
Di sekolah....
pas jam istirahat pertama
"Aqeela.., Di tungguin sama Desta." Wawan berbisik ke arah Aqeela.
"Hah... kok tumben bukan Kak Desta sendiri yang nyamperin?" Aqeela agak sedikit terkejut karena Wawan yang menghampirinya.
"Tuuuh... liat tuuh... Kakak Desta kamu itu mondar mandir di depan kelas kamu. kayak orang gak jelas..." Kata Wawan sambil nunjuk ke arah penampakan Desta yang kayak orang bingung.
Menyaksikan itu, Aqeela hanya ketawa. Aqeela keluar, nyamperin Desta.
"Kak... Kak Desta..."Panggil Aqeela
"Ayoo ke kantin..." Desta hampir menyeret Aqeela.
"Sebentar deh Kak, kayaknya Nabila harus ikut ini." Pinta Aqeela.
Tanpa menunggu izin dari Desta, Aqeela langsung manggil Nabila supaya ikut mereka ke kantin.
Di kantin
Mereka duduk di bangku pojok yang kebetulan kosong. Lebih tepatnya sih penghuninya sudah terlebih dahulu di usir oleh Ronald dan Wawan.
Nabila, yang udah sering mengkuntit Aqeela gabung bareng Desta N the gank udah gak setakut awal-awal dulu.
Sekarang malah Nabila ketawa, ada kebahagiaan bisa deket sama cogan di sekolah karena Aqeela. Sahabatnya yang super aneh.
"Kak..."
__ADS_1
"Qee..."
Mereka berdua barengan manggil satu sama lain. Membuat Wawan dan Ronald tertawa.
Hanya Nabila seorang yang bengong.
"Kakak dulu deh..." Kata Aqeela
"Ladies first...." Jawab Desta
"Mereka udah pada tau belom?" Tanya Aqeela sambil nunjuk ke arah Ronald dan Wawan.
Desta menggeleng.
"Apaan Qee..." Sahut Ronald
"Kak... Kakak Desta harus tanggung jawab nee... cerita ke mereka. Dan kasi tau juga ke Qee... alasan Kakak kemarin ngomong kayak gitu." Omelan Aqeela udah kayak rumus volume saja. udah panjang, lebar terus tinggi pula.
"Waduuuh kumat lagi.. cerewetnya? Padahal kemarin pas di rumah manis banget." Gumam Desta lirih samibil mellrik Aqeel.
**suasana rame, tapi mereka berlima mencoba hening.
Saling menerka dan menduga apa yang sebenarnya terjadi**.
Pelan tapi pasti Desta mulai bercerita dengan runtut. Karena takut terdengar telinga lain. ( Tau kaaan ... apaaan ) Betul buanget tukang gosip.
Keempatnya menyimak.
Dan Suara tawa keras dan lepas dari Ronald, Wawan bahkan Nabila membuat mereka jadi pusat perhatian.
__ADS_1
Mengetahui kondisi sangat tidak kondusif, Desta melototin pengunjung kantin.
Seakan-akan di matanya ada tulisan, Awas loo yaa kalo sampe liat-liat.
Sehingga tak berselang lama, pengunjung lain sudah kembali ke posisi awal.
Hanya dengan sebuah pelototan, Oh mai gad... Sungguh auranya aura mafia buanget
Bisik hati Nabila.
"Haaa... jadi semalam itu kamu mau ngomong ke kita kalo mau ngelamar Aqeela." Oceh Ronald masih dengan ketawa
"Dan kamu Qee.. Ayah kamu malah kasi lampu ijo..." Sambung Wawan
"Terus Kak Desta sama Aqeela, kapan pacarannya?" Sahut Nabila
Aqeela cengengesan ndenger kalimat-kalimat yang meluncur mulus dari senior dan sahabatnya itu.
"Kita gak pacaran." Kata Aqeela ketus, yang tentu saja mengundang rasa keheranan diantara mereka.
Sedangkan Desta, mukanya jadi merah. kayak ada perona pipi di totol di mukanya.
Teeeet... Teeeeet...
Dan bel tanda masuk membuyarkan mereka Berlima. Dan memaksa kelima nya kembali ke kelas masing-masing.
"Eh, ingat..., kalian berdua masih ada hutang penjelasan ke kita." Kata Wawan memandang Aqeela dan Desta bergantian sebelum mereka berpisah di tangga.
Desta dan Aqeela hanya bisa pasrah dan mendengus kesal.
__ADS_1