
Dengan segera Safira pergi ke perusahaan sang suami, wanita itu harus segera menghentikan Indah agar menantunya tidak mendapatkan masalah. sedangkan di dalam perusahaan, Gunawan sudah melihat apa yang di lakukan oleh menantunya.
"Aku tidak salah memilih menantu, hahaha...," suara tawa Gunawan ketika melihat media sosial.
BRAKKK...,
"Mas." panggil Safira.
"Sayang, ada apa? tumben jam segini sudah ada di perusahaan?" tanya Gunawan.
"Mas, kita harus segera ke perusahaan Yufan." pinta Safira.
"Memangnya ada apa, Sayang. kenapa kamu sangat terburu-buru seperti itu, Apakah ada sesuatu?" tanya Gunawan kepada sang istri.
"Kenapa kamu santai-santai begitu Mas, kita harus ke tempat Putra kita." jawab Safira.
"Iya, memangnya Ada apa? Kenapa kamu sangat ketakutan seperti itu, Apakah ada sesuatu?" tanya Gunawan yang membuat Safira malah semakin marah.
"Apa kamu sudah melihat berita heboh beberapa jam yang lalu?" tanya Safira.
"Memangnya ada apa." jawab Gunawan yang sedikit menanyakan hal itu kepada sang istri.
"Pokoknya kita harus segera ke tempat Yufan, Indah melakukan sesuatu kepada wanita itu." jawab Safira.
Sesaat kemudian Gunawan menghela nafasnya dan meminta sang istri untuk tenang. "Duduklah, Sayang. aku akan mengambilkanmu air minum, Kenapa kamu itu ketakutan Aku kira ada sesuatu." jawab Gunawan yang membuat Safira malah semakin marah.
"Kenapa kamu bilang seperti itu, Mas. aku ini sedang kebingungan kamu malah begitu santai?" tanya Safira.
"Kenapa aku harus bingung, kenapa aku harus panik." jawab Gunawan.
"Kita harus melakukan sesuatu agar Indah tidak membuat kesalahan, jika terjadi sesuatu kepada Indah nanti bagaimana?" tanya Safira.
"Tenang saja, biarkan wanita tidak tahu malu itu mendapatkan pelajaran dari istri Yufan." jawab Gunawan yang begitu santai.
Safira yang mendengar perkataan sang suami nampak Wanita itu benar-benar sangat terkejut sekaligus bingung. Entah di mana pemikiran suaminya itu. "Apa maksudmu Mas, Kenapa kamu bilang seperti itu. Kamu tidak terkejut atau bagaimana?" tanya Safira kembali.
__ADS_1
"Kenapa aku harus terkejut, aku sudah mengetahui semua informasi itu. lagi pula kalau wanita itu berani melakukan sesuatu kepada menantu kita, kita akan menyerang balik sekaligus menembak Satria agar dia keluar dari persembunyiannya." jawab Gunawan yang terlihat begitu santai badai.
"Pokoknya Ayo kita ke perusahaan, Aku tidak mau terjadi sesuatu kepada menantuku." Safira yang sudah kesal saat mendengar semua jawaban yang dikeluarkan oleh suaminya. seolah pria itu tidak kebingungan bahkan tidak takut jika terjadi sesuatu kepada menantunya.
Sekitar 40 menit kemudian terlihat Safira dan Gunawan sudah berada di perusahaan G2, wanita itu berjalan dengan tergesa-gesa untuk segera sampai di tempat menantunya. terlihat di sana sebuah kehebohan yang luar biasa. Indah benar-benar mempermalukan wanita yang bernama Melodi tersebut, dia membuat Melodi seperti seorang wanita tidak tahu diri yang terus-menerus berusaha mengganggu suaminya.
"Lepaskan aku, lepaskan!!" teriak Melodi.
"Kenapa kamu harus malu ditonton oleh seluruh anak buah perusahaanku, Seharusnya kamu yang malu karena terus berusaha mengganggu suami orang." ucap Indah dengan nada yang begitu santai namun kata-kata yang dikeluarkan itu seolah menekan.
"Kenapa aku harus mengakui kalau aku menggoda suamimu. Aku tidak pernah sekalipun melakukannya." jawab Indah.
Sesaat kemudian terlihat Indah mengambil ponselnya dan mencari tahu mengenai suaminya. "Pak, bagaimana kondisi suamiku?" tanya Indah kepada Pak sopir.
"Kondisi bapak sudah lebih baik, bu. katanya untung obat itu diberi hanya dosis rendah kalau dosis tinggi kemungkinan Bapak tidak bisa mengendalikan dirinya." jawab Pak sopir.
"Sebentar lagi saya ke sana ya Pak, tolong jaga suamiku dulu." minta Indah.
"Baik Bu." jawab Pak sopir.
"Indah." Panggil Safira.
Indah menoleh dan menatap mertuanya tersebut. "Papa, mama." Panggil Indah.
"Kamu baik-baik saja, Indah?" tanya Safira.
"Aku baik-baik saja ma, Oh ya Ma bisa minta tolong sebentar, tidak?" tanya Indah.
"Memangnya ada apa, Indah?" jawab Safira.
"Aku mau ke rumah sakit Sebentar, tolong mama jaga wanita ini agar tidak kemana-mana minta." Indah yang kemudian langsung pergi.
Safira kebingungan saat melihat situasi seperti itu, Gunawan yang menatap Melodi kondisinya seperti kucing yang sudah tercelup air. akhirnya pria itu meminta salah satu pekerjaan untuk mencari kain atau apapun untuk menutupi tubuh bagian atas Melodi.
"Ma, pakaikan kain ini ke tubuhnya biar dia tidak seperti wanita murahan." ucap Gunawan yang kemudian pergi meninggalkan sang istri.
__ADS_1
Safira menatap seorang wanita muda yang mungkin seusia dengan Indah, tatapan mata yang ditunjukkan oleh Safira seolah mempunyai tekanan yang sangat luar biasa. "Wajahmu cantik namun kelakuanmu benar-benar sangat liar. seorang wanita yang mampu melakukan sesuatu yang hina seperti ini tidak pantas di sebut wanita." ucap Safira.
"Apa maksudmu Nyonya, apakah kamu mau menghina aku!" seru Melodi.
"Aku tidak sedang menghinamu, aku hanya mengatakan apa yang aku lihat dan kenyataan yang ada di depanku." jawab Safira.
Setelah mengatakan hal itu akhirnya Safira meminta salah satu karyawan yang ada di tempat itu untuk mengantar Melodi keluar dari perusahaan.
"Aku pasti akan membalas kalian semuanya." ucap Melodi sembari menatap Safira.
"Terserah kamu mau melakukan apapun, Jika kamu berani menyentuh keluargaku maka aku akan membuat perhitungannya lebih besar padamu. Oh ya aku lupa titip salam kepada majikanmu yang bernama Satria itu, katakan padanya aku sudah mengetahui semua rencananya. aku dan suamiku tidak akan membiarkan dia hidup tenang dengan semua kebusukan yang sudah dia lakukan." ucap Safira yang kemudian pergi meninggalkan perusahaan. Sedangkan Melodi langsung mematung ketika Safira mengatakan hal itu.
Sebuah kata yang benar-benar tidak akan bisa dipahami oleh Melodi. rasa kekesalan yang sangat luar biasa terjadi kepada Melodi, seorang pria yang berada di perusahaannya nampak dia juga sudah mengetahui mengenai Melodi yang dimakan oleh menantu dari Gunawan
"Ternyata menantu dari pria itu liar juga." ucap Satria.
"Apa yang harus kita lakukan, Tuan?" tanya anak buah Satria.
"Tenang saja, kita akan melakukan sesuatu namun untuk saat ini lebih baik kita diam sebentar. kita akan lihat apa yang ingin mereka lakukan, tapi kelihatannya mereka masih belum mengetahui semua rencana kita." ucap Satria yang benar-benar yakin kalau dia tidak akan kalah dari Gunawan. senyum yang begitu busuk terlihat dari Gunawan, sedangkan seorang wanita yang ada di tempat itu nampak dia tertawa sedikit bahagia karena dia menemukan jalan untuk membalas dendam kepada suaminya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan
__ADS_1