
"Aku tidaklah segila itu." ucap Satria.
"Kenapa Anda harus mengatakan hal itu, saya sudah mempunyai keluarga saya tidak akan pernah menukar keluarga saya dengan apapun!" teriak Safira.
"Aku tahu kalau kamu hidup menderita di tempat ini, maka karena itu aku menawarkanmu kemewahan harta yang aku miliki." ucap Satria. pria itu benar-benar sangat gila, dia datang ke tempat seorang wanita dan mengatakan ingin mengambil dirinya sebagai istri dan dia akan menukar dengan semua gelima hartanya.
Gunawan yang mendengar teriakan sang istri seketika pria itu keluar, Gunawan menatap Satria yang sudah berada di depan rumahnya. "Ada apa Sayang?" tanya Gunawan.
"Sebaiknya kita masuk Mas, ada orang gila di luar rumah kita." ucap Safira yang mengajak sang suami untuk segera masuk
"Ada apa Sayang?" tanya Gunawan kepada sang istri.
Safira tidak menjawab, wanita itu menatap sang suami sembari menggelengkan kepalanya.
"Aku kemari karena aku ingin mengambil istrimu." jawab Satria. Gunawan yang mendengar perkataan Satria seketika pria itu menoleh dia menatap Satria dengan tatapan mata yang benar-benar sangat terluka.
"Apa maksudmu tadi, coba kamu katakan lagi?" tanya Gunawan.
"Aku kemari Karena aku tahu kalau sekarang kamu itu sudah menjadi pria miskin, Aku tidak akan membiarkan Safira merasakan penderitaan kembali bersamamu!" seru Satria.
Safira memutar tubuhnya menatap Satria yang sudah ada di depan rumahnya. "Dengarkan aku pak Satria, walaupun kami hidup sederhana bukan berarti kamu bisa menggunakan uangmu itu untuk menghina kami. uang tidak bisa membeli segalanya, jika uang bisa membeli segalanya Bisakah dengan uang kamu menghidupkan orang mati? Bisakah dengan uang kau membeli kebahagiaan? membeli cinta membeli harapan membeli kasih sayang? tidak, uang memang bisa membuat seseorang berubah. tapi uang tidak bisa membuat sesuatu yang tidak bisa kau miliki itu menjadi milikmu!!" seru Safira.
Gunawan benar-benar sangat tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh istrinya tersebut. memang uang adalah segalanya tapi uang tidak bisa membeli ketenangan kebahagiaan cinta harapan dan kehidupan.
"Apakah kau yakin aku tidak bisa membeli semua yang kau katakan tadi? aku akan melakukan segalanya untukmu, aku akan memberikan seluruh kekayaan suamimu itu kepadamu, seluruh perusahaannya seluruh hartanya akan kuberikan padamu Jika kamu mau bersamaku." ucap Gunawan.
Terlihat Safira menunjukkan senyumnya wanita itu melangkah mendekati Satria. "Gunakan uangmu itu untuk mencari kebahagiaanmu sendiri, jika kamu bisa mencari kebahagiaanmu dengan seluruh kekayaanmu maka kata-kata yang kau ucapkan tadi itu adalah kenyataan. silakan kau mencari kebahagiaan dengan uangmu itu, carilah cintamu carilah ketenangan yang ada di hatimu." ucap Safira.
Pagar besi penghalang antara Safira dan Gunawan nampak masih berdiri kokoh, beberapa pengawal Satria mereka menatap bosnya. "Bener apa yang dikatakan wanita yang ada di dalam lokasi rumah tersebut, uang memang adalah raja tapi uang itu tidak akan membeli kehidupan kebahagiaan dan cinta." guman pengawal Satria.
Karena teriakan yang begitu keras akhirnya para tetangga dari Safira dan Gunawan keluar satu persatu, bahkan beberapa orang yang hendak pergi ke sawah ternyata mereka menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
"Siapa kamu, berani kamu menghina Safira dan suaminya!!" seru beberapa tetangga.
"Kenapa memangnya? apa yang kalian inginkan, ini tidak ada hubungan dengan kalian."'ucap Satria.
"Kamu membuat keributan di sini, segeralah pergi dari sini!!" seru beberapa tetangga.
"Pergilah dari sini, jangan kalian mendekatiku aku tidak ada hubungan dengan kalian. aku kemari karena aku ingin menjemput wanita itu." ucap Satria.
"Wanita itu wanita yang mana?" tanya salah satu ibu-ibu.
"Aku kemari karena aku harus menjemput calon istriku." jawab Satria.
"Memangnya siapa wanita yang kau maksud?" tanya si ibu-ibu.
"Aku kemari karena aku harus menjemput Safira, Aku tidak ingin kehidupannya menderita di sini bersama orang-orang seperti kalian. aku akan membawanya ke kota aku akan menikahinya dan menjadikan dia istriku." ucap Gunawan yang mengatakan hal itu tanpa rasa malu sama sekali.
"Gila kamu ya, Dia itu adalah wanita yang sudah bersuami. kamu ini seorang pria Kok tidak punya malu sama sekali, menyukai seorang wanita yang sudah bersuami!!" seru si ibu-ibu.
"Pergilah dari sini, Satria. kamu sudah mendengar jawaban dari istriku kan, walaupun aku tidak sekaya dulu namun kehidupan kami di sini lebih baik. Kami belajar di sini menjalani kehidupan bersama orang-orang yang menyayangi kami. kembalilah ke tempatmu carilah kehidupanmu sendiri dan jangan mengganggu kami." ucap Gunawan.
"Aku tidak akan pernah kembali, aku akan mengambil wanita itu darimu!!" seru Satria.
"Cinta tidak bisa dipaksakan, Satria. cinta juga tidak bisa kamu buat sebagai mainan, Istriku adalah milikku. kamu carilah wanita lain yang lebih mencintaimu." ucap Gunawan.
Satria tidak akan pernah melepaskan apa yang dia inginkan, pria itu sudah memutuskan untuk melakukan apa yang harus dia lakukan bersama atau apapun. semuanya akan dia lakukan berjalan atau pun apapun, Satria akan berusaha untuk mendapatkannya kehidupan bagaikan sebuah lentera. Satria benar-benar merasa kesal dengan semua jawaban yang dikatakan oleh Safira.
"Aku tahu kamu menderita di sini, Safira. ikutlah denganku Aku akan memberikanmu kebahagiaan!!" seru Satria.
"Dasar pria tidak tahu diri, kamu ini seorang pria Apakah kamu tidak mempunyai malu sama sekali? Dia itu adalah wanita yang sudah bersuami Kenapa kamu tidak mengerti juga!!" seru ibu-ibu.
"Pergi dari sini, jika tidak kami akan mengerutuk kalian!!" seru para warga yang ada di dekat rumah Safira.
__ADS_1
Satria pergi ke tempat Safira hanya membawa beberapa anak buah saja, 3 anak buah bersamanya jadi 4 melawan para tetangga Safira yang berjumlah di atas 10 orang.
"Pergi dari sini, jika tidak kami akan menghajar Kalian rame-rame!!" teriak ibu-ibu.
Safira nampak terdiam menatap mantan bosnya tersebut dengan tatapan mata yang benar-benar tidak akan pernah mengira.
"Aku tanya sekali lagi padamu, Safira. ikutlah denganku!!" seru Satria.
"Aku bukanlah wanita mata duitan, Aku tidak akan melepas keluargaku." jawab Safira karena begitu banyak warga sudah berkumpul.
Akhirnya ketiga anak buah Satria meminta bosnya untuk segera kembali, mereka tidak akan mungkin melawan beberapa warga karena mereka sudah membawa berbagai alat yang ada di rumah mereka masing-masing.
"Ayo kita pergi Bos." ucap anak buah Satria.
"Kenapa kita harus pergi, aku harus mengambil wanita itu dulu." jawab Satria.
"Jika kamu berani menyentuh Safira, makan kita lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu." ucap Irfan yang sudah maju ke depan Satria. terlihat ketiga anak buah Satria tersebut mengenal Irfan dengan baik, karena mereka sama-sama bekerja menjadi bodyguard.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1