
** Keesokan hari **
Terlihat Rudi sudah bangun pagi, pria itu sedang mencari keberadaan Safira di rumahnya.
"Aku yakin Safira tinggal di sini sendiri." ucap Rudi.
sesaat kemudian terlihat dua anak kecil yang keluar dari rumah Safira. "Mama!!" seru Yufan.
"Bentar." jawab Safira.
tatapan mata Rudi menatap seorang wanita yang baru keluar dari rumahnya. "Dia benar-benar di sini." ucap Rudi yang kemudian tersenyum. sesaat kemudian seorang bocah berusia delapan tahun keluar dari belakang tubuh Safira.
DEG...
Rudi langsung tersentak ketika dia melihat putra dari Gunawan bersama dengan Safira.
"Kenapa bocah itu ada di sini." ucap Rudi yang sudah menatap Yufan bersama Safira.
"Mama!!" seru Ivan.
"Papa mana?" tanya Safira.
"Iya, sebentar." jawab Gunawan.
seketika Rudi benar-benar terkejut saat melihat Gunawan juga berada di tempat itu, pria itu tidak akan pernah mengira kalau Safira masih bersama dengan suaminya.
DEG...
seketika jantung Rudi berdenyut sangat keras ketika melihat Safira bersama dengan sang suami dan anak-anak Rudi. suara canda tawa yang keluar dari mulut Safira dan yang lain terlihat begitu bahagia. Rudi yang melihat hal itu tentu saja dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat, pria itu mengira Safira sudah berpisah dengan Gunawan karena jatuh miskin. namun kenyataannya wanita itu malah tetap bersamanya dan memboyong keluarganya ke desa kelahirannya.
"Aku kira Safira akan pergi meninggalkan suaminya yang jatuh miskin, namun kenyataannya wanita itu masih bersedia bersama dengan pria itu." ucap Rudi.
__ADS_1
Rudi benar-benar sangat syok, semua yang ada di pikirannya ternyata salah. Safira nampak begitu bahagia walaupun mereka hidup sederhana begitu pula dengan Gunawan. dulu dia adalah pria kaya namun sekarang kesederhanaan tidak membuat pengusaha tersebut sangat kebingungan.
Terlihat Gunawan melangkahkan kakinya meninggalkan Safira, dia tidak ingin melakukan sesuatu dan membuat mantan istrinya itu terluka kembali. luka yang berulang kali diberikan Rudi membuat Safira benar-benar membencinya, Jika dia melakukan kesalahan lagi Rudi takut dia akan melukai Safira.
"Ada apa mas?" tanya Fenty.
Tak Ada jawaban yang keluar dari mulut Rudi, pria itu seketika kembali ke tempatnya dia harus kembali ke kota dan dia harus segera melupakan kenyataan yang begitu pahit baginya. Setelah dari tempat Safira akhirnya Rudi berpamitan kepada Pak lurah dan keluarganya, dia harus segera kembali ke Jakarta karena dia tidak ingin terus berada di tempat tersebut.
Di Jakarta ada seorang pria yang ternyata sudah menemukan keberadaan dari Safira dari salah satu orang yang selalu saja mengkhianati Safira. Siapa lagi kalau bukan putri, wanita itu memberikan informasi mengenai keberadaan Safira. wanita itu masih membenci Safira dia berpikir Rudi ingin berpisah darinya karena mantan suaminya itu ingin kembali dengannya. Hal itu membuat Putri benar-benar berpikiran begitu licik, bahkan wanita itu selalu berpikir kalau Safira berusaha untuk mengambil Rudi darinya.
Tak ada kata yang bisa diucapkan ketika sebuah penghianatan selalu diprioritaskan, "Aku akan lihat Bagaimana kamu hancur, kamu sudah jatuh miskin tapi jika kamu sudah hancur lagi. aku akan bahagia, kamu selalu saja menjadi duri dalam daging ku kamu membuat Mas Rudi menceraikanku. pria itu selalu bilang ingin kembali padamu lihat saja aku pasti akan membunuhmu. aku pasti akan membuatmu menderita sepertiku." ucap Putri.
Putri benar-benar tidak berubah sama sekali, wanita itu selalu membenci Safira. Apakah tidak salah seharusnya Safira yang membenci dirinya namun di sini Putri yang membenci Safira karena Wanita itu gagal mempertahankan rumah tangganya. setelah mendengar semua informasi dari Putri akhirnya Satria dengan segera pergi ke tempat yang sudah dikatakan oleh putri, pria itu benar-benar sangat bahagia karena akhirnya dia mendapatkan keberadaan Safira.
"Aku ingin lihat Bagaimana kondisi wanita itu, aku yakin dia benar-benar menderita dengan semua yang sudah terjadi. tidak mungkin dia bahagia aku akan memastikan aku pasti akan membawa wanita itu kembali ke Jakarta. Aku akan menikahinya aku akan membuatnya menjadi Ibu dari anak-anakku." ucap Satria.
"Hahaha..., lihat saja aku pasti akan membawamu kembali. aku pasti akan mengambilmu dari pria itu!" seru Satria. dengan segera Satria meminta anak buahnya untuk mempersiapkan segalanya. Dia harus segera pergi ke Jogja dan dia harus segera mengetahui bagaimana kondisi dari Safira.
Setiap hari Safira selalu melakukan segalanya dengan semua kesibukannya sebagai seorang ibu rumah tangga dan istri dari Gunawan. sekitar beberapa jam kemudian terlihat Satria sudah berada di Jogja, pria itu menatap sebuah tempat sederhana yang menjadi tempat Safira. terlihat Satria menatap tempat itu sebuah tempat yang bisa dikatakan oleh Satria sebagai tempat kumuh.
"Jadi wanita itu tinggal di sini? sebuah tempat yang benar-benar tidak bisa dikatakan tempat untuk bernaung." ucap Satria.
TOK...
TOK...
Satria meminta anak buahnya untuk mengetuk pintu kamar rumah Safira, sekitar berapa menit kemudian Safira sudah keluar dengan memakai daster.
"Ada apa ya? kalian mencari Siapa?" tanya Safira yang barusan keluar. terlihat di sana Satria keluar dari dalam mobil pria itu menatap Safira yang memakai pakaian khas ibu-ibu rumah tangga
"Bagaimana kabarmu?" tanya Satria yang berada di tempat tersebut di
__ADS_1
Safira yang melihat mantan Bosnya itu nampak wanita itu sedikit terkejut karena menurut berita yang tersebar Satria lah orang yang sudah menghancurkan suaminya. "Pak Satria, Ada apa Pak Satria kemari?" tanya Safira.
Satria menunjukkan senyumnya, terlihat pria itu menatap Safira dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Aku kemari karena aku akan menjemputmu." jawab Satria.
"Maksud Pak Satria apa ya?" tanya Safira.
"Aku tahu sekarang kamu hidup susah karena suamimu sudah jatuh miskin. Aku tidak ingin melihatmu seperti ini, karena itu aku ingin membawamu ke Jakarta dan aku ingin menjadikanmu istriku." ucap Satria yang membuat Safira benar-benar terkejut luar biasa.
"Maksud Pak Satria apa ya?" tanya Safira.
"Sudah jelaskan aku akan membawamu ke Jakarta dan aku akan menikahimu. tinggalkan suamimu itu dan kita mulai hubungan yang baru." jawab Satria.
Safira yang mendengar perkataan yang keluar dari mulut Satria, seketika wanita itu benar-benar marah luar biasa. "Maksud Pak Satria saya harus meninggalkan suami saya? dengarkan saya Pak, Saya ini bukanlah wanita single Saya sudah mempunyai suami. seperti apapun suami saya, saya akan menemaninya saya tidak peduli dia miskin yang penting Kami bahagia bersama." jawab Safira.
"Bahagia adalah kekayaan, akan ku buat kamu bahagia bersamaku." ucap Satria.
"Anda benar-benar gila, Pak Satria!" seru Safira yang membuat Gunawan langsung keluar dari rumahnya karena mendengar suara teriakan sang istri.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
- I love you uncle Bastian
__ADS_1