MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Aqeela N the genk


__ADS_3

"Kampret, lo, RI!" seru Desta memaki Ari yang tertawa keras melihat teman bosnya tadi hampir murka karena mengira dirinya adalah Aqeela.


Sebelumnya.


Di dalam kendaraan Vian. Kebetulan yang tersisa hanya Ari, Topa dan Aqeela.


Setelah mengamati jalannya tawuran yang tidak berimbang tersebut. Aqeela meminta Ari menyamar menjadi dirinya.


"Pakai gamis dan kerudungku!" titah Aqeela khawatir.


Saat ini ia tidak mungkin terjun langsung ke medan pertempuran mengingat pesan yang Desta ucapkan sebelum berangkat.


Selain itu, mengingat bagaimana tampilan para musuh Desta yang pasti malah menyengsarakannya karena tabiat buruknya kepada makhluk bernama perempuan.


Kebetulan di balik gamis Aqeela ada pakaian lain. kerudung pun ia memakai kerudung lain yang lebih pendek.


Sebelum berangkat, ia sempat memakai pakaian dan kerudung lain di balik gamisnya. kebiasaan yang sering ia lakukan sejak dulu.


"Serius, Mbak? Aku disuruh nyamar gitu?" tanya Ari menatap Aqeela tidak percaya.


Aqeela mengangguk sambil menyerahkan gamis dan kerudung instannya kepada Ari yang mematung.


"Anak bujang gak bole ngelamun, pamali kata orang Sunda," ledek Aqeela membuyarkan lamunan Ari yang entah serang memikirkan apa.


Saat ini tidak penting ia menanyakan lamunan Ari, keselamatan Desta dan yang lain lebih penting.


Aqeela memilih Ari karena postur tubuh Ari yang lebih mirip dirinya. Tinggi Ari pun jika diukur tidak jauh beda dengannya


"Kamu jalan seperti aku jalan lalu ...," Aqeela berbisik lirih kepada Ari dan Topa.


Ari tampak mengerutkan dahi mendengarkan rencana Aqeela, sedangkan Topa yang sudah sering diajak tawuran Desta dan Aqeela hanya terkekeh.


"Udah sono kamu lakuin apa kata Mbak Qeela. Entar aku nyusulin," ledek Topa.


"Awas kamu, ya!" ancam Ari kesal melihat temannya malah meledek.


Tak butuh waktu lama bagi Ari untuk mengganti pakaiannya.


"Maaas, Maaas tolong," terdengar teriakan seorang wanita ketakutan yang tak lain adalah Ari yang meyamar menjadi Aqeela.


Setelah mengganti pakaiannya, Ari bergegas keluar mobil dan mendekati area perkelahian yang memang sedikit jauh dari tempat parkir mobil mereka.


Pongky yang mendengar teriakan seorang wanita, segera menghentikan aksi pukulnya pada Desta. Ia segera mencari sumber suara tersebut.


Desta dan Pongky menatap ke arah yang sama. Terlihat seorang wanita berlari ketakutan ke arah mereka.


Pongky tertawa licik melihat wanita samaran Ari tersebut, sedangkan Desta tampak kesal dan marah karena beranggapan wanita itu istrinya.


Dari tempat mereka berdiri terlihat tubuh wanita mirip Aqeela tersebut kesulitan berlari karena gamisnya.

__ADS_1


"Hai cantik, siapa yang membuatmu ketakutan?" tanya Pongky yang tanggap dan mendahului Desta.


Desta yang berada tak jauh dari Pongky hampir saja ngakak menyadari bahwa yang datang adalah Ari bukan Pongky.


"Ini pasti ulah Aqeela," batinnya gemas.


"Siapa yang bawa dia ke sini?" tanyanya dalam hati.


"Tolong-tolong saya, Mas," ucap wanita samaran Ari tersebut dengan suara sendu.


"Sini aku bantu. Perlu bantuan apa?" tanya Pongky dengan suara manisnya.


"A-a-aku dikerjar orang," jawab wanita samaran Ari terbata-bata.


"Ooh, itu gampang. Adek ikut kakak, aja. Pasti aman," ajak Pongky dengan wajah meyakinkan.


Wanita samaran Ari itu menggeleng, "Tidak, Mas. Aku mau pulang," jawabnya.


"Iya, nanti Mas anterin," bujuk Pongky.


Sungguh jika bukan sedang dalam kondisi bermusuhan dengan Pongky ia akan menertawakan lawannya tersebut dengan kencang.


"Cih, saking tergila-gilanya sama cewek sampai gak bisa bedain cewek beneran ama cewek jadi-jadian," gumam Desta dalam hati yang hanya menatap dan memperhatikan tanpa melakukan perlawanan sedikit pun.


Ia juga penasaran, rencana apa yang sedang dijalankan istri itu.


Pria gagah yang tak lain Topa dengan kasar menarik tangan Ari.


"Sini, kamu! Berani-beraninya kamu kabur dariku!" maki Topa tentu saja semuanya hanya acting.


"Jangan main kasar, Bung! Dia wanita, loh!" seru Pongky.


"Jangan ikut campur rumah tangga orang. Kamu mau aku laporkan Polisi karena bawa kabur istriku!" hardik Topa.


Mendengar kata istri dan Polisi, Pongky mundur beberapa langkah.


Pongky seakan memberi kode anak buahnya yang masih sibuk meladeni Desta N the Genk perlahan mundur dan kabur dari lokasi.


Setelah area bersih dari Pongky dan anak buahnya. Aqeela turun dan mendekati geng suaminya.


"Sudah kuduga," ujar Desta menatap istrinya lekat.


"Sabar, Mas eee. Aku gak turun pertempuran, kan. Aku tepati janjiku," balas Aqeela dengan manja dan memelas.


"Iya, tapi ini apa?" Desta menarik Ari ke hadapan Aqeela.


"Sumpah Ari cantik banget." Aqeela tertawa renyah tidak mempedulikan suaminya yang masih kesal dan butuh penjelasan.


Vian dan yang lain mulai mengerubuti Ari saking keponya dengan hasil dandanan Aqeela.

__ADS_1


Begitu di hadapan Ari, mereka ikut tertawa dan memuji kecantikan temannya itu.


"Sumpah cukup sekali ini saja aku dikerjain Mbak Qeela. Kapok aku, Mas," gumam Ari Entah pada siapa. Dilepaskannya gamis dan hijab milik Aqeela.


"Mbak bersihin make upku!" titah Ari pada Aqeela karena merasa misi mereka telah usai.


"Enak aja nyuruh-nyutuh Aqeela," bantah Desta


"Udah gak usah nyolot. Nih, bersihin sendiri!" Aqeela menyerahkan botol micellar water dan kapas pada Ari.


"Istri elo itu lebih baik dari elo, Des," ledek Ari.


"Kok, ya mau Mbak Qeela sama Mas Desta yang kejem, gitu!" gumam Ari sambil berbalik membersihkan wajahnya.


"Arrriiiii," pekik Desta yang masih belum terima dirinya diolok-olok.


"Des, udahlah. Aku tadi yang bawa Aqeela ke sini. Puas!" seru Vian.


"Duh, kalian tuh, ya!" Desta beralih menatap Vian.


"Makan, yuk! Pasti pada laper, kan!" Vian menarik tangan Desta membawanya ke mobil mirip pria yang mengajak wanitanya saat merajuk.


Aqeela yang menyaksikan ulah Vian hanya geleng-geleng menyusul langkah keduanya.


***


"Betewe, tengkyu ya, gaeess. Kalian datang di saat yang tepat." Desta tersenyum menatap Vian dan anak buahnya.


Mereka sudah menyelesaiakan makannya di cafe yang kebetulan buka 24 jam. Cafe yang mereka tidak tahu namanya, hanya kebetulan saja lewat dan mampir.


Ternyata rasa dan menu yang ditawarkan tidak menyesatkan. Sangat enak dan pas di lidah. Seketika mebuat perut adem yang berimbas ke otak.


"Ciyee, udah baikan, ya Mas eee," ledek Topa.


"Gundulmu baikan. Emang aku abis ngapain sama dia?" sahut Desta.


Kembali terdengar tawa riuh dari meja mereka.


"Tapi, Mas. Aku benar-benar suka ide Mbak Aqeela kali ini," puji Topa melirik istri Desta.


Desta menatap tajam Topa yang terkenal suka mengkoleksi wanita cantik di hidupnya. Entah sudah berapa wanita yang ia ajak kawin.


Beda jauh dengan bosnya, yang sampai sekarang belum berani kawin dengan wanita manapun.


"Iya, iya, Ampun Mas e," kata Topa dengan nada takut. Padahal akting doang.


**


Duh, maaf yaaaa. Baru bisa up date.

__ADS_1


__ADS_2