MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Dendam Doni(3)


__ADS_3

Doni mendekati Aqeela, hanya dalam hitungan detik. Aqeela ditariknya dengan kasar. Dipaksa berdiri.


"Sini kamu..." Bisik Doni kasar.


Aqeela menuruti permintaan cowok yang dia pastikan Doni. Karena dirinya tak ada pilihan lain kecuali menurut. Untuk saat ini.


"Kalian... tetap di sini. Aku akan bawa cewek ini. Aku pastikan besok dia hanya tinggal nama." Ancam Doni.


Sebuah pistol, ujungnya diletakkan tepat di dahi Aqeela. Dengan harapan jika peluru itu muntah maka langsung tepat sasaran.


Kali ini Aqeela hanya mengandalkan insting. Indra penglihatannya tertutup. Mulut tertutup. Kaki dan tangan terikat meski dari tadi berusaha mencoba melepas ikatannya tapi sampai sekarang belum berhasil.


Di depannya Ronald dan Vian membantu Desta melepas ikatan di tangan dan kakinya.


"Ayah sama ibu Aqeela udah tau belum?" Tanya Desta


"Mereka dalam perjalanan dengan polisi." Jawab Ronald.


"Okay... kita bertahan di sini. Kita ulur waktu sampai mereka datang." Kata Desta, doakan kedua sahabatnya itu.


"Don... pliss... aku mohon. Lepasin Aqeela. Aqeela tidak ada kaitannya dengan kamu." Pinta Desta.


"Ayoolaah Don... Aqeela itu perempuan Don." Lanjut Desta.


Suaranya begitu pelan dan hampir hilang.


Bahkan bisa dikatakan sangat gemetar. Desta sadar lawan di depannya bukan sembarangan.


"Enggak bisa... Dia udah menghancurkan semuanya. Karena dia kamu bisa jadi kayak sekarang kan." Bentak Doni.


Semua yang mendengar menghela napas panjang.

__ADS_1


"Doni rupanya sangat iri sama kehidupan kamu Des..." Bisik Vian


"Sepertinya..." Jawab Desta pendek.


"Okay... sekarang mau kamu apa? di sini ada Desta. Di sebelah kamu ada Aqeela. Sampaikan ke mereka. Apa yang kamu inginkan." Kata Vian pelan. Tapi mata dan tubuhnya terlihat sigap.


Vian tahu Desta saat ini mengalami kelelahan batin. Desta masih berpikir keras mencari cara menyelamatkan orang yang di cintainya itu.


"Aku cuma ingin mereka berdua mati." Kata Doni dengan tegas.


"Doni... kamu bukan Tuhan." Kata Wawan penuh amarah.


"Wan... kamu tenang jangan kepancing Doni." Kata Vian


"Haa haa haa.... " Tawa Doni menggema


"Saat ini aku bisa jadi Tuhan... Lihat hanya dengan hitungan detik. Pistol ini bisa membunuhnya. Membunuh kalian satu per satu." Suara Doni membuat takut Dea dan Mita yang dari tadi meringkuk di dinding di bawah kaki Wawan.


Tapi bagi Aqeela suara Doni sangat memilukan. Seakan terdengar tolong aku... Siapa aku... dimana aku.


Terdengar suara pelatuk dari pistol Doni. Doni mulai menarik pelatuk pelan-pelan.


Aqeela memejamkan mata dalam gelap. Menarik napas. Mengumpulkan semua yang ia pendam berjam-jam ini.


Aqeela hanya merasa dan mendengar. Tangan yang menarik pelatuk itu sangat gemetar.


Dug... dug..


Dengan lengannya Aqeela memanfaatkan gemetaran tangan Doni. Membuat Doni terjungkal. Dan sebuah timah panas yang dia sediakan untuk Aqeela mental entah kemana.


Melihat situasi yang sangat menguntungkan. Vian dan Ronald segera menyambut Doni. Merebut senjata berbahaya itu dari Doni. Menahan Doni agar tidak melawan.

__ADS_1


Sedangkan Doni yang sedianya akan melawan. Tenaganya seakan hilang mendadak. Kedua teman Desta menaklukkannya entah untuk yang keberapa kalinya.


Desta dan Wawan segera menolong Aqeela.


Sedangkan Dea dan Mita hanya mampu melihat tak mampu berkata apapun.


Antara kaget bercampur bingung dan takut, menghadapi situasi yang benar-benar diluar sangkaan mereka.


Mereka yang awalnya hanya ingin mempermainkan Aqeela berubah jadi boomerang bagi diri mereka sendiri.


Bersamaan dengan itu.


"Berhenti kalian...." Seorang laki-laki berseragam coklat masuk tanpa permisi di ikuti Ayah dan Ibu Aqeela.


Dan semua yang di dalam menghentikan aktivitasnya. Begitupun Desta yang hendak melepas ikatan Aqeela.


"Aqeela..." Seru Ibu mendekati Aqeela. Dua orang Polisi membantu Ibu melepas ikatan Aqeela.


"Doni... Doni.. Doni... kabuurrr..." Teriak Ronald gak rela dengan aksi Doni yang mendadak main kabur.


Dor dor doorr...


Tiga kali tembakan tidak dihiraukan. Dan yang ke empat ...


"Aaaaaaaa....." Suara lolongan sangat keraasss terdengar dari dalam.


Membuat semua yang di dalam tutup telinga.


"Kalian semua ikut kami ke kantor..."


\=====================================

__ADS_1


Maksih yaa man teman...


supportnya....


__ADS_2