
Akhirnya kepala sekolah benar-benar kebingungan dengan apa yang dikatakan oleh wanita yang barusan datang tersebut, rapat yang diadakan oleh sekolah sudah dimulai. dengan kekesalan yang sangat luar biasa Safira mencari ruang kelas 4 dan 5, Safira mencari orang tua dari 4 siswa yang sudah memukul Yufan dan Ivan.
BRAKKK...
Safira langsung membuka paksa ruang kelas dari beberapa siswa yang sudah memukul si kembar.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanannya karena saya menghentikan acara ini." ucap Safira yang memasuki sebuah ruangan sembari membuka pintu itu dengan kasar. di
"Iya Bu, ada apa?" tanya wali kelas kelas 5.
"Saya minta kepada orang tua dari dua murid ini untuk keluar!" seru Safira sembari mencengkram pakaian dua anak tersebut.
"Apa yang kamu lakukan kepada anak saya!" teriak seorang ibu yang berdiri dengan raut wajah yang begitu kesal.
"Iya, apa yang kamu lakukan dengan Putraku?!" teriak wanita yang lain.
Dua wanita itu berdiri mendekati Shafira, tatapan mata Safira menatap dua wanita yang tak lain adalah ibu dari dua siswa yang sudah mengeroyok putranya.
"Pantas saja ibunya seperti ini, ternyata kalian hanya pada berdandan dan tidak bisa mendidik putra Kalian!" teriak Safira.
Di ruang kelas 5 perdebatan di ruangan itu terlihat begitu sengit.
"Saya akan membawa kasus pengeroyokan ini kemeja hukum." ucap Safira.
"Kamu kira kamu akan bisa melakukannya?" tanya dua Ibu dari dua murid tersebut. kata-kata yang dikeluarkan oleh wanita tersebut seolah mengatakan dia tidak akan bisa membawa anak-anak mereka .
"Apakah kalian yakin?" tanya Safira yang kemudian mengambil ponselnya dan mulai menelpon salah satu pengacaranya untuk membawa kasus ini ke meja hukum.
2 Ibu dari dua siswa itu benar-benar sangat terkejut Ketika ada seorang wanita yang benar-benar melakukan apa yang dia katakan.
"Apakah kamu ingin uang? aku akan memberikan uang tapi jangan melakukan hal itu pada anak-anak kami." ucap si Ibu.
"Benarkah? kalau begitu aku akan memberikan kalian uang lima kali lipat jika kalian membiarkan aku memukul anak-anak kalian." ucap Safira dengan nada yang benar-benar begitu menakutkan.
Orang-orang yang ada di ruangan itu benar-benar tersentak. "Memangnya apa yang terjadi, Bu?" tanya seorang wanita yang ada di barisan rapat tersebut.
Safira menceritakan mengenai kejadian yang dia lihat tadi, bahkan wanita itu meminta putranya untuk menceritakan apa yang terjadi di depan orang-orang itu. kejadian hari itu benar-benar membuat sekolah tersebut mengalami masalah yang sangat luar biasa.
__ADS_1
"Saya mohon Anda tidak boleh membawa kasus ini ke jalur hukum." pinta kepala sekolah yang sedikit kebingungan.
"Saya tidak mempunyai jalan lain karena kalian sudah membuat anak-anak saya terluka." jawab Safira.
Yufan dan Ivan benar-benar terkejut dengan apa yang dilakukan oleh ibu sambungnya tersebut, wanita itu benar-benar melindungi mereka seperti seorang ibu kandung yang sudah melahirkan mereka.
"Terima kasih ya Ma." ucap Yufan dan Ivan.
"Kenapa harus berterima kasih, Mama pasti akan membantu kalian. Mama tidak akan membiarkan mereka menyakiti anak-anak Mama." jawab Safira yang membuat Yufan benar-benar bahagia.
Di tempat lain, kabar mengenai Apa yang dilakukan oleh Safira di sekolah itu sudah terdengar di telinga Gunawan.
"Apa kamu yakin?" tanya Gunawan kepada Pak Madi.
"Benar Tuan, Nyonya benar-benar melakukan hal itu. Bahkan dia protes dan mengancam kepala sekolah atas tindakan beberapa siswa yang sudah melakukan kekerasan kepada si kembar." jawab Pak Madi.
Gunawan benar-benar tidak akan pernah mengira kalau Safira akan melakukan hal itu, ternyata wanita itu benar-benar akan melindungi anak-anaknya.
"Ternyata wanita itu melakukan apa yang dia katakan." ucap Gunawan yang kemudian mematikan ponselnya. ada sedikit kebahagiaan di hati Gunawan setelah mendengar semua informasi yang diberikan oleh sopir Safira.
"Ada apa Bos?" tanya Joni kepada Gunawan.
"Tapi Tuan, apa tidak terlambat ke rapat si kembar. karena yang saya tahu mungkin rapatnya sudah selesai karena ini pukul 11.00." ucap Gunawan.
"Kemungkinan belum, Joni. karena ada sebuah insiden yang membuat rapat itu kemungkinan besar diundur." jawab Gunawan
Beberapa menit kemudian akhirnya Gunawan sudah sampai di sekolah tempat si kembar, pria itu datang dengan menggunakan pakaian lengkap dan berjalan begitu gagah. para guru wanita dan ibu dari para wali murid nampak menatap seorang pria yang datang di tempat itu.
Beberapa guru nampak mendatangi Gunawan yang sudah ada di tempat tersebut. "Anda mau ke mana, Tuan?" tanya seorang guru wanita yang bertanya kepada Gunawan dengan raut wajah yang begitu sumrinya.
"Saya mencari ruangan kepala sekolah." jawab Gunawan.
"Maaf tuan, tapi masih ada tamu di tempat itu." ucap guru wanita.
"Saya hanya perlu tahu di mana ruang kepala sekolah." jawab Gunawan.
Akhirnya salah satu guru wanita menunjukkan ruang kepala sekolah kepada Gunawan, saat berada di depan ruangan itu nampak pria itu langsung masuk ke ruangan guru dengan raut wajah yang begitu kesal.
__ADS_1
CEKLEK...
"Papa!" seru Yufan dan Ivan saat melihat ayahnya sudah berada di sana.
Safira menoleh menatap pria yang ada di ruangan itu yang terlihat sedikit kesal. Akhirnya hari itu diselesaikan, masalah perkelahian dari para siswa.
Kepala sekolah meminta maaf kepada Gunawan dan Safira, namun Safira tidak akan memaafkan orang-orang itu karena sudah membuat anaknya terluka.
"Saya akan membawa Putri Saya pindah ke sekolah lain, sekolah di sini ternyata benar-benar tidak memenuhi standar keamanan sama sekali." ucap Safira.
"Kita bisa menyelesaikannya dengan baik, nyonya." ucap kepala sekolah.
"Tidak, terima kasih." jawab Safira.
Gunawan nampak terdiam, dia ingin tahu apa yang dilakukan oleh Safira dengan semua kejadian ini. Gunawan sedikit menyesal dan sedikit kesal karena dia tidak pernah tahu kalau putranya selalu dibully oleh teman-temannya. karena berkat Safira pria itu tahu bahwa anak-anaknya diperlakukan tidak Begitu baik di sekolah tersebut. Safira lebih memilih membawa putranya ke sekolah lain.
"Aku akan kembali ke perusahaan." ucap Gunawan.
Safira tidak mengeluarkan suara, wanita itu hanya menganggukkan kepalanya kemudian membawa si kembar masuk ke mobilnya. ada sedikit kekesalan di hati Gunawan saat melihat Safira benar-benar tidak menghiraukannya.
"Ternyata Nyonya Safira benar-benar sangat luar biasa, Tuan." ucap Joni.
"Dia biasa saja, apanya yang luar biasa." jawab Gunawan yang kemudian meminta Joni untuk kembali ke perusahaan. saat di perjalanan..., Entah mengapa Gunawan sedikit tersenyum saat dia mengingat kembali apa yang dilakukan oleh wanita itu.
"Ternyata anak-anakku tidak salah memilih Ibu, Wanita itu benar-benar sangat luar biasa." ucap Gunawan dalam hati yang terlihat menunjukkan senyumnya walaupun begitu samar.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian