
Pas di depan ruang VVIP tempat rawat inap Dea.
"Aku di sini saja." Kata Desta enggan masuk. Desta bener-bener masih illfeel dan eneg banget ketemu Dea.
Desta masih inget semua kelakuan Dea waktu dia di sekap tempo hari. Sampai semua kata-kata gombal yang dikeluarkan sebagai jurus untuk membebaskan Aqeela, semua membuat Desta benar-benar harus berpikir berkali-kali untuk sekedar menengok ke dalam.
Semua menoleh ke arah Desta tak mengerti.
"Okay deh Kak. Kalo Kakak lebih nyaman di luar. It's okay. Kita masuk dulu." Akhirnya Aqeela menyahut permintaan Desta.
"Assalamu'alaikum..." Ucap Aqeela pas di depan pintu sebelum masuk ke ruangan Dea.
"Wa'alaikum salam..." Jawab yang di dalam.
Aqeela dan yang lain masuk. Di dalam ada Hanum dan Jiha. sedang menjaga Dea.
"Kalian...?" Kata Dea kaget.
"Kalian mau apa ke sini?" Dea seperti ketakutan. Tubuhnya gemetaraan. Selimut putih khas rumah sakit dia tarik sampai menutup bahunya. Dipergelangan tangannya terpasang cairan infus.
Hanum yang tanggap dengan kondisi Dea, segera mengajak tamu Dea duduk di sofa yang agak jauh dengan Dea.
"Kondisi Dea, sedang tidak baik." Kata Hanum.
"Dea begitu terpukul." Hanum terdiam, pandangannya menatap ke lantai rumah sakit yang tidak kotor.
"Dea merasa, sangat bersalah kepada Desta. Seakan dirinya yang membuat Desta menderita. Apalagi kehadiran Doni yang dibawa Mita tanpa diketahui Dea."
"Apaaa...???" Seru kompak teman-teman Desta.
"Maksud Kakak... Doni datang tanpa Kak Dea tahu?" Ulang Aqeela memperjelas.
Mendengar penjelasan Hanum, membuat wajah para gengster di depan Hanum menjadi geram.
"Doni... awas kamu ya..." Gumam Ronald dengan marah karena Doni memanfaatkan Dea dalam aksi balas dendamnya.
"Kak... udahlah toh Doni sekarang juga ada di rumah sakit." Bisik Aqeela menenangkan Ronald.
"Kak, aku bole yaa.. mendekat ke Kak Dea?" Pinta Aqeela melihat Dea sudah mulai tenang.
Hanum menjawab dengan anggukan. Sedetik kemudian Aqeela mengekor di belakang Hanum menuju bed Dea.
"Kak Dea... Assalamu'alaikum." Sapa Aqeela
"Wa'alaikum salam." Jawab Dea, meski dengan wajah cemas.
"Qee gak ada niat buruk kok Kak. Qee ke sini hanya mau menjenguk Kakak. Semoga Kakak bisa segera kembali ke sekolah. Qee udah gak inget lagi sama kejadian kemarin. Qee juga gak dendam kok." Kata Aqeela pelan, takut menyakiti atau menyinggung Dea.
Dea meraih tangan Aqeela, "Kamu beneran gak marah sama aku?" Tanya Dea ulang.
"Beneran Kak, Qee gak marah kok. Teman-teman yang lain juga gak marah." Sahut Aqeela.
"Serius?" Wajah Dea berangsur sumringah, kecemasan di wajahnya berangsur pudar.
"Serius.. Kak." Aqeela mengulang kalimat Dea.
__ADS_1
"Qee... terima kasih ya..." Ucap Dea tanpa melepas genggaman tangan Aqeela. Hanum dan Jihan yang melihat kejadian itu ikut terharu.
"Kamu mau memaafkan aku?" Tanya Dea kembali.
"Pasti Kak, Qee udah maafin Kakak kok. nee buktinya kita ke sini." Kata Aqeela.
"Tapi..." Dea kembali menunduk, dia terlihat muram.
"Tapi... kenapa Kak?" Tanya Aqeela lirih.
"Desta pasti tidak mau memaafkan aku. Aku udah keterlaluan sama kamu." Sahut Dea.
"Enggak kok, Kak Desta juga udah maafin Kakak. Kak Desta juga ikut. sebentar ya..." Kata Aqeela sambil keluar memanggil Desta.
Desta akhirnya menuruti permintaan Aqeela untuk masuk ke ruang inap Dea.
Melihat Desta masuk bersama Aqeela, Dea kembali ke wajah cemasnya.
"Dea kenapa Qee?" Bisik Desta ke Aqeela.
"Kak Dea cemas dan takut." Jawab Aqeela.
"Kakak diem aja, ikuti aku. Biar aku yang ngomong ke Kak Dea." Lanjut Aqeela.
"Okay.." Jawab Desta karena tak ada pilihan lain.
"Kak, ini Kak Desta." Kata Aqeela begitu mereka tiba di bed Dea. Dea terdiam menunduk.
"Kak Dea, kami yang di sini semua udah memaafkan Kakak. Kak Desta juga. Dia udah memaafkan Kakak." Lanjut Aqeela ditengah keheningan dengan fokus semua ke arah Aqeela, Dea dan Desta.
"Des... maa... maaa.. maaf.. yaa.." Kata Dea terbata-bata dengan tingkat kecemasan yang tidak bisa dibayangkan.
"De... aku udah maafin kamu. Tapi janji ya.. tidak diulangi lagi." Kata Desta.
Dea mengangguk. Dan wajah senyum sumringah Dea berangsur kembali.
"Terima kasih..." Kata Dea masih dengan terbata-bata.
"Kalian gak akan balas dendam ke aku kan?" Kata Dea dengan cemas kembali.
"Ya Allah beneran De... kita gak akan balas apapun. Cukup yang kemarin buat pelajaran kamu ya..." Kata Desta.
Dea menunduk sebentar, kemudian mengangkat wajahnya dan tersenyum.
"Aku janji..." Mendengar kata-kata dan melihat wajah Dea yang mulai ceria kembali, kedua sahabat Dea langsung memeluknya.
"Dea..." Kata mereka dengan bahagia. Karena kondisi temannya sudah lebih baik.
Dan Dea sudah bisa mengobrol santai dengan para tamunya.
Taklupa Dea dan sahabat-sahabatnya mengucapkan selamat kepada Aqeela. Atas perolehan gelar juara pertama kejurnas Karate kemarin. Mereka benar-benar tidak menyayangi seorang Aqeela yang mereka ganggu adalah pendekar πππ.
Mungkin kalau dari awal mereka tahu siapa Aqeela, mereka tidak akan berani macam-macam. Tapi karena Aqeela sangat pintar menutupi kelebihan, jadilah mereka sendiri yang jadi korban. Mereka sungguh sangat menyesal.
Sedangkan Aqeela hanya tersenyum manis mendengar berbagai pujian di ruangan rawat inap Dea.
__ADS_1
\=====================================
Setelah pamit kepada Dea dan sahabat-sahabatnya. Aqeela dan para gengster itu melanjutkan misi berikutnya. RS Karmen.
Mereka akan menengok Doni, sang biang kerok.
"Qee kamu yakin" Tanya Desta dan pertanyaan itu sepertinya sama dengan yang dipikirkan lainnya.
"Yakin Kak...Pliss...Kakak juga ingin mengalir semuanya kan?" Tanya ulang Aqeela
"Iya... kita udah capek menghadapi Doni." Sahut Vian.
"Ya udah... kita lanjut ke misi berikutnya. Toh seandainya di sana nanti terjadi kegaduhan atau apapun ada Polisi yang siaga berjaga. Karena Doni masuk kategori tersangka." Kata Aqeela meyakinkan teman-temannya di mobil.
"Okay..." Jawab Desta pasrah.
Desta mengarahkan kemudi ke arah jalan Karmen. Melewati Jalan Kertajaya Indah. Lurus ke arah jalan Dharmawangsa.
Suasana mobil begitu hening, untung masih ada suara Tri suaka si pengamen Jogja membawakan lagu-lagu cover.
Sesekali yang di dalam mobil mengikuti lirik lagu di bait-bait syair lagu yang dinyanyikan Tri Suaka.
π΅πΆπ΅π΅πΆπΆπΆπ΅π΅π΅π΅πΆ
Cinta kita memang tak semudah yang dibayangkan
Dulu kita pernah saling menyakiti dan hampir menyerah
Tapi kini kita ada tuk saling menyempurnakan
Ku berdo'a semoga cinta kita...
"Ciye ciyee... duet maut tuuh..." Celoteh Vian yang sedari tadi hanya mendengarkan suara lagu.
"Kak Vian mau duet sama aku?" Tanya Aqeela mengalihkan rasa deg deg an nya
"Vian... Hobbi banget siih gangguin kita hari ini?" Kata Desta nyeletuk tanpa memberi kesempatan Vian jawab pertanyaan Aqeela.
"Udah Vi.. lanjut..." Ronald malah ngomporin Vian
\=====================================
Kira-kira bagaimana yaa reaksi Doni saat ditengok Desta dkk.
Terus sampai kapan hobi baru Vian ini berlanjut?
Mau tau kan...
Lanjut next episode yaa....
Jangan lupaa like, komen, kasi vote dan rate ya...
makasi banget yang udah support author nee..
See yu next episode
__ADS_1
Lop yu all ππππ