
Malam harinya...
"Kak, Qee bobok di kamar sebelah aja ya..." Ucap Aqeela membuat dahi Desta mengkerut.
"Looo kenapa?" Desta yang udah siap membaringkan tubuhnya di kasur berbalik arah menghadap Aqeela yang masih di depan pintu kamarnya.
"Gak pa_pa..." Aqeela masih berusaha mencari kalimat untuk sijadikan alasan yang tepat. Membuat Desta gemas.
"Udah di sini aja... Percaya deh aku masih inget kok sama ucapan aku tempo hari." Seru Desta
"Aku gak akan bikin anak dulu." Lanjutnya dengan cengiran di bibirnya.
Aqeela nampak ragu. Desta mendekati Aqeela.
"Qeee... masih percaya sama aku kan?" Mimik Desta nampak serius. Membuat Aqeela memandang wajah suaminya itu kaget. Karena selama mereka dekat berdua selama seperti hari ini belum pernah sama sekali. Waktu terlama saat bersama Desta adalah saat keduanya tawuran. 😂😂😂
Dan tidak ada interaksi berduaan. Semua aktivitas bareng Desta juga diikuti anggota Genk Desta. Auranya juga tidak secanggung ini.
Desta menutup pintu dan menuntun Aqeela duduk di sofa yang ada di dalam kamarnya.
"Qeee... percaya deh... masa sama suami sendiri gak percaya?" Ucap Desta masih dengan tampang seriusnya.
Sumpah, Kak Desta masih aja ganteng meski serius kayak gitu. Oceh Aqeela dalam hati.
"Qee... jawab jangan liat aku kayak gitu. Ntar aku malah pengen cepet-cepet bikin anak looo." Sahut Desta cengar cengir sambil sedikit menjauhkan wajahnya dari Aqeela. Membuat Aqeela tersenyum kecil.
"Tuuh kan...beneran..." Ucap Aqeela.
Waduh salah ngomong nee aku. Gerutu Desta dalam hati.
"Enggak... bercanda, Qee... Tapi kalo kamunya mau aku gak nolak siih...." Kali ini senyum Desta lebih lebar.
"Ayolah... bobok sini aja... percaya deh... aku masih waras kok. Masih inget sama janji aku ke kamu. Kalo kamu gak percaya sama suami sendiri terus ngapain kita menikah?" Desta agak cemberut dan sengaja memonyong-monyongkan bibirnya.
Aqeela menoleh ke arah Desta. Memandang wajah suaminya itu. Mencerna kalimatnya.
"Qee percaya kok sama Kakak... Tapi Qee masih ngerasa aneh aja." Akhirnya keluar juga kalimat itu. Gumam Aqeela.
Desta bergeser lebih dekat ke Aqeela. Membiarkan tubuh mereka lebih rapat sesaat tanpa sentuhan fisik apapun.
"Kamu nyaman gak kalo kitaa deketan kayak gini." Tanya Desta lirih.
"Nyaman." Sahut Aqeela tanpa menoleh. Karena merasakan detak jantungnya yang kian cepat saat Desta semakin pendekatan tubuhnya walaupun tanpa sentuhan fisik apapun.
Desta menyelipkan tangan kanannya ke belakang punggung Aqeela. Memeluk pinggang gadis itu dengan sangat hati-hati.
"Kalo seperti ini, gimana?" Seru Desta
Aqeela sedikit terkejut dengan perlakuan Desta, walaupun ini bukan yang pertama. Karena tadi pagi Desta juga memperlakukan seperti itu.
__ADS_1
Tak sengaja pandangan keduanya saling beradu. Desta tersenyum ke arah Aqeela menantikan jawaban gadis itu.
Aqeela yang sudah mampu mengendalikan gugupnya secara perlahan, mengangguk pelan. Sebagai isyarat tidak keberatan dengan tindakan Desta.
"Aish... kenapa Aqeela semakin cantik saja... Kalo kayak gini terus... Aku gak akan tahan... Tolong Hambamu Ya Allah..." Runtuknya dalam hati.
Beberapa saat Keduanya dalam posisi Desta memeluk pinggang Aqeela dari belakang. Dengan posisi keduanya duduk di sofa kamar Desta. Tak bergerak. Diam.
Desta hanya mencoba memberi ruang kepada Aqeela untuk merasa nyaman atas keberadaan dirinya.
"*Aah.... ternyata tidak semudah yang ku bayangkan." Gumam Desta
"Srikandi ini, benar-benar tercipta sangat piawai di lapangan tempur. Tapi di kasur masih belum terkontaminasi." Entahlah sia harus bersyukur atau berduka atas Aqeela saat ini.
Desta menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal. Dia sangat pusing harus menghadapi Aqeela yang sangat tidak terbiasa dengan dirinya. Padahal mereka sudah sangat kompak kalo pas tawuran 😅😅😅😅*.
"Kenapa Kak? Belum cuci rambut ya? Atau kakak punya kutu dirambut?" Aqeela tiba-tiba bersuara memperhatikan Desta yang sibuk menggaruk rambutnya.
Desta memamdang Aqeela lebih dalam.
"Sini.. deh." Dengan gercep Desta membawa kepala Aqeela dengan tangan kirinya yang bebas menuju dada bidangnya.
Tangan kiri itu langsung menyatu dengan tangan kanannya memeluk tubuh Aqeela tanpa meminta persetujuan wanitanya itu.
"Kak..." Aqeela mencoba memberontak.
"Beneran lima menit lo yaa..." Sahut Aqeela.
"Iya..." Desta terdiam. Menikmati pelukan dan aroma wangi Aqeela.
Detak jantungnya mungkin sekarang juga sedang tak karuan. Tapi kalau ia tetap diam memandang Aqeela, bisa lebih gila lagi akalnya. Dia sudah tidak peduli Aqeela tahu jantungnya yang sedang berdegup dengan kencang.
"Ah, masa bodoh... Peduli amat sama gengsi." Umpatnya dalam hati. Desta menyamankan posisi pelukannya. Tidak terlalu kencang dan tidak terlalu renggang. Desta berusaha membuat Aqeela senyaman mungkin.
Aqeela masih berada di dalam dekapan Desta. Bukan bermaksud menolak. Dia hanya butuh waktu untuk beradaptasi dengan Desta.
Memang Desta bukan orang baru baginya. Selama ini Desta selalu menemaninya kemanapun. Bahkan mereka sangat kompak kalo pas tawuran.
Hanya saja kini dirinya tidak sedang dalam situasi tawuran yang harus melawan musuh. Keduanya kini berada dalam ikatan pernikahan. Dan Aqeela yang notabene tidak pernah pacaran apalagi punya teman laki-laki spesial merasa sangat gugup dan takut salah.
Selama ini kebanyak teman laki-lakinya adalah musuhnya. Orang-orang yang suka ngeganggu hidupnya.
Baru dengan Desta. Laki-laki ini yang sanggup memberi kenyamanan. Dan saat bersama, Desta tak pernah meminta atau melakukan aktivitas yang menjurus kepada zina. Desta lelaki yang membuat jantungnya berdegup kencang kala menatapnya.
Dan saat ini, ketika Desta memeluknya dengan sayang, walaupun terasa maksa. Aqeela mencoba memberi sedikit ruang kepada hatinya untuk menerima.
Aqeela bisa merasakan detak jantung Desta yang sangat kencang tak kalah dengan detak jantungnya. Yang menandakan keduanya masih hidup dan bernapas. 😁😁😁
Lima menit berlalu, tapi Aqeela merasa tidak ada tanda-tanda Desta melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Kak..." Kata Aqeela
"Heemmm..." Sahut Desta
"Udah lewat lima menit ini..." Desta hampir mendelik ternyata Aqeela benar-benar menghitung jumlah waktu yang dijanjikannya.
"Bentar lagi deh Qee... nanggung neee..." Desta semakin mempererat pelukannya.
Aqeela hanya bisa pasrah. Mendengus kesal. Tapi bibirnya tertarik ke kanan dan kiri simetris.
Aqeela mulai merasakan pelukan Desta. Dalam hati sebenarnya, ia berkata "Jangan dilepas ya Kak..."
😍😍😍😍
"Kak... Qee bole gini gak?" Aqeela mengembangkan kedua tangannya merengkuh pinggang Desta.
Desta melonjak kaget sesaat, tapi kemudian ia tersenyum kembali. "Bole dong, sayang"
"Apa, Kak Desta manggil aku sayang? Manis banget kedengarannya." Gumam Aqeela.
Sebentar saja, kedua manusia beda jenis kelamin itu sudah bersatu dalam pelukan. Lama tak ada suara.
"Srikandiku sudah luluh... Biarlah saat ini aku hanya bisa memeluknya"Gumamnya girang dalam hati.
"Kak, Qee kebelet pipis..." Bisik Aqeela malu.
"Wkwkkk... ya udah pipis dulu." Seru Desta merasa lucu sama mimik Aqeela yang sangat kentara banget kalo lagi malu.
"Ntar lanjut di kasur yaa..." Teriak Desta melihat Aqeela berlari kecil ke arah toilet yang ada di dalam kamar Desta.
Aqeela masih sempet mendengar dan hanya menjawab dengan lambaian tangan sambil menyahut, "Enggak..."
Sebentar kemudian....
"Kak... Desta...." Terdengar teriakan Aqeela dari dalam kamar mandi, membuat hati Desta mencelat dan membuatnya langsung menghambur ke kamar mandi.
\====================================
Waaaduuuuh.... Aqeela kenapa Man-teman?
To be continue ya...
Betewe makasi buat semua yang udah kasih like, komen, dan vote nya...
plisss... kasi vote yang banyak lagi yaa...
Terus dukung Thor yaaa.... support kalian adalah semangat aku...
Lop yu pull 😘 😘 😘
__ADS_1