KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Mencari bukti


__ADS_3

Satu minggu kemudian


"Bagaimana, Paman?" tanya Sheila.


"Kita hanya mempunyai beberapa bukti, Sheila. Kita harus mencari bukti yang lebih kuat." jawab Paman Ferdi yang terlihat berbicara dengan beberapa temannya.


"Jalan satu-satunya kamu harus memancing mereka keluar, Sheila. jika mereka tidak mau keluar kita harus memaksa mereka kelua." jawab Salah satu pengacara.


"Apakah kamu yakin akan membela wanita itu? lalu apa kamu tidak takut jika hotel tempatmu bekerja itu akan mengalami kehancuran?" tanya Paman Ferdi.


"Ini bukanlah masalah kehancuran, paman. kita harus menegakkan hukum dengan adil, jika mereka melakukan hal itu berarti ada orang-orang busuk yang berusaha untuk bermain curang. anggap saja aku mengatakan hal ini, kalian semua mempunyai anak gadis lalu bagaimana jika anak gadis kalian mendapatkan perlakuan seperti itu, kalau tidak anak wanita kalian. Walaupun dia sudah menikah atau belum Jika anak-anak yang kalian cintai mendapatkan perlakuan seperti itu apakah Paman semua akan ikhlas?" tanya Sheila dengan sorot mata yang begitu marah. darah pemarah dan juga mengesalkan diturunkan langsung dari Gunawan. watak keras dan sikap angkuh Sheila memang tidak bisa dipungkiri lagi kalau dia adalah keturunan Gunawan.


"Kamu benar-benar sangat mirip dengan ayahmu, Sheila. keras dingin menyebalkan." ucap Paman Ferdi.


"Paman tahu sendiri kan seperti apa papaku itu, dia pria paling menyebalkan dia bagaikan es, tidak dia adalah besi. Kalau batu dipukul hancur kalau besi tidak dilelehkan tidak akan berbentuk." ucap Sheila.


"Apa yang akan kamu lakukan, apakah kita berhenti di sini atau kita akan melanjutkan rencana kita!" tanya Paman Ferdi.


"Tentu saja paman, kita akan melakukan sesuai rencana. aku akan menyelidiki hotel tempatku bekerja jika kita bisa membuka beberapa pekerjaan kotor di hotel itu maka dengan sendirinya kita semua naik panggung. kita akan mendapatkan sesuatu yang sangat luar biasa." kata-kata yang diucapkan oleh Sheila seolah energi positif yang sangat luar biasa. wanita itu dengan begitu mudahnya memberikan semangat yang luar biasa kepada para pria tua yang selalu dia panggil Paman tersebut.


"Baiklah, kami akan selalu memberikanmu dukungan. kamu harus hati-hati jika mereka adalah orang-orang yang berkuasa kamu akan mendapatkan masalah yang sangat luar biasa." Paman Ferdi yang mencoba untuk memperingatkan Sheila.


"Paman tenang saja kita akan mendapatkan titik terang dari kasus pembunuhan itu." setelah mengatakan hal itu Sheila langsung pergi meninggalkan tempat Paman Ferdi. pria tua itu memang sangat suka dengan muridnya itu, begitu pemberani luar biasa kata-katanya begitu pedas. Bahkan dia selalu membuat orang lain kesal dengan semua perlakuannya.


"muridmu itu akan menjadi wanita luar biasa dia akan menjadi orang yang susah dikalahkan ucap salah satu pengacara yang begitu terkesima dengan semua yang dilakukan oleh Sheila Kamu benar sekali dulu Aku Dan Ayahnya adalah rival Kami selalu berperang dalam segala hal setelah kami kuliah kami berbeda jurusan aku mengambil jurusan hukum dia menjadi seorang pembisnis tapi kalau kami bertemu kata-katanya selalu menyebalkan bahkan kematian istri pertamanya tidak membuatnya hancur Aku adalah pria yang begitu heran dengan sikapnya Entah di mana perasaan dan hatinya itu namun beberapa tahun kemudian saat aku bertemu dengannya kembali dia benar-benar sudah berubah dia sudah luluh di tangan seorang wanita yang tak lain adalah seorang janda dia wanita yang begitu luar biasa mampu membuat Gunawan bertekuk lutut seperti besi yang sudah leleh paman terlihat mengingat semua masa lalunya bersama dengan Gunawan.


Keesokan hari


"Selamat pagi!" seru Nadia yang sudah berada di ruang ganti pegawai.

__ADS_1


"Selamat pagi, Oh ya kemarin kamu ke mana aja aku telepon kok gak diangkat?" tanya Shela sambil menatap Nadia yang senyum-senyum.


"Kemarin aku sedang kencan dengan seseorang." jawab Nadia yang membuat Sheila mencibirkan bibirnya.


"Oh ya, Memangnya kamu kencan di mana, Nadia?"


"Kamu tahu nggak, Sheila. kemarin itu adalah hari yang sangat spesial."


"Oh ya? Memangnya kemarin hari apa?"


"Kamu tahu nggak, kemarin itu aku berkencan di salah satu tempat yang sangat luar biasa. di salah satu hotel bintang tujuh." jawab Nadia.


"Oh begitu ya, lalu apa yang kalian lakukan di sana?" tanya Sheila yang terlihat menatap wajah cemberut yang ditunjukkan oleh Nadia.


"Yah gimana lagi, ketika aku tahu niat pria itu untuk melakukan sesuatu padaku aku langsung putus dengannya. Aku mencari pria yang jujur bukan pria mata keranjang yang berusaha untuk mencari kesempatan dalam kesempitan." jawab Nadia yang menunjukkan wajah kesal.


"Kenapa harus putus, lalu kamu sudah memberi dia pelajaran atau belum?" tanya Shela sambil mengunci loker tempat barang-barang pribadinya.


"Kalau aku sih aku nggak mau putus dulu, sebelum aku membalas dendam." Sheila yang terus mengompor-ngomporin Nadia agar dia tidak putus dulu sebelum memberikan balasan kepada pria itu.


"Nggak mau ah, aku kesel sama dia masa Dia mau mempermainkan aku. Aku ini bukan barang mainan, Sheila."


"Iya, tapi kamu harus memberikan dia pelajaran dulu, Nadia. enak banget dia menganggap kamu wanita murahan.


"Tapi bagaimana caraku untuk memberikan dia pelajaran, dia itu salah satu staf di sini loh, Sheila."


"Apa!!" Shela yang terkejut.


"Iya, sebenarnya aku pacaran sama salah satu staf di hotel ini." jawab Nadia sambil tertunduk dan memainkan jari jemarinya.

__ADS_1


"Semenjak Kapan kamu membohongiku, Nadia. kamu sudah tidak mau bersahabat denganku lagi?"


"Bukan seperti itu, Sheila. dengarkan Aku, aku sebenarnya mau bilang sama kamu. Tapi bagaimana ya?"


"Bagaimana apanya, Nadia. kamu itu sudah membohongi aku."


"Bukan begitu Sheila, aku kan cuma mau memberi kamu surprise tapi aku sendiri yang terkejut ujung-ujungnya, patah hati lagi."


"Aku sudah bilang cari cowok itu yang baik, jangan tampangnya doang, Nadia"


"Aku sih tidak mencari tampangnya, Sheila. tapi dia terus-menerus menggoda aku sih, aku jadi terjerat." jawab Nadia sembari tersenyum menggelikan.


"Memangnya kamu pacaran sama siapa sih?"


"Dama Pak Amir." jawab Nadia.


Setelah mendengar perkataan yang di katakan oleh Nadia, Sheila menemukan sedikit titik terang. apakah mungkin jika Pak Amir adalah salah satu orang yang suda menjebak wanita-wanita muda untuk menjadi mangsa para hidung belang. jika memang pria itu ada hubungannya maka Sheila tidak akan pernah melepaskannya, dia pasti akan memberikan pelajaran kepada pria itu dengan semua kelakuannya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- Mawar hitam berduri

__ADS_1


- I love you uncle Bastian


- Terlempar ke dimensi kerajaan


__ADS_2