MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
Disekap


__ADS_3

Di dalam gudang


Dea berjalan mendekati Desta. Dea melepas kain penutup mata Desta.


Desta menutup matanya sebentar lalu membuka mengkondisikan fungsi matanya setelah tertutup beberapa jam.


Dia tersentak setelah tahu bahwa ada Dea dan Mita di depannya.


Namun Desta belum bisa berkata apapun karena mulutnya masih tertutup kain. Pandangannya kemudian beralih kepada seseorang yang juga dalam kondisi seperti dirinya, bahkan bisa jadi dia lebih lama dalam kondisi terikat, tertutup dan terbungkam seperti dirinya.


"Dea... Mita... awas loo yaaa... anjing Kalian semua. Hancuk... Kampret... gak akan bisa lolos kali ini." Umpat Desta dalam hati.


"Kalau sampai terjadi apa-apa sama Aqeela kalian gak akan aku maafkan." Umpatan demi umpatan versi suroboyoan meluncur dengan mulus


"Qee... sabar ya... " masih kata Desta dalam hati.


"Bismillahirrohmanirrohiim... Allohumma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. Robbis Rohli Shodri Wa yassirli amri wahlul uqdatam mil lisani yaf qahu qouli. Ya Allah mudahkan lah kami... " Hanya do'a itu yang dingat Desta ketika diajarkan Gus Karim waktu di pesantren.


Berkali-kali do'a itu di ucapkan. Bahkan kata-kata yang diucapkan Dea dan Mita tidak ada yang dia dengar.


"Desta lihat... perempuan di depan kamu. Kamu ingin dia selamat bukan." Teriak Dea sambil mengelus pipi Desta membuat Desta bergidik.


"Kalau kamu mau dia selamat, Kamu harus mau jadi milikku... Buang perempuan itu jauh-jauh.." Bisik Dea sambil memeluk Desta. Desta tak bisa menyembunyikan kengeriannya pada perempuan di depannya itu.


 

__ADS_1


***********


Aqeela


 


Beberapa jam yang lalu tepatnya setelah sholat maghrib, Aqeela berpamitan kepada orang tuanya untuk latihan karate akan hari pertandingan semakin dekat.


Ayah dan Ibu yang memang tahu kebiasaan dan jadwal putrinya mengizinkan. "Selesai latihan langsung pulang." Begitu pesan Ibu.


"Asiyaap.." Jawab Aqeela.


Hari itu sengaja Aqeela bawa motor sendiri, biar lebih cepat gak pake macet. begitu katanya. Dan memang sudah biasa kalo harus latihan malam bawa motor.


Sampai di daerah sekitar Margorejo yang memang sepi. Sebuah mobil menghentikan motornya secara tiba-tiba. Dari dalam mobil itu muncullah seorang laki-laki tinggi kekar dengan lengan yang menonjol di sana-sini.


Saat sadar Aqeela tidak tahu, dimana sekarang. Bahkan kaki tangannya terikat. Mulutnya dibungkam dengan kain. Matanya di tutup.


Harusnya sebagai wanita normal ia akan menangis dan meronta-ronta. Tapi Aqeela bukan wanita biasa.


Sesaat setelah sadar dan menyadari ada bahaya yang mengancamnya. Pertama yang ia lakukan hanya menarik napas panjang, Mencoba berserah kepada Allah.


Mengucapkan bermacam-macam do'a.


Sampai Aqeela mendengar suara langkah seseorang, dan bug... Mungkin seseorang di dorong.

__ADS_1


Dan kondisi sunyi kembali.


Dan Aqeela tetap berdo'a.Karena dia tidak tahu apa yang diinginkan penculik tadi.


"Desta lihat... perempuan di depan kamu. Kamu ingin dia selamat bukan." Hingga sebuah suara membuyarkan do'anya


"kak Desta.. Kak Desta ada di sini?" Kata Aqeela dalam hati.


"Kalau kamu mau dia selamat, Kamu harus mau jadi milikku... Buang perempuan itu jauh-jauh.." Suara yang sama


"Kak.. semoga Kakak tidak apa-apa." Do'a Aqeela


"Kakak harus bertahan.."


Desta


"Aqeela bertahan ya...." Pinta Desta yang seakan ada telepati diantara keduanya


"Semoga Ronald dan Wawan bisa segera  mencari bantuan"


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2