MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Penasaran


__ADS_3

Di tempat lain.


Tepatnya di ruang guru.


Ustaz Zainal masih gigih mengumpulkan berbagai informasi tentang Aqeela.


Ustaz Zainal Benar-benar penasaran dengan cewek yang menurutnya beda.


Siapa Aqeela?


Sehingga harus menutupi kelebihannya selama ini.


Ustaz Zainal berkoordinasi dengan berbagai pihak. Bertanya ke sana kemari.


Sedikit demi sedikit Ustad Zainal mulai menemukan sisi lain Aqeela.


Membuka rahasia yang selama ini disimpan Aqeela, tapi sementara informasi itu akan disimpannya sendiri. Tidak untuk disampaikan kepada rekan-rekan gurunya atau teman-teman Aqeela. Rahasia itu hanya untuk Ustad sendiri.


Ustaz hanya memerlukan bukti yang valid.


Dumulai dengan mengumpulkan data tentang Aqeela dari formulir pendaftaran Aqeela yang diminta dari tata usaha. Ustadz juga meneliti Ijazah SMP Aqeela hingga tempat tinggal Aqeela.

__ADS_1


Hingga muncullah ide brilliant Ustad Zainal. Anak ini baik. Keluarganya juga sangat mendukung. Itulah yang membuat Ustadz Zainal tidak ragu akan idenya yang keliatannya beda dari guru-guru yang lain. Yang pada mengecap Aqeela itu sama dengan Desta. Bahkan bisa jelmaan Desta dalam wujud perempuan.


Seorang Aqeela mulai diperhitungkan sebagai siswa dengan catatan kenakalan. Dan berbagai daftar hitam lainnya. Bahkan keluar masuk ruang BK adalah hal biasa baginya.


*****


Hari Jum'at, hari pendek. Dan hari yang menyenangkan karena besok weekend dan libur sekolah.


Aqeela ditemani Nabila duduk dengan santai di kantin sambil ngobrol pekerjaan rumah dari Pak Miftah, guru Matematika.


Tanpa disadari, sekelompok cewek berjumlah 5 orang nyamperin mereka berdua.


"Eh, Kamu Aqeela...." Suara lantang cewek berambut pirang bertubuh langsing dan cantik namun sayang karena dandanan menornya menutupi kecantikannya.


Sedangkan Nabila nampak begitu ngeri melihat kehadiran cewek-cewek tersebut.


Cewek itu semakin marah melihat Aqeela yang tidak memeperdulikan kehadirannya.


"Hei..., cewek genit gak tau malu. Jauh-jauh dari Desta... Aku gak mau liat Desta datang ke kelas KAMU." Bentak salah satu dari mereka.


"Sapa juga yang mau deket sama cowok jelek kayak gitu.... Kalo berani halangan saja sendiri Kak Desta. Aku juga malah seneng." Jawab Aqeela gak mau kalah dari cewek itu.

__ADS_1


"Yuk Bil, kita pulang. Gak guna ngomong sama cewek gak jelas ini." Aqeela menarik tangan Nabila supaya berdiri dari kursinya.


Baru selangkah mereka jalan, sebuah tangan mencegah Aqeela. Membuat Aqeela tak pelak membalikkan tubuhnya.


Plaakkk...


sebuah tamparan mengenai pipi kanannya... Membuat pipinya memerah.


Aqeela hampir membalas dengan tamparan, tapi sebuah panggilan dari smartphone menggagalkannya. Dan memaksanya untuk mengangkat panggilan dari ayahnya. Membuat Aqeela melenguh panjang.


"Iya Ayah....sebentar... " Kata Aqeela dengan tergesa-gesa.


Dan meninggalkan geng cewek gak jelas itu. Entah sudah berapa kali semenjak Desta sering datang ke kelasnya, atau bahkan menjahilinya di perpus di kantin bahkan di koridor sekolah. Berkali-kali Aqeela di damprat cewek-cewek fans Desta N the gank.


MENYEBALKAN.....


"Kak.. apa sih salah aku..Sampai kamu segitu teganya. Terus itu cewek-cewek genit itu. Siapa lagi mereka. Apa urusanku sama dia." Gerutu Aqeela dalam hati.


"Awass kamu Kak...kalo ketemu lagi aku bejel-bejek. Udah bikin aku sebeeell banget." Muka Aqeela nampak menahan emosi.


"Kamu baik-baik saja kan Qee?" Tanya Nabila yang sedari tadi dipaksa Aqeela berlari mengikuti gerakannya.

__ADS_1


Aqeela hanya memandang datar Nabila tanpa melepas tarikannya.


__ADS_2