MENDADAK USTADZAH

MENDADAK USTADZAH
The Best Moment 3 ( Masih tragedi ruang BK )


__ADS_3

"Qee.. gila kamu.. masa anak orang main hukum aja." Omel Daffa


"Aqeela, terus nanti Bu Siti gimana?" Ucap Bu Siti khawatir.


"Qee.. kamu tuh ya.. ntar kalo ada apa-apa bapak gimana? Pak Jamal ikut panik.


"Aqeela.. kamu kenapa siih gak diem aja liat Pak Jamal menginterogasi si Hasna tadi? Oceh Doni.


"Kamu gak takut apa? denger-denger bapaknya konglomerat." Tukas Nabila


Daffa, Bu Siti, Pak Jamal, Doni dan Nabila terus mencercanya dengan berbagai kalimat. Aqeela hanya menatap guru dan teman-temannya itu dengan takjub.


"Udah yaa... tenang saja... Aqeela yang akan tanggungjawab. Gak peduli meski orang tuanya konglomerat. Apa kalian lupa, suami aku siapa?" Balas Aqeela menenangkan.


"Baiklah.. terserah kamu... Ntar kalo ada apa-apa gak usah sebut nama Daffa yaa.. " Protes Daffa.


"Hee hee hee.. enggak.. akan. Aku gak akan sebut nama kalian. Tapi aku yakin kalian siap berada di garis terdepan." Ucap Aqeela cengengesan tapi penuh percaya diri.


"Hadeeeehhh... Pak Jamal kita tinggal yaa... Bai Pak Jamal.. Bai Bu Siti..." Pamit Doni, Nabila dan Daffa meninggalkan ruang BK.


"Wooii... tunggguin aku..." Oceh Nabila menghambur keluar ruangan mengikuti ketiga temannya.


"Pak... apa tingkah mereka selalu konyol begitu yaa?" Ucap Bu Siti sambil terkekeh melihat ulah Aqeela dan rekan-rekannya, sampai melupakan peristiwa memalukan akibat ulah Hasna.


"Yaa.. begitulah.. " Ucap Pak Jamal ikutan tersenyum melihat wajah Bu Siti kembali bersinar.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Pulang sekolah..


Aqeela, Nabila, Doni dan Daffa berjalan menuju parkiran.


Hasna dan kawan-kawannya terlihat memperhatikan Aqeela dan teman-temannya yang menuju parkiran.


"Perhatikan cewek yang pake jilbab itu. Cewek resek dan songong itu dia yang bikin gue gak berkutik sama Pak Jamal dan Bu Siti." Ucap Hasna sambil menatap benci ke arah Aqeela.


Hasna masih berdiri di depan kelasnya berlima dengan sahabat-sahabatnya, Pepi, Vio, Jeanny dan Desti.


"Kuyyy.. kita pulang woi.. ngapain liatin empat sahabat gak jelas gitu. Ada yang cacat, ada yang ganteng, ada yang songong ada lelet." Ajak Vio kepada rekan-rekannya.


Tanpa menjawab kelimanya langsung go to parking area.


"Hooi.. hoii.. lihat tuh cewek berjilbab itu, sama cowok ganteng banget." Ucap Jeanny kepada rekan-rekannya sambil menunjuk ke arah Aqeela yang sudah di sambut hangat Desta dari X-pandernya.


"Eh, cium tangan." Oceh Desti sambil melongo.


"Kok Kak Doni, ngasihin tasnya tuh cewek songong ke cowok ganteng itu." Gumam Hasna sedikit kaget.


"Lhoo.. bukannya Kak Doni pacarnya tuh cewek songong yaa.." Ucap Pepi. Karena setahu mereka keempatnya selalu bersama-sama. Sehingga tak jarang ada gosip kalau Doni pacarnya Aqeela di kalangan siswa kelas sepuluh. Karena belum banyak yang tahu tentang keempatnya.

__ADS_1


"lhaa lhaa.. Kak Doni kok di jemput cewek pake Brio gaesss.. " Suara patah hati milik Vio terdengar sedih. Padahal tadi ia begitu bahagia melihat Aqeela sama cowok lain.


"Haa.. terus yang sama cewek songong itu sapa dong.." Sahut Jeanny.


"Genteng banget..." Seru Pepi


"Eh, setauku tuuh cewek kan namanya Aqeela yaa? Tanya Vio kepo


"Iya.." Jawab Hasna malas. Mengingat kejadian tadi pagi di ruang BK. Yang begitu membuatnya sakit hati sampai sekarang.


"Berarti cowok ganteng tadi Kak Desta dong. Dua pasangan the legendnya SMA Nusantara." Teriak Vio heboh


"Whaattt..." Teriak keempatnya dengan mata melotot menatap ke arah Vio.


"Maksud kamu the legend itu apaan???" Sahut keempatnya masih dengan mode kepo, meminta pertanggungjawaban ke Vio untuk menjelaskan.


"Serius kalian gak tahu gitu?" Ulang Vio.


"Enggak..." Lagi-lagi jawaban kompak keempatnya membuat Vio speechlesss.


"Ke mobil. Aku jelaskan di sana." Titah Vio.


"Kak Desta dan Kak Aqeela itu pasangan keren. Waktu itu Kak Desta dalam bahaya tapi Kak Aqeela malah memeluk Kak Desta sehingga Kak Aqeela yang kena tusuk penjahat itu. Dan Kak Desta selamat.


Tapi tak ada yang pernah tahu kebenarannya. Semua bungkam. Kami hanya mendengar cerita itu dari Pak Satpam. Selain dia tidak ada yang mau bercerita. Bahkan pelakunya saja tidak ada yang tahu. Tapi kata Pak Satpam dia itu masih siswa sini yang ingin merebut Kak Aqeela dari Kak Desta. Tapi dia malah menyakiti perempuan yang di sayanginya." Cerita Vio panjang kali lebar. Membuat keempat rekannya ber O O saja.


"Aku juga sempet dengar cerita itu siih.. Tapi gak langsung bisa percaya." Komen Pepi dengan wajah datar.


"Emang kamu di hukum apaan sama Pak Jamal?"Tanya Jeanny.


"Bukan Pak Jamal tapi tuh cewek tang kasih hukuman." Omel Hasna.


"Haa haa ha... Kok bisa?" Suara tawa prihatin keempat rekannya.


"Pak Jamal udah hampir aku bikin marah, tiba-tiba tuuh cewek muncul. Bikin rencanaku gatot. " Hasna masih mengomel..


"Emang Pak Jamal, gak marah liat tuh cewek muncul begitu saja?" Kepo si Pepi.


"Enggak. Bahkan Pak Jamal dengan rela hati memberi tempatnya." Kata Hasna kesal.


"Gilaa tuuuh Pak Jamal.." Omel Jeanny.


"Spesies jenis apa siih tuuh cewek...Sampai Pak Jamal takluk sama tuuh cewek songong." Kata Hasna masih dengan nada kesal.


"Spesies langka, Megantropus paleo javanicus. Haa haa haaa..." Ledek Desti.


"Spesies homo sapien..." Sahut Vio


"Anjriit.. pakar sejarah vs biologi kalo udah gitu aku mundur.. gak ngerti pake banget." Pepi mengumpat dengan mulut cemberut.

__ADS_1


"Haa haa haa haa...... sebel banget mukanya sampe di tekuk kayak gitu. " Ledek Jeanny sambil ngakak.


"Kampret kalian. Aku lagi sebel juga malah kalian ketawain." Hasna menyandarkan punggungnya dengan kasar ke jok mobil sambil mendengus kesal.


Keempatnya kembali tertawa terkekeh mendengarkan ocehan Hasna.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Aqeela melihat mobil Desta langsung menemuinya. Desta keluar dari jok kemudi menyambut kedatangan istrinya dengan senyum hangat.


Aqeela mencium tangan Desta. Doni menyerahkan tas Aqeela kepada Desta. Karena semenjak kejadian tidak mengerikan lalu, Desta selalu minta tolong kepada Doni untuk membawakan tas Aqeela.


Desta tak ingin luka Aqeela semakin parah. Karena harus membawa beban berat di tasnya.


"Makasi ya Don.." Kata Desta sambil menerima tas Aqeela.


"Kak Mita tuuh, Don..." Ucap Aqeela menunjuk brio yang masuk ke area parkir.


"Jadi, sekarang Mita yang nganter jemput nee..." Goda Aqeela.


"Iya.. Kan udah gak ada si Wisnu kampret. Lagian juga buat jaga perasaannya Mita. Kasiyan dia kalo terlalu sering jeles liat aku digodain anak baru."


"Oowww.. " Aqeela hanya ber O O saja.


"Kak Mit.. " Aqeela menyapa Mita sambil memberikan cipika cipikinya.


"Sehat, Kak..." Tanya Aqeela.


"Alhamdulillah..." Balas Mita.


"Qee.. ayoo balik.. keburu sore..." Panggil Desta dari jok kemudi.


"Sory ya Mit.. urusan kita di rumah masih banyak." Ucap Desta.


"Dadah Kak Mit..." Pamit Aqeela.


"Yess.. Pangeran kamu udah teriak-teriak juga." Mita ikut berdadah ke Aqeela.


💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗


Like


komen


Vote


Rate juga yaa..


love all

__ADS_1


😘😘😘😘


__ADS_2