MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Mommy


__ADS_3

Plak...


"Aaawwwww...."


Semua mata tertuju kepada Desta


"Mommy..." Teriak Desta pelan.


Mommy tiba-tiba masuk dan menampar Desta.


"Kamu... Kenapa kamu gak bisa jaga Aqeela.." Mommy langsung membentaknya. Bahkan mommy sudah mencengkeram kerah baju Desta.


"Mommy......" Desta berusaha menjelaskan kepada Mommy.


"Des... Aqeela salah apa sama kamu..." Potong Mommy sambil terisak menatap menantunya yang terbaring tak berdaya.


"Mbak.. Mbak Alesha.. " Ibu Aqeela, memeluk Mommy lalu mendudukkannya di sofa dekat bed Aqeela.


"Des..ikut Daddy sama Ayah sebentar..." Titah Daddy kepada anaknya.


"Nabila, Doni, Ronald, Wawan, Vian... Nitip Aqeela sebentar ya..." Kata Daddy lirih.


"Baik Daddy.."


"Iya Daddy..."


Jawab kelimanya kompak.


Daddy dan Ayah tersenyum.


"Yuk.., Des..." Ajak Ayah.


Ayah, Daddy dan Desta keluar ruangan. Mereka duduk di bangku yang tersedia di luar ruangan.


"Des, Aqeela kenapa?" Tanya Daddy pelan.


"Ayah, Daddy sebelumnya Desta minta maaf. Benar kata Mommy, Desta gagal jagain Aqeela." Ucap Desta dengan menunduk ada penyesalan di suaranya.


Ayah menepuk-nepuk bahu Desta.


"Nak, Ayah tahu siapa kamu. Bahkan ketika Aqeela di culik dulu, kamu yang berusaha menyelamatkan Aqeela. Lihat tangan kamu juga terluka, kan?" Kata Ayah menenangkan. Ada sedikit rasa senang dihatinya.


"Tapi sepertinya Mommy kamu tidak terima. Sejak di mobil tadi Mommy terus menangis." Kata Daddy.


"Dad, Aqeela terluka karena melindungi Desta dari orang yang mau nusuk Desta." Jelas Desta tak berani mengangkat wajahnya.


"Bagaimana bisa?" Daddy menatap Ayah tidak percaya. Ayah hanya mengedikkan bahunya tanda tidak mengerti.


"Aqeela tadi sore adu jotos lagi. Dia diancam sama seseorang agar mau berpisah dengan Desta." Daddy melotot.

__ADS_1


"Terus reaksi Aqeela." Tanya Daddy.


"Aqeela ngotot tidak mau. Akhirnya orang ini dendam, ngajak Aqeela duel." Desta menarik napas panjang.


" Aqeela sebenarnya sudah menang dan bisa memukul mundur lawannya. Tapi orang itu berbuat licik. Malah mengeroyok Aqeela. Doni yang tahupun tak bisa berbuat banyak. Kami datang terlambat karena di depan aula orang itu menyewa penjaga. Saat kami bs masuk, kami meminta Aqeela istirahat, orang itu malah mengeluarkan belati dan Aqeela melihat. Aqeela menghalangi dengan memeluk Desta. Aqeela mengorbankan diri menjadi tameng." Cerita Desta kepada dua orang lelaki kesayangannya itu.


"Ayah, tidak kaget.. Aqeela selalu seperti itu..." Gumam Ayah lirih sambil memegang tangan Desta, menguatkan menantunya yang tampak rapuh.


"Terus kondisi Aqeela sekarang bagaimana?" Tanya Daddy.


"Kata dokter sudah stabil. Tadi Aqeela sempet kehilangan banyak darah dan dehidrasi. Lukanya yang dekat bahu sangat dalam, tapi semakin ke bawah semakin dangkal. Tidak ada bagian organ vital yang luka. Hanya saja kemungkinan ada bekas luka yang tidak bisa hilang." Desta menjelaskan perkembangan Aqeela yang ia tahu.


"Des, kamu harus ikhlas. Sebetulnya sehari sebelumnya, Aqeela sempet curhat sama ibu." Auto Desta menatap Ayah tak berkedip.


"Kalau sehari sebelumnya, berarti ketika dirinya sedang ngumpul di cafe tempat Doni bekerja." Gumam Desta dalam hati.


"Aqeela banyak bertanya tentang malam pertama ke ibunya. Kami, sempat syok juga mendengarnya. Tapi, ibunya selalu punya cara untuk menenangkan ayah. Aqeela juga cerita soal dirinya yang terus diteror dan diancam." Jelas Ayah.


"Apa semalam Aqeela melakukan hal-hal yang aneh gitu?" Tanya Ayah.


Ingatan Kembali pada kejadian semalam. Desta menjadi lemas.


"Pantes saja, semalam dia aneh..." Gumam Desta dalam hati


Desta tersenyum sendiri mendengar kejahilan istrinya itu.


"Berarti kalian sudah melakukannya?" Tanya Daddy ikut kaget.


"Enggaklah, Dad. Aqeela semalam kayak tertekan gitu. Ternyata karena teror si cowok mesum itu." Geram Desta.


"Kirain.. anak Daddy udah ngelepas keperjakaannya." Bisik Daddy menggoda Desta.


"Daddy, apaan siih." Desta malah malu tuuh.


Ayah dan Daddy tertawa barengan melihat pipi Desta yang bersemu merah. Sambil melakukan give five ala lelaki. Ya, itung-itung ngilangin stress karena Aqeela.


"Sudah temuin Mommy kamu... Dia sangat shock... .." Kata Daddy.


Desta mengangguk dan melesat ke dalam.


Begitu pintu terbuka, Desta mencari keberadaan Mommynya.


Ternyata Mommy masih berusaha ditenangkan sama Ibu.


Desta langsung bersimpuh di depan kedua wanita yang membuatnya bahagia itu. Karena sudah melahirkan dirinya dan Aqeela.


"Mommy... Ibu... maafkan Desta.." Kata Desta terputus-putus.


"Nak..." Ibu memegang pipi Desta dan mengangkat wajah menantunya itu.

__ADS_1


"Ibu, percaya kamu sudah melakukan yang terbaik. Ibu tahu Aqeela melakukan ini pasti untuk melindungi orang yang dia sayang." Kata Ibu bijak.


"Berdirilah, duduk di sini." Kata Ibu sambil menggeser pantatnya. Meminta Desta duduk diantara Ibu dan Mommy. Desta menuruti permintaan Ibu, duduk di tengan wanita kesayangannya itu.


"Nak, maafkan mommy kamu ya... Mommy kamu terlalu sayang sama Aqeela. Mommy kamu tak ingin Aqeela terluka karena apapun." Ucap Ibu lagi.


Desta hanya mengangguk.


"Memangnya Ibu gak marah gitu sama Desta?" Tanya Desta yang kepo melihat Ibu Aqeela bisa mengendalikan emosinya, berbeda dengan Mommynya.


Ibu tersenyum memandang Desta. Memeluk bahu menantunya itu.


"Ibu sedih. Mana ada ibu yang tidak khawatir anaknya sakit. Tapi dari semalam ibu sudah mencoba ikhlas. Ayah tadi pasti sudah cerita kan di depan." Desta kembali mengangguk mendengar penuturan Ibu.


"Sifat lembut Aqeela ini, pasti nurun dari ibu. Ibu sangat pandai meredam emosi seseorang." Batin Desta.


"Mom.. maafkan Desta ya, Mom..."Pinta Desta dengan memelas.


"Des, janji ini yang terakhir. Setelah ini jauhkan Aqeela dari bahaya apapun." Ancam Mommy.


"Mom..... Desta akan berusaha. Tapi kan kita tidak pernah tahu. Apa yang akan terjadi selanjutnya." Ucap Desta sungguh-sungguh.


"Maafkan Mommy ya, Des..." Mommy memeluk anak lelakimya dengan lembut.


"Udah jaga Aqeela. Jangan biarkan pas dia bangun gak ada kamu..." Seru Mommy sambil mendorong Desta kembali ke dekat Aqeela.


"Mbak, memangnya Aqeela curhat apa ke Mbak Shakira?" Tanya Mommy kepo, sesaag setelah Desta sudah duduk di sebelah bed Aqeela.


"Aqeela nanya ke saya tentang malam pertama gitu...." Jawab ibu sambil berbisik takut kedengeran teman-teman Desta yang masih di bawah umur.


Mommy menganga sambil menutup mulutnya. Wajahnya bersinar kembali.


"Berarti mereka sudah melakukannya dong Mbak?" Mommy hampir bersorak kegirangan. Tapi segera ditahan sama Ibu.


"Mbak, jangan kenceng-kenceng masih di rumah sakit. Tapi kalo soal mereka sudah melakukan atau belum saya belum taahu..." Bisik ibu dengan nada jahil sengaja untuk menggoda besannya itu.


Mommy menatap Ibu dengan kesal. Namun keduanya langsung tertawa ringan. Desta yang melihat keduanya ikut tersenyum.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗


"Selamat malam.." Doni menerima sebuah panggilan dari sebuah nomer yang ditengarai sebuah milik sebuah kantor. Karena Idnya yang masih menggunakan kode kota.


"Oh... sebentar Pak..." Jawab Doni.


"Ta... dari Polsek.."


💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Maaf ya upnya agak malam...

__ADS_1


__ADS_2