
For my reader... author mohon maaf yaa segede-gedenya... Beberapa part barusan di edit , guna menyingkronkan beberapa nama dan tokoh.
Betewe tidak mengurangi jalan ceritanya kok.
always be happy reading
\=====================================
Di sebuah cafe yang lumayan terkenal tempat nongki nya anak gaul di daerah Panji.
"De.... beneran kamu masih mau lanjut." Kata Hanum
"Masih... kenapa? Takut?" Kata Dea, sambil menyibakkan rambut pirangnya yang mulai panjang dan menganggu.
"Kamu udah tau kan trek recordnya Aqeela." Lanjut Hanum.
"Tau... itu juga kan karena informasi dari kamu." Masih dengan santainya Dea mengunyah friench fries di depannya.
"De... pliss sudah cukup De... Yang kamu hadepi bukan orang lemah." Pinta Hanum.
Membuat Dea melotot marah ke arah Hanum.
Kalo mau jujur diantara Dea, Hanum dan Jihan. Seorang Hanum adalah seorang yang paling bijak diantara ketiganya.
Hanum bergabung menjadi badgirl di SMA Bhakti karena Dea yang mendekatinya di awal masuk kelas sepuluh.
Hanum memiliki pembawaan kalem dan mata jelinya yang tajam.
__ADS_1
Hanum juga yang selalu bisa menenangkan Dea di saat-saat tersulitnya menghadapi penolakan Desta.
Hanumpun disini sangat merasa bersalah karena tidak bisa membuat Dea menyudahi rasa sayangnya ke Desta.
"De... Aku serius.." Ulang Hanum
"Cukup..." Kata Dea sedikit kencang membuat pengunjung cafe menoleh ke arah mereka. Bahkan Jihan yang sedang menikmati rainbow cheese bread toasternya sampai kesedak.
"Kalian itu kenapa sih..." Kata Jihan sambil minum soda di depannya.
"Pasti temanya Aqeela dan Desta kan..." Lanjutnya setelah sodanya habis.
"Ribut melulu.... kalo memang Aqeela terlalu tangguh pakai cara kasar. Pak cara halus." Lanjut Jihan.
"Jihan plisss...." Kata Hanum sambil menyenggol kaki Jihan. Karena Hanum merasa Jihan belum tahu maksudnya.
"Apaan siih kamu Num..." Jihan yang polos dengan watadosnya malah ngasih ide lebih fantastis ke Dea.
Dan ide Jihan membuat mata dan wajah Dea berbinar-binar. Menghilangkan semua kemarahannya sama Hanum.
"De.... untuk kali ini aku gak mau ikut-ikut." Kata Hanum.
"Terserah kalian."Lanjutnya sambil berdiri bersiap pergi.
"Hanum..." Ucap Dea mencegah kepergian Hanum. Mmbuat Hanum menghentikan langkahnya dan menoleh pada Dea.
"De.. rencana kalian itu sudah masuk daftar kriminal. Aku sayang sama kalian. Karena itu aku tidak mau kalian terjerumus terlalu dalam. Sudahlah... Kalo kamu De, sayang sama Desta biarkan Desta dengan Aqeela bahagia." Kali ini Hanum sampai berkaca-kaca.
__ADS_1
" Tapi kalo kamu maksa Desta menjadi milik kamu. Itu bukan sayaang Dea. Itu bukan Cinta. Sadar dong. Diluaran sana masih banyak Desta-Desta yang lain. Toh, kamu cantik. kamu kaya. Semua yang kamu inginkan bisa." Tutur Hanum dengan air mata yang sudah mengalir deras.
"Aku gak mau... kalo kamu ingin pergi. Aku gak maksa. Tapi ingat kalo kali ini berhasil jangan salahkan aku, yang akan membuat kamu gak ada teman." Kata Dea mengancam.
Hanum tidak memperdulikan ucapan Dea. Hanum terus melangkah meninggalkan mereka berdua. Dengan Jihan yang terus memperhatikan Kepergian Hanum dari jauh.
"Kamu ready kan Ji?" Kata Dea membuyarkan lamunan Jihan.
"Eh.. eh.. iya aku ready kok.." Sahut Juga sedikit gelagapan.
Mereka berdua kembali fokus dengan makanan di depannya.
Seakan Hanum tak pernah hadir diantara mereka.
\===================================
Sejak dan dari peristiwa tersebut Hanum tidak terlihat lagi bergerumbul dengan Dea, Jihan atau Mita Dan Gengnya.
Hanum sibuk dengan perpustakaan.
Hanum memulai membuka beberapa buku dan membacanya.
Hanum berharap kedua sahabatnya segera sadar dan mengakhiri semua perselisihan dengan Aqeela atau Desta.
****
Teng's yaa... buat like komen rate N vote nya...
__ADS_1
Lop Yu pull 😘 😘 😘