KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Apakah dia Satria?


__ADS_3

Orang-orang yang ada di ruangan itu nampak memikirkan mengenai siapa sebenarnya pemilik dari tanda tangan tersebut, jika mereka mengenalnya maka mungkin saja mereka adalah musuh lama Gunawan ataupun Andira. beberapa menit kemudian setelah selesai menelpon Andira Safira menelpon Rudi untuk menanyakan mengenai tanda tangan yang ada di beberapa berkas yang dia bawa.


Tatapan mata Rudi menatap tanda tangan tersebut Entah mengapa dia juga pernah melihat tanda tangan tersebut. "Apa kamu yakin, Rudi?" tanya Gunawan.


"Tentu saja Mas Gunawan, Aku pernah melihatnya." jawab Rudi.


"Di mana?" tanya Gunawan.


"Kalau tidak salah di perusahaan otomotif sama seperti Safira, Kalau kami berdua mengetahuinya berarti itu tanda tangan dari orang-orang perusahaan otomotif." jawab Rudi.


"Itu tidak mungkin Rudi, Apa hubungannya perusahaan otomotif dengan perusahaan real estate atau perusahaan yang aku pegang ini?" tanya Gunawan.


"Aku juga tidak tahu Mas Gunawan, tapi orang yang mungkin memiliki perusahaan lain di tempat kami adalah tuan Satria." ucap Rudi yang membuat Gunawan dan Safira saling menatap satu sama lain.


Itu masuk akal jika orang yang akan berhubungan dengan hal itu adalah Satria, karena pria itu adalah pria kaya raya Bahkan dia mampu membuat perusahaan Gunawan langsung hancur hanya dalam beberapa waktu saja.


"Apa kamu yakin, Rudi?" tanya Gunawan.


"Tentu saja Mas, aku sangat yakin karena yang aku dengar pria itu memiliki beberapa perusahaan di luar perusahaan otomotif. Bahkan dia memiliki perusahaan baja, kontraktor dan beberapa perusahaan yang lain perusahaan yang berkecimpung dalam pembangunan tempat paramiliarder." jawab Rudi.


Tentu saja Gunawan tidak bisa mengatakan apapun, jika itu mengenai Satria memang pria itu sangat marah karena Safira tidak menerima cintanya. bahkan wanita itu menolaknya dengan sangat terbuka.


"Apa mungkin semua ini ada hubungannya dengan Satria." ucap Gunawan.


"Apakah ada sesuatu yang terjadi dengan perusahaanmu?" tanya Rudi.


"Aku mempunyai beberapa kontrak kerjasama dengan sebuah perusahaan asing, tapi kelihatannya orang yang mempunyai tender ini namanya berbeda. Aku kira ada suatu kejanggalan dalam kontrak ini." jawab Gunawan.


"Kalau sepengetahuanku sih mungkin saja itu akan bermasalah jika kita berhubungan dengan Tuan Satria. Karena Mas Gunawan tahu sendiri kan waktu itu dia menyatakan perasaannya bahkan memaksa Safira untuk memilih dia. Namun karena Safira tidak menerimanya kemungkinan besar dia sakit hati." jawab Rudi.

__ADS_1


"Ini sudah berapa tahun, Rudi? kejadian itu sudah 17 tahun lalu lebih. apakah dia masih mempunyai dendam?" tanya Gunawan kepada Rudi.


"Aku juga tidak tahu sih mas, Tapi kalau mengenai pria itu kemungkinan besar kita tidak akan bisa menetapkan apapun." ucap Rudi yang membuat Gunawan menganggukkan kepalanya.


"Tentu saja kita tidak akan bisa melakukan apapun karena kita sama-sama tahu bagaimana pria itu, seorang pria yang mempunyai tingkat kejiwaan dan tingkat ketidakwarasan yang sangat luar biasa." ucap Gunawan yang membuat Rudi setuju dengan kata-kata pria itu.


"Ya sudah kalau begitu, Rudi. Tolong kamu pertahankan apapun yang ada di sana, Aku akan berusaha untuk melakukan yang terbaik di sini." jawab Gunawan yang kemudian mematikan ponsel sang istri.


Setelah mendengar nama Satria Entah mengapa Safira dan Rudi benar-benar merasa tidak nyaman, bagaimana mereka akan nyaman seorang pria yang memiliki kekayaan luar biasa bahkan pria itu memiliki dukungan dari orang-orang yang sangat berbahaya.


"Kenapa dia masih mengincar kita?" tanya Gunawan.


"Entahlah Mas, Kejadian ini sudah 17 tahun lalu. Mengapa pria itu masih tetap saja berusaha untuk membuat kita seperti ini." jawab Safira.


"Ya sudah kalau begitu, kamu Jangan memikirkan mengenai masalah ini lebih baik kita berusaha untuk melakukan sesuatu kepada dua perusahaan ini." ucap Safira.


"Ya sudah kalau begitu lebih baik kita bereskan masalah ini besok saja, kita harus beristirahat dan menetralkan pikiran kita jika kita terlalu memikirkan hal ini bisa-bisa kita sakit karena terlalu pusing." jawab Gunawan yang kemudian meminta anak dan yang lainnya untuk segera tidur.


Walaupun mengatakan hal seperti itu terlihat Gunawan benar-benar sangat kebingungan dengan semua yang terjadi. "Kamu masih memikirkan masalah ini, Mas?" tanya Safira.


"Tentu saja sayang, mas masih memikirkan hal ini. aku tidak pernah berpikir kalau kita akan menghadapi pria itu, dia sudah menghancurkan Perusahaan kita sehingga tidak tersisa sama sekali. lalu sekarang dia berusaha kembali dengan semua usaha yang selalu dia lakukan." jawab Gunawan.


"Entahlah Mas, Apa kesalahan kita hingga membuat pria itu sangat membenci kita." ucap Safira.


"Bukan membenci kita, sayang. tapi sangat membenci Mas ini sudah 20 tahun. Apakah dia belum menikah apakah dia tidak mempunyai kehidupan lain selain ingin menghancurkanku? waktu itu saja usianya sudah 30 lebih, 20 tahun kemudian usianya 50 tahun lebih. sedangkan aku usiaku sudah 55 dan dirimu 45 Lalu kenapa juga dia harus selalu berusaha untuk menghancurkan kita?" ucap Gunawan.


"Lebih baik kita tidak memikirkan hal ini, Mas. lebih baik Kita istirahat dulu. kita pikirkan besok pagi Lebih Baik nanti kita sholat dan meminta petunjuk kepada Allah agar semuanya berjalan lancar." ucap Safira yang membuat Gunawan menyetujui apa yang dikatakan oleh istrinya itu.


Percuma saja memikirkan hal itu, karena mereka tidak akan bisa mendapatkan apapun seperti yang mereka butuhkan. beberapa hari setelah mereka mendapatkan berkas mencurigakan itu terlihat di perusahaan Ivan beberapa klien memberikan kontrak dengan nominal yang sangat fantastis.

__ADS_1


"Oh ya Aisyah, besok apa kamu mau ikut untuk ke Bandung? karena kita akan menginap di sana selama beberapa hari." ucap Ivan.


"Tentu saja bisa, Tuan. Saya akan melakukan sebisa dan semampu saya. Saya akan melakukan tugas saya dengan baik." jawab Aisyah.


"Baiklah kalau begitu, besok kita akan berangkat seperti waktu biasanya." ucap Ivan yang kemudian duduk di kursinya.


Sesaat kemudian entah mengapa Aisyah benar-benar memikirkan sesuatu yang selalu mengganjal di hatinya. "Oh ya Tuan Ivan, saya boleh tanya sesuatu tidak?" tanya Aisyah.


"Iya, ada apa Aisyah." jawab Ivan.


"Apakah kamu sudah memberitahu kepada Kak Zaskia kalau kita besok ke Bandung? kalau tidak bisa bisa dia murka dan mengira kalau kita itu sedang pacaran ke sana." ucap Aisyah sembari tersenyum.


Hal itu membuat Ivan langsung memikirkan apa yang dikatakan oleh wanita tersebut, beberapa hari ini saja event begitu bingung dengan permasalahan kontrak kerjasama yang sangat mencurigakan tersebut. Zaskia selalu saja membuat Ivan pusing dengan semua kelakuannya, bukannya membantu Ivan malah Zaskia selalu merepotkan pria itu dengan semua tudingan-tudingan miringnya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


__ADS_2