KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Tamu untuk Safira


__ADS_3

Setelah melakukan semua yang harus dia lakukan, terlihat Melodi Kembali ke tempat Satria dengan semua rencananya yang sudah hancur. wanita itu tidak akan pernah mengira kalau Indah akan melakukan sesuatu yang seperti ini, wajahnya begitu sakit begitu perih setelah mendapatkan cakaran dari Indah.


"Tuan." Panggil Melodi kepada Satria.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Satria kepada Melodi.


"Aku benar-benar tidak pernah mengira akan mendapatkan perlakuan seperti ini, Tuan." ucap Satria yang menatap Melodi dengan tatapan mata yang benar-benar begitu luar biasa. Wajah wanita simpanannya itu terlihat sudah tidak cantik lagi.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Satria.


"Aku akan membalas mereka, Tuan. aku akan membalas mereka, berani sekali mereka melakukan hal ini!!" teriak Melodi.


Kondisi keadaan Melodi benar-benar sangat mengenaskan, wajahnya terlihat dipenuhi dengan luka cakaran yang diberikan oleh Indah.


"Pergi dari sini, istriku ada di sini." ucap Satria yang kemudian meminta Melodi untuk keluar dari kantornya.


Seorang wanita berdiri di sebuah tempat dia melihat Apa yang dilakukan oleh suaminya tersebut. "Lihat saja aku akan membuat wanita ini merasakan apa yang harus dia rasakan, berani sekali dia menjadi selingkuhan Suamiku. aku sudah memberikannya tempat, aku sudah menganggapnya sebagai bagian dari keluargaku." ucap istri Satria.


Mirasti seorang wanita yang begitu kaya raya, berjuang dengan semua jerih payahnya bahkan dia adalah wanita yang memiliki kekayaan sebanding dengan Satria. Mirasti jatuh cinta kepada Satria, setelah pria itu menyelamatkannya dari sebuah insiden kecelakaan sayangnya cinta yang diberikan oleh Mirasti tidak di sambut oleh Satria. selama bertahun-tahun pernikahannya obsesi Satria hanyalah satu, menghancurkan rumah tangga Safira dan Gunawan kemudian merebut wanita itu. cinta yang dimiliki oleh Satria adalah cinta buta obsesinya, begitu luar biasa dengan semua yang ingin dia miliki.


Langkah kaki Mirasti hendak mendekati kantor suaminya, dia sudah tidak tahan lagi dia benar-benar tidak mau menjadi wanita bodoh terus menerus, sekitar beberapa menit kemudian terlihat Mirasti memikirkan sesuatu, memikirkan mengenai wanita yang dicintai oleh suaminya dan wanita yang sudah memberikan pelajaran kepada simpanan suaminya tersebut.


"Benar kata salah satu pembantuku, aku harus ke tempat wanita itu." guman Mirastih dalam hati yang kemudian pergi meninggalkan perusahaan suaminya. Mirasti ingin menemui wanita yang bernama Safira, seorang wanita yang fotonya dipajang di kamar sang suami selama puluhan tahun. kisah cinta yang tidak pernah disambut bahkan kisah cinta yang tidak pernah dimiliki oleh Mirasti.


Di sebuah tempat terlihat seorang wanita menatap sang suami, Indah sudah berada di salah satu rumah sakit. wanita itu melihat suaminya yang sudah terbangun.


"Kondisimu sudah baikan, Mas?" tanya Indah.


"Aku sudah lebih baik kamu jangan khawatir." jawab Yufan.


"Alhamdulillah Mas, aku benar-benar khawatir terjadi sesuatu kepadamu. aku sempat syok Aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan ketika aku mengetahui semua yang sudah terjadi." ucap Indah.


"Alhamdulillah, gusti Allah masih memberikan kita kebahagiaan dan memberikan kita sesuatu yang begitu baik." ucap Yufan.


Terlihat Indah begitu bahagia, wanita itu memeluk sang suami yang kondisinya sudah lebih baik, sesaat kemudian seorang pria setengah baya masuk ke dalam ruangan Ivan.


"Bagaimana kondisimu, Yufan? Apakah sudah lebih baik?" tanya Pak Dokter kepada Yufan.

__ADS_1


"Saya sudah lebih baik, dokter. saya sudah tidak merasa pusing dan saya juga tidak merasakan terbakar seperti tadi pagi." jawab Yufan.


"Ya sudah kalau begitu, Untung saja wanita itu memasukkan obat itu dalam dosis rendah. Jika dia memasukkan obat itu dalam dosis tinggi aku yakin tubuhmu tidak akan bisa menerimanya." ucap Pak dokter yang memberikan informasi kepada Indah mengenai kondisi suaminya.


"Apakah saya boleh pulang sekarang dok?" tanya Yufan.


"Mungkin kamu pulang sekitar sore nanti atau besok pagi, kamu istirahat dulu di sini dan pulihkan kondisi tubuhmu." minta Pak dokter yang diangguki oleh Indah.


Sebenarnya Yufan tidak terlalu suka dengan bau rumah sakit, karena dia memiliki trauma masa kecil. namun berkat Safira pria itu sedikit demi sedikit berhasil menyingkirkan trauma itu. beberapa menit kemudian datanglah Gunawan, Safira bersama dengan anak-anaknya serta satu menantunya lagi.


"Kamu sudah lebih baik, Yufan?" tanya Gunawan.


"Papa." jawab Yufan.


"Yufan, bagaimana kondisimu? sudah baikan?" tanya Ivan.


"Aku sudah lebih baik dan kondisiku tidak enak badan aja." jawab Yufan.


"Ya sudah kalau begitu, kalau kamu lebih baik sebaiknya kamu beristirahat saja di rumah." ucap Gunawan.


"Kata dokter nanti sore baru bisa pulang Pa." jawab Indah.


Perbincangan orang-orang yang ada di tempat itu begitu membuat iri orang-orang yang ada di manapun, tak berselang lama ponsel Safira berdering.


"Ada apa, Sayang?" tanya Gunawan.


"Entahlah Mas, ada telepon dari rumah." jawab Safira.


"Ya sudah angkat saja, mungkin ada sesuatu." ucap Gunawan.


Safira menjawab panggilan telepon itu, salah satu pembantu mengatakan ada salah satu teman Safira yang menunggu di rumah.


"Ada apa Sayang?" tanya Gunawan.


"Kata bibi yang ada di rumah ada salah satu temanku yang berkunjung, Mas." ucap Safira.


"Siapa? apa Mbak Esti, Amel atau Lala?" tanya Gunawan.

__ADS_1


"Entahlah Mas, katanya bukan mereka semuanya sih." jawab Safira.


"Ya sudah kalau begitu, kita pulang dulu nanti sore biar aku sama Ivan yang menjemput Yufan." ucap Gunawan yang kemudian berpamitan kepada anak dan menantunya untuk pulang terlebih dahulu.


Setelah hampir satu jam mereka sudah sampai di rumah, terlihat di sana seorang wanita sudah menunggu Safira dan Gunawan.


"Siapa dia, sayang?" tanya Gunawan.


"Aku tidak tahu Mas, kelihatannya Aku tidak kenal dia." jawab Safira.


Langkah kaki Safira mendekati wanita tersebut, sesaat kemudian Safira mendekati wanita itu dan bertanya. "Anda siapa ya, Nyonya?" tanya Safira.


Gunawan menatap wanita yang begitu dicintai oleh suaminya tersebut.


"Maaf ya, Jika aku mengganggu kamu seperti ini." ucap si wanita.


Tatapan mata Gunawan dan Mirastih saling menatap satu sama lain. "Maaf ya kamu ini siapa ya?" tanya Safira kembali.


"Perkenalkan, namaku adalah Mirasti. aku adalah istri dari pria yang mencintaimu." jawab Mirasti yang membuat Safira dan Gunawan saling menatap satu sama lain.


"Maksudmu apa Ya?" tanya Gunawan.


"Aku adalah istri dari Satria, yang lebih tepatnya pria yang bernama Satria." jawab Mirasti yang membuat Gunawan dan Safira benar-benar sangat terkejut.


Entah apa yang terjadi namun ada sesuatu yang benar-benar membuat Safira dan Gunawan dibuat terkejut dengan kedatangan istri dari Satria. "Aku yakin kalian terkejut karena kedatanganku, tapi jangan khawatir aku kemari karena aku ingin bertemu denganmu, Safira." jawab Mirasti.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2