KU BALAS PENGKHIATANMU

KU BALAS PENGKHIATANMU
Antara amarah dan kenyataan


__ADS_3

BUGG..


BUGG..


Tanpa mengatakan apapun Sheila langsung menghajar adiknya itu bertubi-tubi, wanita itu tidak tahu apa yang harus dia katakan. baru menikah beberapa bulan dengan Reno dia sudah disuguhi kabar yang sangat menjijikkan seperti ini.


"Sudahlah Mbak, jangan lakukan ini." Asyifa yang terlihat melerai Sheila.


"Buat apa wanita pria seperti ini kamu bantu, lebih baik dia masuk penjara, pria seperti ini pria yang sangat menjijikkan. dia ini pantas masuk penjara dan membusuk!" Sheila yang terlihat sudah tidak mampu menahan emosinya.


Sedangkan Gunawan kedua kakinya terasa lemas, saat mendengar kata-kata yang diucapkan oleh putranya tersebut.


BUGG...


suara seseorang yang terjatuh hingga membuat orang-orang yang ada di rumah Yufan seketika menoleh ke asal suara.


Terlihat di sana Safira sudah tidak sadarkan diri setelah mendengar kata-kata yang diucapkan oleh dua putranya itu, seorang putranya sudah menghamili seorang wanita. apa yang terjadi di kehidupan yang lalu hingga Safira harus mendapatkan hukuman seperti ini, Gunawan yang melihat hal itu seketika pria itu berdiri dia menolong istrinya yang sudah tergeletak di lantai.


"Sayang-sayang!" Panggil Gunawan yang kemudian menggendong sang istri dan membawanya ke salah satu kamar yang ada di rumah Yufan.


"Biarkan Mama istirahat terlebih dahulu, Pa. kelihatannya Mama mendengar semua pembicaraan kita." Sheila yang kemudian membantu ibunya.


Sekitar 10 menit kemudian Safira sudah terbang, wanita itu langsung menangis histeris dengan semua yang dia dengar tadi.


"Ya Allah, Apa salahku Ya Allah kenapa Putraku seperti itu?!" seru Safira dengan suara yang begitu keras.


"Tenanglah ma, tenang. Mama tidak boleh marah seperti ini. kendalikan emosi Mama." minta Sheila kenapa Mama.


"Kenapa semuanya ini harus terjadi, Sheila. kenapa adikmu bisa seperti itu, Papa dan Mama tidak mendidiknya seperti itu. lalu Kenapa dia seperti itu?" tanya Safira dengan suara yang begitu parau. dia menangis dengan semua keadaannya tersebut, dia begitu sedih dengan semua kenyataan yang sudah dia hadapi sekarang ini.


"Mama tenang, lebih baik kita temui wanita itu. ada sesuatu yang harus Papa dan Mama dengar, aku dan kedua abangku akan mendengar apa yang terjadi kepada Raihan." ucap Safira yang benar-benar tidak bisa menerima kenyataan ini.


"Ayolah, Ma. lebih baik Mama ikut aku kasihan wanita itu ma." minta Sheila kepada mamanya.


Safira tidak tahu apa yang harus dia lakukan, namun apa yang dikatakan oleh putrinya tersebut ada benarnya. langkah kaki Safira berjalan keluar dari salah satu kamar yang ada di rumah putranya. nampak wanita itu matanya sedikit merah karena menangis, tatapan mata Safira menatap seorang wanita muda yang berpakaian sederhana sama sepertinya dahulu. tatapan matanya begitu kosong dia benar-benar kebingungan diantara keluarga pria yang sudah menghamilinya.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa sayang?" tanya Gunawan kepada sang istri.


Safira menganggukkan kepalanya, wanita itu menatap suaminya kemudian duduk di samping sang suami.


"Namanya Asyifa, dia satu kampus dengan Raihan." Ivan yang mencoba untuk memperkenalkan wanita itu.


"Biarkan wanita itu berbicara sendiri, Yufan. dia mempunyai mulut kan." ucap Safira yang sedikit menatap penuh kebingungan ke arah Asyifa.


"Nama saya Asyifa, saya kuliah semester 4 di kampus tempat Raihan juga belajar." jawab Asyifa.


"Kamu bekerja di mana?" tanya Safira yang tiba-tiba.


"Saya bekerja di salah satu toko kue yang tidak jauh dari rumah saya." jawab Asyifa yang belum berani menatap wajah Safira.


"Di mana orang tuamu?" tanya Safira yang membuat Asyifa langsung terdiam.


"Saya, saya tidak mempunyai orang tua, Nyonya. saya yatim piatu semenjak umur saya 14 tahun." jawab Asyifa.


"Lalu bagaimana kamu membiayai hidupmu?" tanya Safira yang begitu menelisik kepada Asyifa hingga membuat anak-anak Safira sedikit tidak setuju dengan pertanyaan Mamanya tersebut.


"Semenjak saya SMP Saya bekerja di rumah tetangga saya, Nyonya. saya mencuci pakaian dan membersihkan rumah mereka." jawab Asyifa.


DEG...


"Teganya kamu menghancurkan masa depan seorang anak yatim piatu, Raihan. Di mana otakmu itu." Safira yang masih berbicara dengan lembut.


"Dunia ini sudah modern, Zaman juga sudah modern, kenapa Mama menyalahkan aku mereka mau bersamaku, Kenapa aku tidak mau menerimanya." jawab acuh Raihan yang membuat Safira seketika berdiri.


PLAKKK..


PLAKKK...


"Seperti inikah didikan Papa dan Mama, Raihan. seperti inikah kasih sayang yang kami berikan?" tanya Safira dengan kedua bola mata yang sudah memerah. terasa hatinya sudah hancur, dia begitu kecewa dengan Putra bungsunya tersebut.


Raihan yang melihat raut wajah mamanya, pria itu langsung terdiam, Tak ada kata yang diucapkan oleh Raihan. hatinya terasa begitu sakit ketika mamanya memberikan tamparan sebanyak dua kali, tidak pernah sekalipun Safira menyakiti anak-anaknya namun baru kali ini wanita itu memberikan pukulan kepada putranya, ketiga anak Safira yang lain nampak terdiam mereka benar-benar tahu kalau mama mereka begitu marah.

__ADS_1


Gunawan yang melihat itu pun dia hanya terdiam, sakit hati yang dirasakan oleh seorang Ibu benar-benar bagaikan kehancuran dunia. kasih sayang yang selama ini dia berikan terasa dikhianati oleh putranya.


"Papa, tolong atur pernikahan mereka berdua. Sheila jika adikmu ini tidak mau menikahi wanita itu maka laporkan dia ke polisi, Entah berapa wanita yang dia hancurkan Entah berapa ibu yang akan menderita seperti aku." ucap Safira yang kemudian pergi meninggalkan orang-orang yang ada di rumah.


Terasa begitu perih, terasa begitu menyayat hati Safira setelah mengetahui kelakuan putranya. langkah kaki Safira memasuki rumahnya, rasanya telinganya itu tidak mampu dibuat untuk mendengar panggilan dari ketiga cucunya pun tidak dia dengar, Indah dan Aisyah yang melihat mertuanya dalam keadaan tidur nampak mereka mendekati mertuanya tersebut. Tak ada kata yang dikeluarkan oleh Safira, wanita itu melalui cucu dan menantunya.


"Ada apa dengan Mama?" tanya Aisyah kepada Indah.


"Entahlah." jawab Indah.


Sesaat kemudian Gunawan berlari untuk mengejar sang istri, langkah kakinya berjalan mengikuti istrinya. Tak ada kata yang dikeluarkan oleh Safira, terasa dunianya sudah hancur. tiga anaknya sudah bahagia hal itu membuatnya benar-benar begitu sempurna. sebagai seorang ibu namun kenyataannya dia harus menerima kenyataan pahit ini, satu putranya telah menghancurkan dunia seorang wanita.


CEKLEK...


pintu kamar Gunawan dan Safira ditutup.


Terlihat Gunawan memapah istrinya dan meletakkan wanita yang paling dia cinta itu di atas ranjang.


"Menangislah istriku, keluarkan sesak yang ada di hatimu." Gunawan yang kemudian memeluk sang istri.


Suara tangisan yang begitu keras, sesak yang ada di dada itu terasa benar-benar menghancurkan kebahagiaan Safira. hanya dalam sekejap mata anak-anak yang dia banggakan semuanya anak-anak yang begitu dia cintai namun sekarang Salah satu anaknya telah menghianatinya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- my little wife


- Isteri kesayangan tuan besar


- ku balas pengkhianatan mu


- I love you uncle Bastian


-Terlempar ke dimensi kerajaan

__ADS_1


- Isteri simpanan bos kejam


- Aku mencintai isteri yang ku benci


__ADS_2