
Beberapa informasi sudah didapatkan oleh Sheila, wanita itu tidak akan tinggal diam saja dengan semua yang sudah terjadi.
"Memangnya apa yang terjadi? kenapa tiba-tiba saja harus kembali sekarang?" tanya Reno.
"Entahlah Mas, aku harus kembali pulang, Paman Ferdi juga harus ke Jakarta untuk menyelidiki seorang pria, suami dari korban itu." jawab Sheila.
Sebuah kasus yang begitu membingungkan, Sheila harus memutar otaknya agar dapat menemukan beberapa bukti-bukti, wanita itu juga sudah memotret beberapa barang yang ada di tempat kejadian dan situasi yang ada di sana.
Hari ini akhirnya Sheila dan Paman Ferdi kembali ke Jakarta, begitu pula dengan Reno dia harus kembali ke Jakarta untuk melakukan pekerjaannya. waktu mulai berjalan dengan semua kebimbangan dan kebingungan itu, satu minggu kemudian akhirnya persidangan itu kembali dilaksanakan. beberapa bukti diberikan oleh tim kuasa hukum Paman Ferdi. persidangan itu berlangsung begitu sengit bahkan persidangan itu benar-benar sangat luar biasa .
Seorang pria yang mempunyai kekuasaan yang lumayan besar, pria itu benar-benar menginginkan pria yang bersama istrinya itu untuk masuk penjara. paman Ferdi terus berusaha untuk mempertahankan semua barang bukti, Paman Ferdi memberikan pembelaan atas semua yang dilakukan oleh pria itu. para polisi juga sudah mendapatkan bukti-bukti yang sudah didapatkan Sheila, Akhirnya hari itu pria yang menjadi pejabat pemerintah itu masuk penjara dengan semua kejahatan yang sudah dia lakukan.
Sheila benar-benar menunjukkan semua kemampuannya, Reno benar-benar jatuh cinta kepada wanita itu. waktu mulai berjalan dengan semua keindahan dan kepahitan kehidupan.
BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN
Sheila sudah menjadi seorang pengacara yang bisa dibilang paling menonjol di firma taman Ferdi. wanita itu mendapatkan julukan wanita monster, seorang wanita yang akan selalu mengejar semua kejahatan.
KRINGGGG!!!
bel tanda berkumpul di ruangan Paman Ferdi.
"Duh, Apaaa sih pria tua itu." cibir Mala yang selalu kesal saat mendengar suara bel Yang dibunyikan oleh Paman Ferdi untuk mengumpulkan seluruh anak buahnya.
"Biasalah, pria itu pasti meminta kita berkumpul di ruang rapat. pasti ada sesuatu kasus dan dia akan membaginya." ucap Sheila yang terlihat menutup laptopnya.
"Aku tidak mau berurusan dengan pria-pria menakutkan seperti yang kamu hadapi, Sheila. kamu enak pandai ilmu bela diri Kalau aku sih.., seperti Kejadian beberapa waktu yang lalu bisa-bisa aku langsung mati di tempat." ucap Mala yang kemudian membayangkan apa yang terjadi beberapa bulan lalu.
"Kamu terlalu memikirkan hal itu, lebih baik kamu memikirkan bagaimana caranya kita menyelesaikan dua kasus yang membuat kepalaku pusing itu." ucap Sheila yang kemudian pergi ke ruangan paman Ferdi.
SEPULUH MENIT KEMUDIAN
__ADS_1
RUANG RAPAT
"Baiklah kalau begitu, karena kalian semua sudah berkumpul di sini aku akan mengatakan mengenai beberapa kasus yang sudah masuk ke firma kita." ucap Paman Ferdi.
"Memangnya kita ada masalah besar, Paman?" tanya Sheila.
"Bukan masalah besar, tapi kita dalam kesulitan yang sangat luar biasa. kita mendapatkan 4 kasus yang mungkin satu kasus diantaranya adalah kasus yang sangat berbahaya. karena satu kasus itu permintaan dari salah satu kepala polisi." ucap Paman Ferdi.
"Memangnya kasus itu mengenai apa saja paman?" tanya Mala.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengatakan pada kalian mengenai 4 kasus yang masuk ke firma kita dan minta untuk segera ditangani. satu kasus pelecehan, 2 kasus penculikan seorang, anak 3 pembunuhan berantai yang dilakukan oleh remaja berusia 15 tahun dan 4 kasus pemerkosaan yang mungkin kasus ke-4 ini adalah kasus yang mungkin membuatku harus memikirkan dengan baik." jawab Paman Ferdi.
"kita di sini ada tujuh orang, paman. apa saja yang harus kami lakukan?" tanya seorang pria yang bernama Yudha.
"Baiklah, karena kita bertujuh maka 4 Di Antara Kalian harus memegang kasus-kasus itu." pintar Paman Ferdi.
"Aku akan memegang kasus pembunuhan berantai anak berusia 15 tahun itu." ucap Yudha.
"Baiklah, tinggal kamu Sheila. kamu akan memegang kasus yang mana? pemerkosaan anak kepala polisi itu atau kasus pelecehan?" tanya paman Ferdi.
"Aku akan menangani kasus pemerkosaan anak kepala polisi itu, Paman. tapi Bolehkah aku menanyakan sesuatu terlebih dahulu," ada sesuatu yang membuat Sheila sedikit kebingungan dengan semua kejanggalan mengenai kasus itu.
"Iya, ada apa Sheila, katakan." jawab Paman Ferdi.
"Putri dari pria itu sekolah, kuliah bekerja atau bagaimana?" tanya Sheila.
"Wanita itu kuliah di salah satu universitas yang ada di kota ini, memangnya kenapa?" tanya Paman Ferdi yang mulai suka dengan pertanyaan yang diajukan oleh Sheila.
"Ada beberapa kejanggalan pada kasus ini, Paman. Apakah boleh aku mengatakan sesuatu lagi? kemungkinan besar kasus ini bukanlah kasus yang akan kita bongkar, tapi kasus ini akan menghancurkan firma kita." ucap Sheila.
"Maksudmu apa, Sheila? kenapa kasus ini akan menghancurkan firma kita?" tanya Mala kepada Sheila.
__ADS_1
"Baiklah, akan aku jelaskan kepada kalian semua, ketika kita sebagai petinggi paling tinggi di kepolisian putrinya mengalami tindakan pelecehan tapi kenapa tidak langsung diproses? kenapa tidak mencari bukti-bukti dan menyerahkan kepada kita lalu Kenapa mereka meminta kita untuk mencari bukti-bukti itu sendiri?" tanya Sheila yang membuat Paman Ferdi setuju dengan perkataan wanita muda itu.
"Maksudmu, Apakah ini hanyalah kasus jebakan?" tanya Yudha.
"Aku tidak tahu Mas Yuda, tapi kalau dari kasus yang akan kita tangani itu lebih baik kita membela lawan dari kasus pemerkosaan itu. pihak laki-laki yang sudah dipenjara. karena aku yakin ada sesuatu yang janggal dari kasus ini, Tapi aku minta pada Paman untuk tidak mengatakan kalau kita menolaknya terlebih dahulu. kita harus menyelidiki mengenai kejanggalan itu terlebih dahulu." pinta Shela yang membuat orang-orang yang ada di ruangan itu sangat setuju.
"Apakah kamu mempunyai sebuah penjelasan atau gambaran mengenai kasus ini, Sheila?" tanya Yudha kembali.
"Entahlah Mas Yuda, Aku tidak tahu karena aku belum melihat bukti-bukti dan informasi yang diberikan oleh paman." jawab Sheila.
Setumpuk berkas diberikan kepada Sheila mengenai beberapa hasil dari visum dan lain sebagainya. Sheila duduk dengan manis membuka berkas-berkas itu satu persatu, sekitar 10 menit kemudian Sheila menemukan sesuatu yang sangat janggal.
"Aku tidak pernah tahu kalau kau dari hari ke hari semakin hebat, Sheila." puji Yudha.
*Terima kasih atas pujiannya, Mas Yudha. kalau kau belum menikah aku pasti akan mengajakmu berkencan, karena kau sudah menikah aku tidak mau dekat denganmu. jika tidak aku akan dilaporkan karena menggoda suami orang." canda Sheila yang membuat orang-orang yang ada di ruangan itu tertawa terbahak-bahak.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1