
TASS...
TRASSS..
suara percikan api yang keluar dari kabel listrik yang di rusak.
"Kita harus keluar, Bos." minta teman-teman Alvaro.
"Tentu saja kita harus keluar, Siapa tahu sebentar lagi tempat ini akan kebakaran." jawab Alvaro sambil tertawa terbahak-bahak.
Sesaat kemudian..
DOR..
DOR...
suara tembakan langsung terdengar, Alvaro dan beberapa anak buahnya yang hendak melarikan diri itu langsung berdiam di tempat. karena para polisi sudah berada di tempat itu, langkah kaki Alvaro tidak bisa melakukan apapun. nampak dia terdiam karena dikepung oleh para polisi.
"Jangan bergerak, Tuan. Jika Anda berusaha melarikan diri kami akan langsung menembak anda!" para polisi langsung memberikan peringatan.
Alvaro dan teman-temannya langsung berlutut, tanda dia sudah menyerah sedangkan beberapa polisi yang lain langsung memborgol tangan Alvaro dan teman-temannya.
"Minta seluruh karyawan untuk berjaga-jaga, gunakan mesin cadangan sebentar matikan listrik utama karena listrik utama mengalami kerusakan." perintah Reno kepada beberapa anak buahnya.
Dengan segera listrik yang ada di hotel Itu dimatikan agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan.
"Aku pasti akan membunuhmu!!" teriak Alvaro.
"Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, tapi aku tidak akan membiarkan kamu berusaha untuk mencelakaiku atau pun yang lain." jawab Reno yang kemudian meminta pak polisi untuk segera menahan Alvaro dan teman-temannya. Untung saja semua kejadian itu diketahui Dicky dan teman-temannya.
"Terima kasih Dicky." ucap Reno.
"Tentu saja sobat, Oh ya bagaimana kondisi tempat kita?" tanya Reno.
"Semuanya beres, aman dan terkendali. kamu jangan khawatir lagi pula semuanya baik-baik saja kok." jawab Dicky yang kemudian meminta teman-temannya untuk mengamankan hotel tersebut.
__ADS_1
Sesaat kemudian Reno dan Dicky berbicara sebentar di luar hotel. "Apa semuanya akan baik-baik saja?" tanya Dicky.
"Semoga saja aku akan baik-baik saja." jawab Reno.
Hari ini akhirnya Alvaro ditangkap oleh para polisi, tak ada yang bisa membuat pria itu melarikan diri. tatapan mata penuh kebencian yang ditunjukkan Alvaro tidak akan mampu membuatnya keluar dari penjara, Setelah dari hotel terlihat Reno kembali ke rumah Gunawan.
"Apa, sudah selesai, mas?" tanya Sheila.
"Sudah." jawab Reno.
"Ya sudah kalau begitu kita masuk, Mas." pinta Sheila yang kemudian mengajak sang istri untuk masuk.
Acara hari itu benar-benar begitu luar biasa, terlihat Sheila memberikan sebuah kejutan kepada keluarganya mengenai kehamilannya yang sudah berusia hampir 5 bulan. Sheila dan suaminya benar-benar sangat hebat mereka baru mengetahui kehamilan itu Beberapa bulan yang lalu.wkwkwk
"Benarkah sayang, jadi kamu sudah hamil tapi bagaimana mungkin kamu baru mengetahuinya setelah usia kandunganmu hampir 5 bulan?" tanya Safira.
"Entahlah Ma, mungkin karena kata dokter kandunganku kulitnya agak tebal jadi bayinya agak kecil. tapi alhamdulillah Dokter bilang bayiku sehat kok." jawab Sheila yang membuat orang-orang yang ada di tempat itu begitu bahagia.
"Ya Allah, aku benar-benar akan menjadi kakek lagi?! terima kasih ya Allah karena Engkau memberikan aku hadiah kembali!!" seru gunawan yang terlihat begitu bahagia.
"Bagaimana Tidak, Tidak ada cinta yang diberikan oleh suaminya. tidak ada kasih sayang bahkan tidak ada perhatian sama sekali, keluarga yang begitu memberikan dia kebahagiaan itu seolah itu juga memberikan dia rasa sakit yang luar biasa. keluarga Raihan memberikan Dia cinta namun suaminya mencampakkan wanita itu dengan semua keburukan yang dia miliki.
"Mereka begitu bahagia aku juga bahagia. Tapi dibalik senyumku ada sesuatu yang sangat menakutkan, rasa sakit ini ternyata sangat luar biasa. Entah kenapa aku merasakan sakit ini teramat dalam." guman Asyifa dalam hati yang kemudian menjalankan semua yang harus dia lakukan malam itu.
Akhirnya semuanya berlalu, Raihan pulang dari suatu tempat Entah dari mana, Gunawan yang melihat putranya baru keluar nampak pria itu mendekati putranya.
"Kamu dari mana saja, Raihan. Kenapa jam segini baru pulang?" tanya Gunawan kepada putranya.
"Maaf Papa, tadi aku keluar sebentar. memangnya Ada apa pa?" tanya Raihan kepada Papanya.
"Tentu saja Papa bertanya seperti itu padamu, Ini sudah malam, Raihan. kamu baru pulang Apakah tadi kamu sudah berpamitan kepada istrimu? kelihatannya istrimu juga mencarimu?" tanya Gunawan.
"Terserah dia mau mencarimu atau tidak, pa. aku sudah bilang Kan aku menikahinya tapi aku tidak akan mencintainya." ucap Raihan yang kemudian pergi dari tempat Papanya.
Setelah mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh Raihan, seketika amarah Gunawan langsung meluap.
__ADS_1
PLAKK
satu tamparan langsung mendarat di pipi putranya tersebut.
"Seperti inikah sikap seorang suami, aku yakin kamu tadi keluar bersenang-senang kan, Raihan? seperti inikah seorang pria yang mempunyai tanggung jawab berani sekali kamu melakukan hal itu kepada istrimu. Apa kamu tidak mempunyai otak sama sekali, kamu ini seorang pria seorang pria yang sudah beristri namun kamu masih keluar dan bersenang-senang. Di Mana hatimu di mana otakmu di mana pemikiranmu!!" teriak Gunawan yang benar-benar begitu marah. pria itu tidak pernah mengira kalau putranya benar-benar belum berubah sama sekali, mereka semuanya memberikan kesempatan namun yang diberikan oleh Raihan hanya kesakitan setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh putranya. nampak Raihan langsung pergi dari ruang tengah, dia pergi dengan amarah Yang meluap sedangkan Gunawan yang melihat putranya dia yakin kalau Asyifa menderita dengan semua yang dilakukan oleh putranya.
Yufan dan Ivan sudah mendirikan kehidupan sendiri sedangkan Sheila juga sudah pergi menjalani kehidupannya Bersama sang suami. di rumah itu sekarang hanya tinggal Raihan, Asyifa, Safira, Gunawan dan beberapa pembantu.
"Ada apa?" tanya Safira yang menemui sang suami di ruang tengah.
"Kenapa pria itu masih belum mengerti juga, istriku. dia masih mempunyai pikiran yang begitu jahat wanita itu adalah istrinya tapi kenapa dia tega menghianatinya?" tanya Gunawan.
"Semuanya butuh proses pa," ucap Safira.
"Ini sudah berapa bulan Ma, ini sudah berapa bulan. sikapnya itu selalu kasar sikapnya itu selalu menyakiti hati istrinya." jawab Gunawan.
"Kita tidak bisa mencampuri urusan rumah tangga mereka kan? biarkan Allah yang melakukannya pasti ada sebuah cerita cinta yang sedang dirangkai oleh Allah. biarkan semuanya berjalan atas kehendak Allah." ucap Safira.
"Semakin hari menantu kita akan semakin menderita Ma, Apakah pernah dia mau mendekati istrinya. Apakah pernah dia mau melihat suaminya, semuanya benar-benar di luar kendali kita. dia selalu membuat kita menderita membuat kita menyesal bahkan dia selalu memberikan kita kesedihan." Gunawan yang benar-benar dibuat frustrasi oleh putranya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- I love you uncle Bastian
-Terlempar ke dimensi kerajaan
-Isteri simpanan bos kejam
__ADS_1