
"Dasar wanita tidak tahu diri!" bentak pria tua kepada Sheila.
"Apa?"
"Dasar wanita brengsek!" pria tua makin marah.
"Dasar tua-tua keladi, sudah tua makin pandai beraksi!" Sheila yang bertambah mengejek pria tua yang mau melakukan sesuatu kepadanya.
"Sudah diam, tuan. anda sebaiknya ikut bersama kami anda akan ditahan atas laporan yang sudah dilaporkan oleh pihak hotel ini. barang bukti sudah saya kantongi anda tidak bisa lagi melakukan apapun yang anda inginkan." ucap pak polisi yang kemudian langsung meminta salah satu tamu hotel itu untuk segera ikut bersamanya ke kantor polisi.
Senyum yang begitu mengembang dengan raut wajah yang benar-benar begitu takjub, seorang pria berpakaian sederhana namun begitu menawan.
"Lihatlah Wanita itu benar-benar sangat luar biasa." seorang pria yang membicarakan Sheila dengan keberaniannya melawan pria tua mata keranjang.
"Jangan mengatakan apapun, tentu saja wanita itu adalah wanita istimewa." ucap Reno sambil menatap Sheila.
"Apakah kamu mengenal pria itu? tentu aku mengenal wanita itu, dia adalah wanita yang akan aku nikahi." Reno yang menjawab dengan semua keyakinannya. pria itu mengakui Sheila sebagai calon istrinya.
"Wow kau benar-benar sangat hebat, mencari gadis muda yang mempunyai keberanian yang sangat luar biasa." puji teman Reno
ketika melihat keberanian yang ditunjukkan oleh Sheila.
Ruang pak direktur
"Kamu benar-benar sangat luar biasa, Sheila." pujian yang di lontarkan oleh pak direktur.
"Hehehe.., lalu aku dapat bonus, pak?" tanya Sheila sembari tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"Kamu ini mata duitan banget sih, Sheila?* tanya Pak direktur sambil menatap Sheila sembari memicingkan kedua matanya.
"Wanita itu memang biang uang pak. karena wanita ibaratnya dapur berjalan, sana sini itu ini itu yang ngeluarin uang kan laki-laki yang membelikan wanita, Pak." jawab Sheila Sambil tertawa.
Direktur hotel selalu saja dibuat tercengang dengan semua yang dilakukan oleh Sheila. "Kira-kira hotel ini dapat masalah tidak, ya?" pak direktur yang terlihat memikirkan Bagaimana masa depan hotel selanjutnya.
"Aku jamin tidak akan loh Pak, karena kita membongkar kedok orang jahat. Bapak tahu kan, yang aku dengar itu beberapa permasalahan di hotel mengenai pria itu berulang kali, korban selalu diancam untuk tutup mulut agar dia bisa bebas." ujar Sheila yang mulai memikirkan apa yang dikatakan oleh beberapa karyawan lama yang ada di hotel itu.
"Oh ya Sheila, katanya kamu itu sekarang kerja Sambil kuliah ya?" tanya Pak direktur.
"Iya Pak, Memangnya kenapa? Apa Bapak mau membayar uang kuliahku? Alhamdulillah bapak baik banget deh." canda Sheila yang membuat direktur hotel terus menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Memangnya kamu mau sekolah jurusan apa?" tanya Pak direktur.
"Sebenarnya saya sedang mengambil jurusan hukum, Pak. saya mau menjadi pengacara." jawab Sheila yang menunjukkan keseriusannya. namun direktur hotel yang mendengar semua kata-kata yang ditunjukkan oleh Sheila malah pria itu tertawa seolah mengejek kata-kata yang diucapkan oleh wanita itu.
"Kenapa Bapak tersenyum seperti itu, bapak enggak percaya ya kalau aku sekarang itu sekolah jurusan hukum. Aku mau menjadi pengacara pak, kalau bisa sih jadi hakim. orang-orang seperti pria tua itu mau aku berikan hukuman seumur hidup atau hukuman mati." Sheila yang mengumpamakan cita-citanya dan memberikan hukuman kepada orang-orang yang akan melakukan kejahatan.
"Wah dunia ini jadi kosong dong kalau kamu jadi hakim." ucap pak direktur.
"Memangnya kenapa Pak? masak dunia jadi kosong, Memangnya pada ke mana semuanya?" Sheila yang kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh direktur tempatnya bekerja itu.
"Ya kamu penjarakan semua, nanti orang-orang semuanya pada hilang loh, semuanya pada kabur takut melakukan kesalahan Kalau kamu jadi hakim." jawab direktur hotel sambil tertawa.
Beberapa jam kemudian
"Ayo kita pulang, Sheila." ajak Nadia.
"Iya." jawab Sheila.
"Sheila, nanti kamu mau tengok buku baru, nggak?"
"Memangnya kamu mau ke mana, Nadia?"
"Mau beli buku apa ya, aku mau beli buku yang banyak dong Sheila. masak aku mau sekolah jurusan tata boga kok nggak beli buku. mana bisa aku masak."
"Yes, kamu adalah teman terbaikku, Sheila."
"Dasar, bisamu cuma gitu aja." sindir Sheila.
"Oh ya, nanti aku mau beli beberapa buku. kamu mau beli buku, apa Sheila."
"Aku nanti mau beli buku mengenai peraturan hukum, pasal-pasal hukum. menjadi seorang pengacara yang baik dan lain sebagainya. Memangnya kamu mau beli buku berapa, Nadia?"
"Kalau aku sih beli buku banyak, soalnya Aku ingin menjadi istri yang baik bagi suamiku. Kamu tahu kan, Sheila. kalau aku ini adalah tipe seorang wanita yang akan menjadi istri yang baik."
"Tentunya saja Nadia, aku tahu sekali kalau kamu akan menjadi seorang istri yang sangat baik."
"Tapi sebaik apa?" tanya Sheila sambil tersenyum.
Saat mereka berdua masuk ke dalam toko buku, seorang pria dengan sengaja kembali melakukan sesuatu hingga membuat gadis muda pemberani yang kuat itu langsung menampakan taringnya.
__ADS_1
BRUKK...
"Aaaa!"
Sheila yang terkejut dan hampir terjatuh.
Seketika seorang pria kembali menabraknya, Salah satu tangan pria terulur, dia memegang pundak Sheila dan memegang pinggang wanita itu agar tidak terjatuh.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya seorang pria dengan pakaian serba hitam dan kacamata yang masih menempel. wajah tampan, bibir agak merah dan suara yang begitu dikenal oleh Sheila.
"Sheila." Nadia yang langsung menghampiri temannya yang hampir terjatuh.
"Bisa lepasin, nggak?" pinta Sheila yang kemudian berdiri.
Salah satu tangan Sheila tiba-tiba saja langsung meraih kacamata pria yang menolongnya tadi. wajah seorang pria terlihat begitu familiar.
"Kamu!!" teriak Sheila dengan suara yang begitu keras ketika dia melihat Reno ada di depannya.
"Halo." Reno yang melambaikan tangan sambil tersenyum kepada Sheila.
"Ya ampun, aku udah dua kali lho kamu tabrak. sekarang kamu nabrak aku lagi, Kamu kira aku ini barang untuk ditabrak apa!" Sela yang tidak terima karena sudah dua kali ditabrak oleh Reno.
"Maaf, maaf aku tidak bermaksud seperti itu. Aku tidak bermaksud menabrak mu." jawab Reno.
"Hufff.., Lebih baik aku menghindar darimu. jika tidak pasti kepalaku pusing karena harus berurusan denganmu," setelah mengatakan itu Sheila langsung menarik tangan Nadia dan membawa temannya itu untuk mencari beberapa buku yang akan menjadi referensinya.
"Aku suka wanita ini, dia akan menjadi Ibu dari anak-anakku. wanita kuat, luar biasa dan dia adalah wanita istimewa." guman Reno dalam hati yang kemudian memakai kacamatanya dan meninggalkan toko buku."
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan