
* Satu minggu kemudian **
"Selamat pagi!" seru seorang wanita yang sudah berada di perusahaan G1 yang di pegang oleh Ivan
"Selamat pagi, anda mencari siapa, nona?" tanya petugas resepsionis yang melihat seorang wanita datang dengan menunjukkan sikap yang begitu sombong dan arogan.
"Aku ke sini karena aku mencari seseorang." jawab si wanita.
"Iya, Apakah anda sudah membuat janji. Lalu Anda akan bertemu siapa, Nona?" tanya petugas resepsionis kembali.
"Aku tidak perlu membuat janji dengan direktur perusahaan ini." jawab seorang wanita yang ternyata adalah Zaskia.
"Iya, Nona. Maaf tapi Apakah anda ingin bertemu Tuan Ivan?" tanya petugas resepsionis kembali sembari menatap Zaskia dari atas kepala sampai ujung kaki.
"Aku tidak perlu membuat janji dengan tuanmu itu karena aku adalah tunangannya." jawab Zaskia dengan nada suaranya begitu arogan. seolah dirinya benar-benar tunangan dari ivan padahal mereka belum melakukan pertunangan sama sekali.
"Maaf Nona, anda bisa menunggu sebentar karena Tuhan Ivan masih ada rapat dengan beberapa klien." ucap petugas resepsionis.
"Menunggu, kamu menyuruhku menunggu di sini? Kamu gila ya, otakmu itu di mana kamu menyuruhku untuk menunggu di sini." jawab Zaskia yang begitu marah.
"Tapi, nona. Tuan Ivan sedang ada rapat dengan beberapa klien yang tidak bisa diganggu. mohon Anda menunggu sebentar." ucap petugas resepsionis kembali.
Zaskia yang mendengar perkataan seperti itu seketika wanita itu marah, dia tidak terima karena dirinya diminta untuk menunggu.
"Kamu kira aku mau menunggu, dengarkan aku baik-baik ya Aku tidak akan mau menunggu. jadi kamu Segera beritahu bosmu itu kalau aku di sini Aku tidak akan mau menunggu dan dia tidak akan suka jika aku disuruh menunggu." jawab Zaskia.
Dua petugas resepsionis nampak kebingungan dengan kata-kata yang diucapkan oleh Zaskia, bagaimana lagi Ivan sedang ada rapat dengan seorang beberapa klien bisnisnya. Jika dia diganggu juga akan marah karena dianggap tidak sopan.
"Bagaimana ini, pasti Tuan Ivan marah jika kita menelponnya saat rapat." bisik salah satu resepsionis.
"Tapi jika kita tidak menelpon, Nanti wanita ini marah-marah di sini." jawab petugas resepsionis yang satunya.
__ADS_1
Kedua petugas resepsionis itu nampak kebingungan, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan karena melihat wanita yang ada di depannya itu marah-marah dan dari tadi mengatakan kalau dia adalah orang penting.
"Lebih baik kita tidak usah menelpon Tuan Ivan, Jika dia marah bisa-bisa kita dipecat. kita bilang aja dia sedang rapat Setelah itu kita berpura-pura mengambil sesuatu." ucap petugas resepsionis yang kemudian mengajak temannya.
"Kalian mau ke mana?" tanya Zaskia kepada dua petugas resepsionis.
"Maaf Nona, kami harus mengambil barang." jawab dua petugas resepsionis yang langsung kabur.
Kedua wanita itu sangat tidak menyukai tamu yang barusan datang itu, wanita itu seolah menunjukkan kalau dia itu wanita yang sangat berpengaruh.
Terlihat Zaskia benar-benar marah ketika dia tidak bisa menelpon Ivan. "Apa yang dia lakukan, Kenapa dia tidak bisa ditelepon. Aku tidak suka mendapatkan perlakuan seperti ini." Zaskia yang terlihat sangat kesal dengan semua yang terjadi.
Sekitar 1 jam kemudian Ivan sudah kembali ke perusahaan sambil tertawa riang bersama dengan Aisyah, tatapan mata Zaskia menatap seorang wanita yang bersama dengan Ivan. wanita itu menatapnya dengan begitu intens, ada sebuah kemarahan yang sangat luar biasa ketika dia melihat adiknya bersama dengan kekasihnya.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Zaskia kepada Aisyah yang sedang bersama dengan Ivan.
Aisyah yang melihat kakaknya tentu saja wanita itu tersenyum. "Mbak, Mbak Zaskia ada di sini?" tanya Aisyah yang begitu bahagia saat melihat saudaranya.
Bukan Zaskia namanya jika wanita itu bersikap manis, terlihat wanita itu berkacak pinggang sembari menatap saudarinya yang sedang bersama dengan kekasihnya. "Oh..., begini caramu untuk melakukan sesuatu kepadaku?" tanya Zaskia.
"Seharusnya aku yang mengatakan hal itu, apa yang kamu lakukan sama dia?" tanya Zaskia kepada Ivan.
"Dia, dia ini adalah sekretarisku. dia bekerja bersamaku di perusahaan ini." jawab Ivan.
"Maksudmu kamu pergi ke Jakarta untuk melamar pekerjaan itu, kamu bekerja di sini?" tanya Zaskia dengan nada yang marah.
"Iya Mbak, aku bekerja di perusahaan G grup dan aku tidak tahu kalau perusahaan itu adalah perusahaan milik Paman Gunawan." jawab Aisyah.
"Lalu, kenapa kamu menjadi sekretaris Gunawan?" tanya Zaskia.
"Begini loh mbak, aku tidak tahu kalau aku itu akan menjadi sekretaris dari Mas Ivan. ketika paman Gunawan berada di sini dan memperkenalkan pimpinan baru kami ternyata itu adalah Mas Ivan. waktu itu aku tidak tahu kalau aku akan menjadi sekretaris Mas Ivan, karena waktu aku melamar memang aku melamar menjadi sekretaris. Tapi aku tidak tahu akan menjadi sekretaris Mas Ivan sekarang." jawab Aisyah dengan senyum yang begitu lebar.
__ADS_1
Zaskia yang melihat hal itu seketika dia marah. "Jangan-jangan kamu mempunyai pikiran licik untuk mendekati kekasihku atau kamu mempunyai pikiran licik untuk berusaha mendekatinya?" tanya Zaskia yang membuat Aisyah sedikit kebingungan.
"Masya Allah, bukan begitu Mbak. aku tidak tahu kalau Mas Ivan itu adalah Bosku. tapi ketika aku tahu Mas Ivan bilang Lebih baik aku menjadi sekretarisnya." jawab Aisyah.
Tatapan mata yang menunjukkan tidak suka itu selalu ditunjukkan oleh Zaskia. dia benar-benar sangat tidak suka ketika dia mengetahui kalau adiknya menjadi sekretaris dari sang kekasih. Zaskia selalu berpikiran begitu licik bahkan wanita itu selalu berpikiran sempit kalau adiknya akan bersaing cinta untuk mendapatkan Ivan.
"Aisyah, kamu masuklah ke kantor dan kerjakan pekerjaanmu. aku akan bicara dengan kakakmu." pinta Ivan yang kemudian mengajak Zaskia pergi dari perusahaan.
Wanita itu benar-benar wanita ular kobra, Bagaimana tidak, dia selalu menyemburkan bisanya kepada setiap orang yang ada di dekatnya.
"Baiklah Mas." jawab Aisyah yang kemudian pergi.
"Dasar tidak tahu diri." cibir Zaskia yang membuat Ivan langsung pergi.
Dua resepsionis yang melihat hal itu nampak mereka sangat terkejut saat mendengar kalau Zaskia dan Aisyah adalah saudara kandung. "Jadi wanita itu saudara kandung Aisyah? Aduh..., mimpi apa Aisyah mempunyai saudara seperti dia. Dia itu wanita sangat menakutkan Bahkan dia itu bisa dibilang wanita ular." ucap salah seorang resepsionis.
"Lihatlah, dia benar-benar sangat menjengkelkan mereka itu adalah satu mata koin dua sisi. lihat aja satunya baik banget yang satunya seperti Mak Lampir gitu." jawab resepsionis yang lain.
Aisyah memang selalu mengalah dengan kakaknya, wanita itu tidak ingin membuat permasalahan semakin besar dengan melawan perkataan Zaskia.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- my little wife
- Isteri kesayangan tuan besar
- ku balas pengkhianatan mu
- Mawar hitam berduri
__ADS_1
- I love you uncle Bastian
- Terlempar ke dimensi kerajaan