
Setelah selesai berbicara dengan Andira akhirnya Gunawan mematikan ponselnya, pria itu terlihat mulai mengatur nafasnya, dia harus mencari cara untuk membuat Safira mau pergi bersama dengan mereka.
"Aku harus membuat wanita itu mau pergi bersama kami." ucap Gunawan yang terus mencari cara untuk membuat Safira mau pergi bersama dengan dirinya dan si kembar.
Gunawan adalah seorang pria yang tidak suka merayu atau bersikap romantis, karena hal itu pria itu sangat kebingungan saat mencari cara untuk mengajak seorang wanita pergi.
"Aku ini bukan tipe pria romantis, bagaimana caranya aku harus mengajak dia keluar. Kalau kami masih ABG sih oke-oke aja, tapi kami ini sudah berusia 30 tahun." ucap Gunawan.
Hello..., yang berusia 30 tahun itu elu Gunawan. Safira itu masih berusia 22 tahun, ingat loh..., setelah mondar-mandir hampir 10 menit akhirnya Gunawan memutuskan untuk berbicara dengan memakai alasan anak-anak.
"Anak-anak Ayo kita pergi!!" seru Gunawan.
"Tapi, mama bagaimana, Pa?" tanya si kembar .
"Katanya mama tidak mau ikut, Ayo kita pergi berdua." minta Gunawan.
"Tidak mau, kami tidak mau pergi jika mama tidak ikut!!" seru Yufan.
"Tapi, bagaimana lagi Mama kan tidak mau ikut. masa' apa harus menggendong Mama sih." ucap Gunawan yang secara tiba-tiba.
Mendengar kata-kata yang diucapkan oleh ayah mereka, seketika pikiran licik 2 bocah kecil itu langsung keluar. "Kalau mama tidak mau pergi gendong saja Pa, biar mama tidak bisa menolak!" teriak si kembar.
Safira yang mendengar perkataan dua bocah itu seketika dia langsung terdiam. "Sudah-sudah, Kalian pergi saja sama papa. mama mau membersihkan tempat ini dulu." ucap Safira.
"Tidak mau, kami mau Mama ikut!!" seru si kembar.
Akhirnya Gunawan mempunyai cara untuk membuat Safira mau ikut dengan mereka. "Kamu dengarkan anak-anak tidak mau pergi jika kamu tidak ikut, sekarang tinggalkan saja pekerjaan itu nanti kita kerjakan sama-sama setelah kita jalan-jalan di sekitar tempat ini." ucap Gunawan yang kemudian tiba-tiba menarik tangan Safira hingga membuat wanita itu benar-benar sangat terkejut.
Baru pertama kali ini Gunawan berinteraksi dengan Safira, pria itu akan menarik tangan Safira dan membawa Wanita itu pergi. Satria yang mendapatkan perlakuan seperti itu, dia hanya bisa terdiam terdiam dengan semua yang dilakukan oleh Gunawan secara tiba-tiba. Terlihat mereka berempat keluar dari villa, mereka berjalan di sekitar tempat itu.
"Pemandangannya bagus, bukan?" tanya Gunawan kepada Safira.
"Iya Tuan." jawab Safira.
"Aku kan sudah bilang Mulai sekarang kamu panggil aku Mas, biar orang-orang yang mendengar itu tidak mengira kalau kamu itu pembantuku, anak-anakku memanggilmu Mama sedangkan kau memanggilku Tuan. lalu apa yang akan di pikiran mereka ketika mereka menatapku." ucap Gunawan yang membuat Safira menatapnya.
__ADS_1
Bagaimana lagi toh pria itu sendiri yang dulu menyuruh Safira untuk memanggil dia tuan, sekarang pria itu sudah berubah pikiran dan menyuruh Safira untuk memanggilnya Mas. mau apapun Safira tetap saja salah karena hal itu wanita itu belum memilih hanya menjawab dengan anggukan kepalanya.
Sekitar 15 menit kemudian mereka sudah sampai di sebuah pemandangan yang begitu indah, sawah yang terhampar begitu luas udara yang begitu sejuk bahkan hembusan angin yang membuat Safira benar-benar seperti terhempas ke dunia lain.
"Bagaimana, kamu suka?" tanya Gunawan.
Safira menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian pria itu meminta Safira untuk bermain-main bersama dengan si kembar. tanpa terasa keempat orang itu bermain di Sekitar area sawah, bahkan di sungai yang tidak terlalu besar itu keempat orang itu bermain bahkan saling melempar air.
"Mama, mama aku mau berenang di sini!" seru Yufan dan Ivan.
"Hati-hati nanti tenggelam." jawab Safira.
"Ini sungainya tidak terlalu dalam, jadi biar anak-anak bermain-main di tempat ini." ucap Gunawan yang membuat Safira menganggukkan kepalanya.
Safira dan Gunawan duduk menatap indahnya pemandangan di sana. "Apakah kamu suka tinggal di tempat ini?" tanya Gunawan.
"Pasti akan sangat menyenangkan jika bisa ditinggal di tempat ini." jawab Safira.
"Mulai sekarang panggil aja aku dengan panggilan Mas, aku tidak ingin banyak pertanyaan yang menanyakan mengenai kenapa Kamu memanggilku dengan panggilan Tuan." ucap Gunawan.
"Khem...," Safira yang terlihat berusaha untuk menetralkan dirinya, saat dia menoleh kembali kepada Gunawan ada sebuah adegan yang membuat Safira langsung tercengang.
Terlihat Gunawan mengulurkan tangannya untuk meminta tangan Safira, wanita itu nampak menatap di sekitar tempat itu. "Ada apa ya Tuan?" tanya Safira kepada Gunawan.
"Ayo kita jalan-jalan." ucap Gunawan yang kemudian menarik tangan Safira di tempat itu. Safira dan Gunawan benar-benar melihat pemandangan di sana.
"Di sini sejuk bukan?" tanya Gunawan.
Safira kembali menganggukkan kepalanya, wanita itu nampak hanya menjawab dengan anggukan kepala saja. sesaat kemudian Safira yang sedang berjalan-jalan itu nampak tidak menghiraukan apapun. Gunawan yang melihat Safira seperti itu seketika pria itu mengambil ponselnya dan memfoto Safira dengan sudut yang berbeda-beda.
Sekitar 10 menit kemudian si kembar mengajak Safira dan Gunawan untuk bermain air, mereka saling melempar air dan bercanda gurau. bahkan Safira didorong oleh si kembar hingga terjatuh ke pelukan Gunawan.
"Yeyeye.., Papa sama Mama pacaran, yeh!" seru si kembar yang membuat Safira langsung berusaha untuk berdiri.
"Maaf aku tidak sengaja." ucap Safira.
__ADS_1
"Tidak apa-apa." jawab Gunawan.
Karena mereka berdua sudah basah kuyup akhirnya Gunawan mengajak Safira Dan si kembar untuk segera pulang. "Besok pagi kita jalan-jalan sekitar sini." minta Gunawan.
"Apa Mas yakin mau jalan-jalan?" tanya Safira.
"Tentu." jawab Gunawan. hati Gunawan benar-benar merasa bahagia karena Safira mau memanggil dia dengan panggilan Mas, beberapa jam kemudian mereka sudah selesai dengan semua aktivitas membersihkan rumah menata dan menonton televisi.
"Bagaimana kalau setiap Minggu kita kemari, Sabtu sore kita berangkat minggu malam kita pulang?" tanya Gunawan.
"Entahlah Mas, aku tidak tahu karena semua keputusan ada di tanganmu." jawab Safira.
Saat mereka bercanda gurau pintu rumah itu kembali diketok oleh seseorang.
"Siapa sih yang dari tadi mengetuk pintu." gerutu Gunawan yang terlihat hendak berdiri.
"Biar aku saja yang membuka pintunya, Mas." ucap Safira.
"Nggak usah, kamu di sana saja. aku mau lihat tetangga mana sih yang terus-menerus mengetuk pintu." jawab Gunawan yang kemudian berjalan mendekati pintu .
CEKLEK..
pintu villa tersebut sudah terbuka, tatapan mata Gunawan nampak menatap seorang pria menjengkelkan yang sudah ada di depan villanya kembali.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian