baik-baik, hari ini jenderal manager yang baru sudah datang. kalian berkumpul semua untuk berkenalan dengan pimpinan kalian yang baru." ucap seorang pria yang tidak lain adalah presdir perusahaan itu.
Di sebuah ruangan tentu saja para pekerja itu berkumpul, Mereka terlihat menatap seorang wanita yang sedang berjalan menuju tempat mereka. senyum yang begitu bahagia bahkan keangkuhan yang ditunjukkan oleh sepasang penghianat yang ada di perusahaan itu.
"Memangnya seperti apa sih wanita itu?" tanya Putri kepada Rudi.
"Mana aku tahu, katanya dia adalah seorang wanita." jawab Rudi.
"Aku mau tahu apakah Wanita itu cantik atau tidak, sebagai seorang jenderal manager kalau dia tidak cantik sih rugi banget." ucap Putri yang kemudian berdiri di samping Rudi untuk melihat Seperti apa wajah dari atasan mereka yang baru.
Sekitar beberapa menit kemudian seorang wanita yang memakai kacamata hitam sudah memasuki ruangan itu, orang-orang yang ada di tempat itu nampak sedikit tersenyum saat melihat seorang wanita yang memiliki body seksi tinggi sekitar 165 kulit yang terawat bersih bahkan rambut lurus.
"Selamat pagi." sapa Safira yang sudah berada di depan para pekerja yang ada di perusahaan itu.
Para karyawan yang ada di perusahaan itu nampak tersenyum menyambut kedatangan seorang wanita yang begitu asing, namun entah apa yang terjadi jika wanita itu membuka kacamatanya dan sepasang penghianat itu melihatnya.
"Silahkan nyonya Chandra." panggil seorang pria yang menjadi pemilik perusahaan tersebut. Seorang pria yang tidak lain adalah teman dari Gunawan.
"Perkenalkan, nama saya adalah Safira Chandra, saya adalah istri dari tuan Gunawan Chandra yang mulai hari ini akan memegang jabatan jenderal manager di perusahaan ini." ucap seorang wanita yang datang ke tempat itu.
DEG...,
Rudi sedikit tersentak setelah mendengar nama Safira, jantungnya berdebar semakin kencang ketika dia berusaha untuk mengingat apakah nama Safira itu adalah nama mantan istrinya atau wanita lain. sesaat kemudian salah satu tangan Safira membuka kacamatanya.
__ADS_1
DEG..
Betapa terkejutnya Rudi dan Putri ketika melihat seorang wanita yang sangat merekatkan seorang wanita yang sudah mereka khianati. seorang wanita yang sudah mereka bohongi.
"Safira..," ucap Rudi ketika melihat wanita yang sudah dia ceraikan 6 bulan yang lalu itu. seorang wanita yang sudah dia tinggalkan di rumah sakit karena tidak bisa membayar biaya rumah sakit itu.
Putri sangat terkejut saat melihat seorang wanita yang dulu dikhianati. "Safira." ucap Putri yang terlihat menatap Safira yang benar-benar sudah berubah.
"Apa yang kamu lakukan di sini?!" seru Putri yang tiba-tiba berteriak kepada wanita yang ada di depannya tersebut.
"Kamu siapa?" tanya Safira.
Rudi dan Putri mungkin lupa kalau sekarang Safira tidak ingat Siapa mereka, walaupun itu hanyalah akting namun mereka tidak akan tahu mengenai semua drama yang sudah mulai direncanakan oleh Safira.
"Jaga kata-katamu, Putri. dia adalah pimpinan kalian, mulai saat ini apapun yang ingin kalian lakukan bertanyalah kepada dia, setelah itu dia akan melapor padaku!" seru Presdir perusahaan tersebut.
Tatapan mata Rudi terus menatap wanita yang ada di depannya itu, jantungnya berdebat begitu kencang. penampilan Safira yang sekarang benar-benar sangat berbeda.
Mulai dari hari itu kehidupan Rudi dan Putri akan berubah, putri yang perutnya sudah rata tentu saja dia sudah melahirkan.
** beberapa hari kemudian **
"Pak Rudi!" panggil Nia kepada Rudi.
"Ada apa Nia?" tanya Rudi.
"Kalian di minta berkumpul oleh Bu Fira di tempatnya." jawab Nia.
"Mau apa wanita itu!" seru putri.
"Kalian ke sana saja, nanti kalian tahu." jawab Nia.
"Ogah!" bentak Fira.
Sesaat kemudian ponsel Nia mulai berdering, wanita itu menatap ponselnya dan menjawab panggilan dari Safira.
__ADS_1
"Iya Bu, ada apa." jawab Nia.
"Kalau mereka tidak mau segera berkumpul di tempat yang sudah aku katakan, bilang sama mereka untuk segera mengumpulkan surat pengunduran diri di mejaku." perintah Safira yang kemudian mematikan ponselnya.
Setelah mendengar perintah dari Safira akhirnya Nia mengatakan apa yang sudah diperintahkan oleh Safira kepadanya. "Kata Bu Fira jika kalian tidak mau segera berkumpul maka kalian segera buat surat pengunduran diri sekarang juga." ucap Nia yang kemudian pergi meninggalkan bagian pemasaran.
Putri benar-benar sangat kesal, dia tidak akan pernah mengira kalau wanita yang sudah dia sakiti itu sekarang memiliki jabatan yang bahkan lebih tinggi darinya.
"Dasar wanita tidak tahu diri, berani sekali dia melakukan hal ini pada kita. Dia kira dia itu siapa!!" teriak Putri.
"Tapi yang perlu kamu tahu adalah dia istri dari Gunawan Chandra, seorang pria kaya raya yang memiliki begitu banyak perusahaan. bahkan pria itu adalah seorang pria yang mempunyai saham besar di perusahaan ini." ucap salah satu pekerja yang ada di bagian pemasaran.
"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kita pergi ke tempat Bu Fira, jika tidak kita akan dipecat dan tidak akan mendapatkan pesangon." ucap Budi yang meminta teman-temannya untuk pergi ke ruangan Safira.
TOK...
TOK..
suara pintu kantor Safira di ketok
"Masuk!!" seru Safira.
Tatapan mata Rudi langsung menatap Safira ketika dia sudah memasuki ruang khusus rapat untuk para karyawan.
"Bu, bagian pemasaran dan bagian keuangan sudah berkumpul semua." ucap Nia
"Baiklah kalau begitu Nia, Kamu duduklah juga untuk menulis apa saja yang perlu kamu rangkum." pinta Safira yang membuat Nia menganggukkan kepalanya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Janji di bawah rembulan
__ADS_1
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu