
"Kalau tidak ada apa-apa aku harus segera masuk dulu ya, Mas." ucap Safira yang kemudian masuk ke dalam kantornya.
Putri memang selalu tidak menyukai keberadaan Safira, wanita itu terlihat berusaha untuk menghancurkan mantan istri suaminya.
"Aaaa!!" teriak Putri.
Para pegawai lain yang berada di satu bagian dengan Putri tentu saja mereka sangat terkejut dengan teriakan Putri.
"Kenapa kamu teriak-teriak seperti itu, Kamu kira kamu ini berada di rumah!" seru para karyawan yang menjadi satu bagian dengan Putri.
"Diam." jawab Putri.
"Kamu lah yang seharusnya diam, dasar pelakor murahan tidak tahu diri!" seru salah satu karyawan wanita.
Putri yang mendapatkan perkataan seperti itu tentu saja Wanita itu benar-benar sangat geram luar biasa. "Beraninya Kamu menghinaku seperti itu!" seru Putri.
"Seharusnya kami lah yang mengatakan hal itu, Dasar kamu wanita murahan sukanya mengganggu suami orang. jangan-jangan kamu mau mengganggu suami kamu ya!" seru salah satu pekerja wanita.
"Memangnya siapa yang mau mengganggu suamimu, suamimu itu miskin. Aku tidak mau pria miskin!" jawab Putri.
Mendengar kata-kata yang penuh penghinaan dari Putri tentu saja beberapa wanita yang ada di bagian pemasaran langsung memberikan pelajaran kepada putri. Terlihat mereka sedang melakukan sesuatu bahkan salah satu dari wanita itu memberikan tamparan kepada putri.
PLAKK...
PLAKK..
PLAKK...
"Dasar mulut tidak punya sopan santun, mulutmu itu busuk!" seru seseorang wanita.
"Pergi Kalian, pergi!" teriak Putri.
3 wanita tersebut tidak menghiraukan perkataan Putri, mereka terus memberikan pelajaran kepada putri hingga membuat penampilan Putri benar-benar sangat berantakan.
"Aaaa!!!" teriak Putri.
Beberapa pegawai pria yang ada di bagian tersebut nampak mereka hanya diam tanpa mau membantu Putri sama sekali, mereka memang membiarkan para ibu-ibu itu menghajar Putri. Karena pada dasarnya Putri itu sangat sombong luar biasa dan selalu menghina teman-temannya. karena pertengkaran itu terjadi dengan begitu luar biasa akhirnya Satria turun tangan untuk mencegah pertengkaran tersebut.
__ADS_1
"Bawa keempat wanita itu ke ruanganku!" seru Satria yang membuat Putri dan 3 temannya langsung dibawa ke kantor Satria.
"Coba jelaskan padaku apa yang terjadi, kenapa kalian bertengkar di tempatku. apa kalian tidak mempunyai otak atau kalian memang tak berotak?" tanya Satria yang membuat Putri langsung mengeluarkan suaranya untuk mengamankan dirinya.
"Mereka itu telah melakukan sesuatu padaku, Pak. mereka terus-menerus menghajar saya, Lihatlah saya benar-benar dianiaya oleh mereka." ucap Putri yang kemudian menangis. wanita yang suka berakting itu tidak akan mudah memperdaya pria seperti Satria.
"Lalu?" tanya Satria.
"Tolong saya Pak, beri saya keadilan." ucap Putri yang terlihat menangis sembari terduduk di lantai.
Di tempat lain Rudi yang sudah mengetahui istrinya dibawa ke kantor sang atasan, pria itu nampak hanya terdiam dia tidak ingin melakukan sesuatu untuk membantu istrinya.
"Kenapa kamu tidak ke kantor Pak Satria, Rudi?" tanya beberapa karyawan.
"Biarkan saja, memang wanita itu selalu membuat masalah." jawab Rudi.
Mendengar jawaban seperti itu dari mulut Rudi, Akhirnya beberapa pria yang ada di satu bagian dengan Rudi mereka langsung melanjutkan pekerjaan mereka. Rudi tidak ingin ikut campur dalam permasalahan istrinya, Wanita itu sudah menghancurkan hidupnya.
Kembali ke kantor Satria.
"Bohong Pak, bohong. wanita ini sudah melakukan kebohongan, wanita tidak tahu diri dan wanita licik ini tidak pantas dipercaya!" seru ketiga karyawan yang lain.
"Dia yang pertama menghina kami, tentu saja kami akan melawan Bahkan dia juga menghina Bu Vira dengan kata-kata yang sangat tidak manusiawi." ucap tiga karyawan wanita.
"Apa benar yang dikatakan oleh teman-temanmu itu?" tanya Satria yang membuat Putri sedikit kebingungan dengan semua perkataan tiga temannya tersebut.
"Bohong Pak, mereka itu pembohong." jawab Putri.
"Lalu, bagaimana kebenarannya?" tanya Rudi yang membuat Putri kembali terdiam.
Maksud hati putri benar-benar ingin membuat sesuatu, sesaat kemudian Satria meminta Putri untuk memilih dua jalan keluar yang dia miliki.
"Baiklah kalau begitu, aku mempunyai dua kesepakatan denganmu. Jika kamu masih ingin bekerja, satu kau masih bekerja di sini namun kau menjadi OB, kedua aku akan memecatmu tanpa memberimu gaji sama sekali." ucap Satria yang membuat Putri langsung tersentak.
"Kenapa Bapak melakukan hal itu, saya tidak melakukan apa-apa!" seru Putri.
"Bagaimana kamu bilang tidak melakukan apa-apa, lalu apa yang kamu lakukan tadi? kamu menghina teman-temanmu, kamu menghina Bu Fira dengan kata-kata yang begitu menyakitkan dengan mulut busukmu itu." jawab Satria yang membuat Putri terus berusaha untuk membela dirinya.
__ADS_1
"Sudahlah sekarang kamu katakan apa jawabanmu, Kamu bekerja atau kamu keluar dari sini?" tanya Satria.
Tidak mungkin Putri keluar dari perusahaan karena jika dia sampai keluar dari perusahaan maka Putri yakin kalau Safira akan mendekati suaminya.
"Aku beri waktu satu hari, Jika kamu masuk bekerja besok kamu sekarang tidak bekerja di bagian pemasaran. kamu bekerja di bagian kebersihan, Jika kamu tidak mau tidak apa-apa. aku tidak memaksamu." Satria yang kemudian meminta Putri untuk segera pergi dari kantornya.
Sedangkan 3 karyawan yang bekerja di bagian pemasaran mereka tidak mendapatkan hukuman apapun, Satria memang selalu geram dengan semua tindakan yang dilakukan oleh Putri. namun sekarang terlihat pria itu mendapatkan kesempatan untuk menghancurkan Putri.
Safira yang berada di kantornya terlihat Wanita itu sudah mendapatkan kabar dari Nia. "Apa kamu yakin, Nia?" tanya Safira.
"Benar Bu, Pak Satria menurunkan jabatan Putri menjadi bagian kebersihan." jawab Nia.
"Wah bagus banget dong, besok kita akan lihat Bagaimana kesombongan wanita itu." ucap Safira.
"Benar Bu, besok aku akan menumpahkan kopi di lantai Setelah itu kita lihat Apa yang akan terjadi." ucap Nia yang terlihat tersenyum begitu jahat.
"Sudah-sudah, lebih baik kita bekerja karena besok kita harus melakukan sesuatu untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan kita." ucap Safira.
"Baiklah Bu, aku benar-benar sangat bersemangat dengan semua informasi ini. aku ingin melihat kesombongan wanita itu, aku sudah bekerja di sini selama beberapa tahun. wanita itu selalu menindas para pekerja baru, wanita itu selalu menghina kami Jika ada salah satu di antara kami mempunyai wajah tidak sempurna." jawab Nia .
"Wah, kalau begitu Wanita itu benar-benar sangat busuk mulutnya." ucap Safira.
"Tentu saja Bu, wanita itu mulutnya benar-benar sangat busuk. karena mulut busuknya itulah membuat kami sangat tidak menyukainya." jawab Nia.
"Ya sudah kalau begitu, lebih baik kita selesaikan laporan-laporan ini Setelah itu kita bawa kepada Pak Satria dan besok kita akan lihat apa yang terjadi dengan Putri." jawab Safira yang kemudian mengerjakan beberapa laporan perusahaan.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian