
"Don.. lagi ngapain kalian.. lhoo eeh.. siapa anak kecil ini?" Sapa seorang pemuda ganteng lain yang tiba-tiba udah nongol di depan mereka.
"Hai Nald.. " Sapa Doni kepada Ronald sambil memberikan salam ala lelaki kepada sahabatnya.
Hasna hanya menatap kedua aksi kedua cowok itu sambil menggerutu dalam hati.
"Perasaan dari tadi aku dipanggil anak kecil terus deh sama cowok-cowok aneh itu.."
"Hai anak kecil.." Sapa Ronald kepada Hasna yang sedari tadi menatapnya.
"Don, jangan bilang dia...."
"Semprull.. no.. Mita di dalam. Aku lagi briefing nee anak biar mulutnya gak ember." Oceh Doni dengan jutek.
"Don, kamu gak lg pms kan?" Goda Doni.
"Sinting loo.. cepet temuin Desta, tuh anak udah parno aja bawaannya." Usir Doni.
"Ayah sama Ibu udah datang blm? Tanya Ronald.
"Udah komplit plus Yulian. Tuh, anak pasti galau nungguin mommy. Takut di tampar lagi sama mommy nya. Sapa suruh bikin susah menantu kesayangannya." Oceh Doni tanpa perasaan membuat Ronald terkekeh sedangkan Hasna yang di sebelahnya tergidik ngeri, mendengar kata tampar. Sampai mengelus pipinya sendiri.
"Ya udah, aku samperin mereka dulu. Abis ini biar aku yang kasi breafing anak kecil ini." Kata Ronald sambil mengedipkan satu mata ke Hasna.
Hasna yang tak sengaja menatap ke arah Ronald auto melengos ke arah lain. Tak sudi melihat ke arah Ronald yang menggodanya.
Setelah punggung Ronald memasuki pintu ruang rawat Aqeela. Doni kembali menatap adik kelasnya itu.
"Gak usah baper gitu, Has.." Oceh Doni melihat Hasna masih mengelus pipinya. Menyadari itu Hasna segera menurunkan tangannya.
"Gak akan ada yang nyakitin elo di sini. Tenang aja." Kata Doni lagi tapi masig dengan juteknya.
Hasna bernapas lega mendengar omongan Doni. Entah kenapa ia percaya banget sama cowok di depannya itu.
"Elo mau ketemu Aqeela enggak?" Tanya Doni lagi.
"Ntar aja deh Mas kalo sepi." Kata Hasna lirih.
"Eh, anak kecil. Di ruang rawat Aqeela gak bakalan ada sepinya. Mereka gak akan pulang sampai di usir dokter. Tapi sayangnya para suster dan dokter di sini gak ada yang berani ngusir kita. Apalagi si Boss Mafia blm ngumpul semua." Mendengar ucapan Doni membuat nyali Hasna semakin mengkerucut.
"Maa..Maakssuuud Maass Dooonnnii tadi apaaaan?" Suara Hasna sedikit terbata-bata saking takutnya.
Doni terkekeh melihat nyali Hasna yang mengkerut mendengar kata-katanya.
"Dooniii... loo gak lagi ngerayu anak kecil kan?" Sebuah telunjuk tiba-tiba menjitak kepalanya.
Hasna yang ada di sebelah Doni ikut terkejut, mendengar suara perempuan yang langsung menjitak kakak kelasnya itu.
__ADS_1
"Ampuun Mommy.. enggak kok, Mi." Kata Doni mengelak begitu tahu yang menjitaknya adalah Mommy Alesha.
Hasna ikut tersenyum melihat Doni sedikit ketakutan melihat kedatangan wanita berusia 30tahunan itu.
"Terus kenapa anak kecil ini ketakutan?" Mommy masih uring-uringan melihat Doni seperti menggoda cewek berseragam SMA di sebelahnya.
Sesekali Mommy melirik ke arah Hasna. Hasna hanya tersenyum kecil menatap Mommy.
"Mana Mita?" Tanya Mommy jutek.
"Di dalam nemenin Aqeela." Jawab Doni cepat.
"Terus ngapain kamu sama dia." Tanya Mommy belum puas dengan jawaban Doni.
"Breifiing dialah Mi.." Jawab Doni
"Hadeeehh... Udah Mommy masuk sekarang. Awas yaa kalo macem-macem." Ancam Mommy.
"Jangan macem-macem kamu Don.." Daddy ikut-ikutan ngancem Doni.
"Haaaa...." Doni menarik napas panjang legaa banget setelah ditinggal Mommy dan Daddy masuk.
"Tuuh kan.. kamu bakalan aman di sini. Gak akan ada yang berani macem-macem." Ucap Doni.
"Terus maksud Kakak tadi apaan?" Tanya Hasna polos.
"Ntar loe tahu sendiri. " Jawab Doni saambil menggeser bokongnya melihat Ronald keluara dari ruang rawat Aqeela. Diikuti Wawan, Mita dan Nabila.
"Mommy lagi marahin Desta lagi." Jawab Ronald dengan terkekeh.
"Haa haa haa.. kasiyan banget tuuh si Boss, dapet istri baek tapi merana saking sayangnya tuh mertua sama menantu." Oceh Wawan.
"Lhaa kan bagus, jarang-jarang loo ada orang tua yang sayang banget sama menantunya kayak Mommy sama Aqeela." Jawab Doni.
"Kita tunggu di kantin aja yuuk..." Ajak Nabila.
"Bole deeh.. " Rombongan itu segera menuju kantin rumah sakit. Menunggu drama ala Mommy dan Desta selese.
"Anak kecil kamu duduk sebelah aku saja sini." Ajak Ronald melihat Hasna bingung memilih tempat duduk. Secara Doni langsung dengan nyamanya di sebelah Mita. Wawan dengan mesranya langsung menarik Nabila ke sebelahnya.
Hasna hanya menurut saja, ia pun langsung duduk di sebelah Ronald. Suasana kantin juga tidak terlalu ramai karena memang buka jam istirahat. Sehingga mereka bisa duduk bareng berenam satu meja.
Setelah memesan makanan dan minuman. Pandangan mereka tertuju kepada Hasna.
"Don, gimana hasil breifingan kamu tadi. Sukses gak?" Ucap Ronald menatap Hasna yang sudah bergidik ngeri.
"Sukses lah." Jawab Doni masih menatap Hasna.
__ADS_1
"Gimana anak kecil sudah tau kan apa yang harus kamu lakukan besok?" Tanya Ronald. Hasna hanya mengangguk.
"Hei, jawab jangan hanya mengangguk." Ucap Ronald sambil mengangkat dagu Hasna.
"Cantik..." Gumam Ronald lirih, sambil, melepas tangannya dari dagu Hasna.
"Katakan dengan jelas iya atau tidak." Bisik Ronald ulang membuat Hasna semakin gemetar.
Hasna menatap Wawan, Nabila, Doni, Mita dan Ronald dengan gemetar.
"Iya... saya paham..." Kata Hasna masih gemetar.
"Baguss..." Teriak kelima rekan Aqeela dengan berbinar.
" Nanti pulangnya aku antar ya..." Kata Ronald antusias. Hasna menatap Ronald seakan tidak sudi. Tapi ia juga bingung nanti harus pulang dengan siapa.
Tadi ia hanya mengirim pesan waasaap kepada sahabat-sahabatnya ke rumah sakit nganter Aqeela. Gak usah di tunggu langsung pulang saja.
💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Di dalam kamar rawat inap Aqeela.
"Desta..." Omel Mommy begitu melihat Aqeela terbaring di bed dengan menahan sakit.
"Kenapa ngebiarin Aqeela ikut ujian segala siih."
"Mommy..,ini salah Aqeela sendiri. Kak Desta gak salah kok, Mi. Mommy tenang yaa.. Lukanga juga sudah diobati. Bentar lagi juga sudah sembuh." Jawab Aqeela membela Desta.
"Masih saja membela suami kamu." Omel Mommy.
Melihat mood Mommy, Ronald, Wawan, Nabila dan Mita segera pamit keluar ruangan sama Ibu. Ibu hanya mengiyakan saja. Ia tahu Mommy Desta lagi badmood saat ini.
Back to Aqeela
Aqeela hanya tersenyum menatap Mommynya itu.
Aqeela segera menggenggam tangan Mommy, menciuminya dan memeluk Mommy dengan cinta.
"Mommy, percayalah anak Mommy gak bikin aku sakit kok. Kasiyan Kak Desta tadi udah panik eh, sekarang malah diomelin Mommy. Ntra kalo suami aku hypertensi gimana hayooo." Bisik Aqeela manja.
Mendengar penuturan menantunya itu, membuat Mommy tersadar. "Maafkan Mommy ya sayang. Mommy juga kan kuatir sama kamu."
"Aku kuat kok Mi. Nee anak Mommy yang harus Mommy kuatin sekarang. Supaya lebih strong lagi." Bisik Aqeela sambil menatap Desta.
Dengan satu kedipan mata dari Aqeela, membuat Desta langsung melotot.
💗💗💗💗💗💗💗💗
__ADS_1
Haa haa haa haaa...
Ternyata masih belum bisa romantis yaa..