
"Aqeela...." Mama Daffa menghampiri ke arah Aqeela serta merta dipeluknya gadis itu.
Karena posisi Aqeela yang duduk, Mama Daffa menyesuaikan dengan menekuk kedua lututnya saat memeluk Aqeela.
"Maafkan Tante..."Ucap Mama Aqeela dengan nada menyesal.
Semua terlihat begitu kaget menyaksikan aksi Mama Daffa.
"Nak, maafkan tante ya... Tante terlalu sayang dengan Daffa." Mama Daffa mulai menitikkan air mata.
Aqeela mengangkat tubuh Mama Daffa dan mengajaknya duduk di sampingnya dibantu Desta.
"Tante... Terima kasih. Aqeela udah maafin Tante sejak lama. Aqeela juga udah nerima hukuman dari ayah waktu itu." Aqeela menggenggam jari Mama Daffa, berusaha menenangkannya seperti yang Desta selalu lakukan kepadanya saat merasa cemas atau takut.
Yang hadir di situ ikut lega, mendengar Mama Daffa berinisiatif meminta maaf terlebih dahulu kepada Aqeela.
"Aqeela juga tahu ibu dan ayah berusaha mendatangi rumah Daffa, tapi selalu Tante tolak. Akhirnya merekapun menyerah. Oya.. pelaku waktu itu sudah dihukum pihak sekolah setelah Daffa keluar." Jelas Aqeela.
"Kamu masih ingat mereka kan, Daf?" Kali ini Aqeela beralih ke Daffa
"Moko, Ali, Yono, Teguh, Deri dan Nobi." Ucap Daffa.
"Yups.... Mereka akhirnya dikeluarkan padahal sebentar lagi ujian. Ternyata mereka sering melakukan tindak kriminal." Ucap Aqeela.
"Maafkan Tante ya Aqeela. Kamu pasti kesusahan menghadapi orang tua kamu?" Mama Daffa masih tampak menyesal.
"Tante...Qee maklum sekali dengan Tante. Apalagi trek record kita berdua yang tidak pernah akur. Siapapun pasti menduga saya yang melakukannya." Jelas Aqeela bijak.
"Ayah dan Ibu jelas sangat marah. Apalagi pihak sekolah juga sempat mengancam saya akan dikeluarkan. Saya juga shock..." Ucap Aqeela sedih.
"Aqeela hanya pasrah dan ikhlas waktu itu. Sampai para pelaku sesungguhnya akhirnya menyerahkan diri dan mengatakan yang sebenarnya. Setelah terlibat kasus curanmor." Ucap Aqeela melegakan.
__ADS_1
"Ma, Aqeela gak jadi mama minta keluar, kan dari sini." Rengek Daffa.
Mama Daffa tersenyum menatap Aqeela lekat.
"Enggak akan. Mama akan membiarkan kali ini kalian berteman." Kalimat Mama Daffa kembali membuat lega semuanya.
"Alhamdulillah..."
"Alhamdulillah..."
"Alhamdulillah.."
"Syukurlah..."
"Alhamdulillah...."
Pak Luqman, Pak Juna, Ustadzah Dewi, Desta dan Doni kompakan berhamdalah dan bersyukur.
"Maafin Aqeela kalo dulu suka berantem sama Daffa." Mama Daffa tersenyum, Aqeela melepas pelukannya.
"Pasti... Tante juga udah maafin.." Mama Daffa tersenyum kecil.
💖💖💖💖💖💖💖💖
Karena kasus sudah selesai, Mama Daffa pun sudah pamit pulang. Setelah meminta maaf ke pihak sekolah.
Mereka berdiri di ujung koridor pembatas antara ruang guru dan kelas.
Kini giliran Desta juga pamit ngantor.
"Daffa.., kamu saya izinkan hanya berteman dengan Aqeela tidak bole lebih ya.." Ucap Desta dengan nada mengancam.
__ADS_1
"Why? Siapa kamu?" Selidik Daffa.
"Kenalin dia Kak Desta. Suami aku." Jawab Aqeela sambil berbisik namun masih terdengar oleh Desta dan Doni.
"Gak salah denger kan aku?" Daffa mengorek telinganya yang tidak gatal.
"Kamu gak salah denger. Aku suami Aqeela." Tegas Desta.
( Sebetulnya Desta pengen banget peluk Aqeela tapi gak berani karena masih di area sekolah, haa haa ha.. )
"Yaaa... aku kalah duluan deeh.. Padahal kan niatku sekolah di sini pengen deketin Aqeela lagi..." Kata Daffa sedikit manasin Desta.
"Maksud kamu???" Desta mulai terpancing.
"Kamu budeg ya... tadi kan di ruang guru udah aku ceritain kalo aku jahilin Aqeela karena pengen deket aja sama dia." Ucap Daffa dengan nada meledek tak urung akhirnya dia terkekeh juga. Membuat Desta lebih bingung.
"Udah Brooo... kamu ngantor aja.. nee Kampret Daffa cuman godain kamu doang..." Jelas Doni sambil menepuk pundak Desta.
"Anjriit... Fa kalo becanda baca sikon doong.. Gak tau orang lagi cemas juga.." Maki Desta.
Yang mulai akrab dengan Daffa.
"Maafin Aku yaa... Kak." Kata Daffa meniru panggilan Aqeela.
Membuat Aqeela dan Doni ikut terkekeh, sedangkan Desta merasa geli aja dipanggil Kakak sama cowok.
💓💓💓💓💓💓💓
to be continue..
Happy reading...
__ADS_1