
Keesokan hari seperti yang dikatakan oleh Safira dan Nia, mereka berdua ingin melihat Bagaimana kondisi dari putri jika dia benar-benar mau bekerja di perusahaan. hari ini Safira berangkat agak pagi karena dia sudah janji dengan Nia untuk melihat Bagaimana kondisi dari Putri, wanita itu ingin mengetahui bagaimana keadaan yang mengenaskan itu dirasakan oleh Putri.
"Selamat pagi!" seru Safira yang sudah berada di perusahaan.
"Selamat pagi, Bu Fira." jawab para karyawan.
Ternyata bukan hanya Safira dan Nia yang ingin melihat apakah Putri menerima pekerjaan sebagai OB atau dia sudah resign dari perusahaan.
"Kok kalian pada berangkat pagi semuanya, ada apa? apakah di perusahaan ada lembur?" tanya Safira kepada beberapa karyawan yang sudah berangkat pagi.
"Hehehe...," senyum yang ditunjukkan oleh para pegawai perusahaan.
Safira sedikit merasa aneh dengan karyawan wanita yang tiba-tiba sudah berangkat pagi di perusahaan.
"Tumben mereka berangkat pagi?" tanya Safira kepada Nia.
"Apa Ibu tidak tahu kalau mereka juga ingin melihat bagaimana wajah dari wanita songol itu ketika dia sudah menjadi pelayan kami semua." jawab Nia.
"Benarkah?" tanya Safira sembari menunjukkan senyumnya.
"Tentu saja Bu, Memangnya apalagi." jawab Nia.
Ternyata begitu banyak para pegawai dan OB yang ada di perusahaan itu selalu dihina oleh Putri, karena hal itu ketika mereka sudah mendengar mengenai Putri yang diturunkan jabatannya menjadi OB. Hal itu membuat para karyawan yang ada di perusahaan langsung bersorak gembira.
Sekitar 40 menit kemudian seorang wanita memasuki perusahaan, tatapan mata para karyawan perusahaan menatap Putri yang sudah berada di sana. "Lihatlah, dia benar-benar tidak mau keluar dari perusahaan." cibir salah satu pegawai.
Putri yang mendengar perkataan salah satu petugas resepsionis, seketika wanita itu menoleh dan menatap mereka dengan tatapan mata yang benar-benar tidak suka.
__ADS_1
"Lihat saja, sebentar lagi aku akan kembali pada posisiku. Aku mau lihat Bagaimana kalian menghinaku setelah aku kembali menjadi kepala bagian pemasaran." ucap Putri yang terlihat mengancam beberapa karyawan.
"Kamu tidak bakal kembali ke posisimu, Karena wanita julid dan jahat sepertimu tidak akan pernah diberi kesempatan sama Tuhan!!" seru beberapa karyawan.
Raut wajah Putri benar-benar sangat menjengkelkan, wanita itu begitu marah ketika para pegawai yang lain terus menerus menghinanya tanpa henti. "Kalian dengarlah baik-baik, suatu ketika jika aku sudah kembali di jabatanku. Aku akan membuat kalian semua dipecat dari perusahaan ini." ancam Putri yang kemudian berjalan menuju ruangan khusus OB.
Terlihat di sana para OB senior menatap seorang wanita yang barusan datang dengan raut wajah yang benar-benar begitu menakutkan. "Kenapa kamu berdiri di sana terus, cepat masuk ke sini. pekerjaan di sini banyak!!" seru salah satu OB senior. seorang wanita setengah baya yang selalu dipermainkan oleh Putri.
"Bisakah kamu bersikap sopan sedikit!" seru Putri.
"Kenapa juga kami harus bersikap sopan padamu, sedangkan kamu saja tidak bisa sopan kepada orang lain." jawab OB wanita yang berusia setengah baya.
Putri benar-benar harus menahan emosinya karena tidak mungkin dia menunjukkan amarahnya dan membuat dia dipecat tanpa pesangon sama sekali.
"Lihatlah wajah sok nya itu tidak berubah sama sekali. Dia kira dia ini siapa." cibir OB muda.
"Aku harus bersabar Aku tidak mau dipecat dari sini, Jika aku sampai keluar dari sini aku yakin wanita binal itu akan mengganggu Mas Rudi. Aku tidak akan membiarkan dia kembali pada suamiku, lihat saja akan kulakukan sesuatu padanya. jika sampai dia benar-benar berusaha untuk mengganggu Mas Rudi akan kupastikan wanita itu membusuk." guman putri dalam hati.
Wanita itu masih tetap saja, dia tidak pernah berubah ataupun bertobat sama sekali. terlihat Putri menatap orang-orang yang ada di bagian OB, dia bersumpah sewaktu saat nanti dia akan membalas mereka dengan pembalasan yang begitu besar.
"Cepat kamu lakukan pekerjaanmu, bersihkan lantai 16 seluruhnya!" seru OB senior.
"Kamu gila ya, kamu kira tanganku ini ada berapa. tidak mungkin aku membersihkan lantai 16 seluruhnya!!" seru Putri yang tidak terima karena dia terus-menerus di perintah oleh wanita tua.
"Kalau kamu tidak mau terserah, lebih baik kamu pergi dari sini. sekarang jabatanmu itu adalah jabatan rendah sekarang aku ini adalah kepala bagian kebersihan. Jika kamu tidak mau menuruti apa kataku aku akan melaporkanmu sama Pak Satria ataupun Bu Fira. Aku ingin lihat Bagaimana kamu dipecat dari tempat ini!" seru wanita tua yang bernama Bu Har.
"Dasar wanita tua, Pasti Aku akan membalasmu." ucap Putri.
__ADS_1
"Tentu saja aku akan menunggu Kapan kamu akan membalasku, karena aku tidak akan membiarkanmu hidup enak bersama kami. lihat saja kami akan membuatmu menderita!" seru Bu har yang terlihat benar-benar akan membalas Apa yang dilakukan oleh Putri.
Dulu Bu Har mendapatkan perlakuan yang sangat tidak menyenangkan, wanita itu pernah disiram kopi, disiram air putih bahkan pernah disiram sampah oleh Putri karena Bu Har lupa memberikan dia secangkir kopi di pagi hari.
"Aku yakin kamu ingin balas dendam padaku." ucap Putri.
"Tentu saja kami ingin balas dendam kepadamu, Kamu harus ingat Bagaimana perlakuanmu dulu kepada kami. lihat saja mulai sekarang setiap harinya adalah kematianmu, kamu akan melihat bagaimana rasanya sakit yang kami rasakan. kamu akan tahu bagaimana penderitaan yang telah kamu berikan kepada kami!" bentak Bu Har yang kemudian meminta para OB yang lain untuk membersihkan ruangan seperti biasanya.
Putri benar-benar sangat kesal, Ingin rasanya wanita itu menjambak wanita tua yang dari tadi memarahinya. mau tidak mau Putri harus berganti pakaian dia menggunakan seragam OB dan pergi ke ruang 16. lantai 16 adalah tempat para karyawan yang dulu selalu dicaci maki oleh Putri dengan sangat kasarnya, namun wanita itu sekarang akan pergi ke sana dan akan menerima balasan dari para karyawan di lantai 16.
"Bu Har, apa ibu sudah memberitahu orang-orang yang ada di lantai 16?" tanya OB wanita muda.
"Tentu saja aku sudah memberitahukan kepada mereka kalau petugas OB lantai 16 sudah berubah. mereka akan lebih berikan kejutan pagi hari." jawab Bu Har.
"Wow..., kita akan lihat bagaimana wajah wanita itu jika para karyawan lantai 16 melihat dia di pagi hari. aku ingin lihat bagaimana para karyawan di lantai itu memberikan dia hukuman." ucap OB wanita muda sambil tersenyum dan membayangkan apa yang akan terjadi kepada Putri.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian