
Pukul 11.00 siang, Aqeela sudah selesai latihan.
"Kak kita balik sekarang ya...?" Pinta Aqeela
"Makan-makan dululah Qee..." Kata Wawan
"Hee hee hee... Kak Wawan mah tiada hari tanpa makan." Kata Aqeela
"Kamu juga kan..." Kalimat Wawan yang terakhir yang watados otomatis membuat semua ketawa cekikikan.
Mobil yang dikendarai Desta meluncur ke area jalan Darmo, mereka berbelok ke resto siap saji yang terkenal.
Ronald dan Wawan dengan rela hati mengantri pesanan Desta dan Aqeela. Mereka melihat Aqeela begitu kelelahan setelah hampir tiga jam latihan di K- Padepokan. Menjelang pertandingan Karate merebutkan piala Gubernur.
"Qee.. kamu tadi tangguh banget... salut sama kamu." kata Desta
"Gak usah berlebihan Kak... Nanti aku lupa diri lo yaa." Balas Aqeela
"Tandingnya dimana nanti?"
"Di GOR Kertajaya, Kakak mau nonton?"
"Maulah... "
"Nanti ajak Kak Ronald, Kak Wawan sama Nabila ya..."
"Eh, kok pake nyebut-nyebut Ronald, ada apa ini..?" Potong Ronald sambil membawa nampan pesanan meeka.
"Makasii yaa Kak Ronald. Kak Ronald baik deeh... " Sahut Aqeela
__ADS_1
Membuat Ronald tersenyum mencibir ke arah Desta yang ngerasa kesal karena perhatian Aqeela ke Ronald.
( Ingeet Destaaa, Ronald itu temen kamu... Mereka bercanda ajaa...) Kata Desta dalam hati menghibur dirinya sendiri.
"Kak Ronald, Kak Wawan... Ntar pas Aqeela tanding pada nonton yaa...... tadi Kak Desta udah ngomong kok." Kata Aqeeal
" Wah.. harus itu Qee... " jawab Wawan dengan girang.
"Oya... nanti di rumah ada wawancara lagi sama wartawan yang kemarin. Kalian harus datang. Temani Ustadz Zainal. Okay..?" Kata Aqeela setelah menyelesaikan suapan terakhirnya.
"Asiyaaapp... Ustadzah..." Jawab ketiganya kompak. Membuat bibir Aqeela yang tipis ketarik ke samping kanan kiri membentuk setengah lingkaran yang indah.
Membuat dag dig dug di jantung Desta yang tadi sudah terkendali semakin tak terkendali.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Assalamu'alaikum..." Aqeela mengucapkan salam
"Wa'alaikum salam..." serempak yang didalam rumah menjawab
"Aduuh maaf yaa ,,mbak.. Mas... harus nunggu Aqeela." Kata Aqeela ngerasa bersalah karena tamunya harus menunggu dirinya pulang.
"Gak pa_pa kok Mbak, ini sudah ditemani sama Ayah dan Ibunya MBak Aqeela. Jadi, maaf ya mbak... kita sempet mengorek indformasi tentang Mbak Aqeela sama beliau." Kiki menjelaskan dengan sedikit rasa bersalah karena tidak izin kepada nara sumbernya terlebih dahulu.
"It's okay kok mbak mas.. aku gak pa_pa. " Jawab Aqeela
"Karena informasi dari Ayah sama Ibu lebih valid daripada Mbak sama Mas dapetnya dari orang lain." Lanjut Aqeela.
Membuat keempat wartawan tersebut tersenyum lega.
__ADS_1
"Lhoo, Mbak Aqeela kok pake baju karate???" Tanya Joko dengan nada penasaran.
Aqeela tersenyum malu, karena memang dari dulu ia sengaja menyembunyikan kemampuan karatenya. Tapi hari ini para wartawan ini malah memergokinya.
"Hee he... iya Mas Mbak... saya juga atlet karate sejak es de." Jawab Aqeela malu.
"W.O.W Mbak..."
"Ternyata bener.... terlalu banyak kejutan dari Mbak Aqeela..." Gumam Sasa kagum.
Membuat Aqeela semakin tertunduk, membuat ketiga seniornya semakin penasaran. Apalagi seorang Desta.
Meskipun terang-terangan dirinya mengaku suka sama Aqeela berkali-kali tapi Aqeela sampai sekarang belum pernah menunjukkan reaksi yang berlebihan kepadanya.
Paling-paling kalo Desta godain hanya menunduk atau tersenyum.
Bahkan jauh dari kriteria "ALAY" seperti yang selalu ia sematkan kepada para geng-geng cewek macam Gea, Mia atau yang lainnya. yang selalu mendekat atau bahkan meminta yang lebih dari dirinya.
Dan itu yang belum diketahui oleh Desta sampai sekarang.
\=======================================================================================
Tengkyuu yaa buat boom like nya
buat saran , masukan dan kritikan yang masuk ke author
I 'll always love them
like, komen dan vote yaa
__ADS_1